Batubara (Humas). Dalam upaya meningkatkan mutu sarana dan prasarana pendidikan, Kepala MAN Batubara Erwin Parlindungan Nst, S.Ag.,MM turut menghadiri Undangan Rapat Koordinasi Pembahasan Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Provinsi Sumatera Utara yang digelar oleh Kementerian Pekerjaan Umum Direktorat Jenderal Prasarana Strategis di Hotel Emerald Garden, Kamis (28/8)
Rapat koordinasi tersebut menghadirkan berbagai kepala madrasah dari kabupaten/kota se-Sumatera Utara, pejabat Kanwil Kemenag, serta tim teknis terkait. Agenda utama difokuskan pada evaluasi kondisi fisik madrasah, penyusunan skema rehabilitasi, dan strategi renovasi yang tepat sasaran sesuai kebutuhan masing-masing satuan pendidikan. Dari 4.800 madrasah yang ada di Sumatera Utara, hanya 40 madrasah yang punya dapat kesempatan menerima bantuan rehabilitasi dan renovasi, salah satunya adalah MAN Batubara.
Dalam pertemuan itu, para kepala madrasah diberikan kesempatan untuk memaparkan kondisi riil sarana pendidikan di lembaga masing-masing. Mulai dari ruang kelas yang sudah tidak layak, laboratorium yang minim fasilitas, hingga kebutuhan pembangunan ruang baru agar kegiatan belajar-mengajar berjalan lebih efektif.
Erwin menyampaikan bahwa dukungan program PHTC sangat dinantikan, mengingat banyak madrasah di daerah masih menghadapi keterbatasan fasilitas. “Madrasah bukan hanya tempat belajar, tetapi juga pusat pembinaan karakter generasi bangsa. Karena itu, perbaikan infrastruktur sangat penting agar anak-anak bisa belajar dengan nyaman dan penuh semangat,” ungkapnya saat memberi tanggapan dalam rapat.
Suasana rapat berjalan aktif dan penuh diskusi konstruktif. Beberapa kepala madrasah mengusulkan adanya prioritas pembangunan ruang kelas baru, sementara yang lain menekankan perbaikan fasilitas sanitasi, perpustakaan, dan laboratorium. Semua masukan tersebut dihimpun untuk dijadikan dasar perencanaan rehabilitasi dan renovasi.
Partisipasi aktif kepala madrasah dalam forum ini menjadi bukti keseriusan mereka dalam memperjuangkan peningkatan kualitas pendidikan. Melalui koordinasi ini, diharapkan setiap madrasah mendapatkan porsi rehabilitasi dan renovasi yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Rapat koordinasi tersebut ditutup dengan kesepakatan bersama untuk terus menjalin komunikasi intensif antara madrasah dan pihak Kemenag, sehingga pelaksanaan program rehabilitasi dan renovasi dapat berjalan lancar, transparan, dan tepat guna. (MI)
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.