Batubara (Humas). Pelaksanaan gladi bersih Asesmen Berbasis Komputer (ANBK) tahun 2025 pada hari kedua, Selasa (29/07) di Madrasah Aliyah Negeri Batubara berlangsung dengan lancar dan tertib. Sebanyak 50 siswa/i kelas XI yang menjadi peserta asesmen mengikuti simulasi dengan penuh konsentrasi di ruang laboratorium komputer. Gladi bersih ini bertujuan untuk memastikan kesiapan siswa dan infrastruktur madrasah, mulai dari jaringan internet, perangkat, hingga sistem pelaksanaan asesmen. Kepala MAN Batubara Erwin Parlindungan Nst, S.Ag.,MM menjelaskan bahwa, gladi bersih menjadi bagian penting dari rangkaian persiapan ANBK. “Kegiatan ini bukan hanya untuk melatih teknis siswa dalam menjawab soal di komputer, tetapi juga untuk mengecek kelayakan sarana dan prasarana. Kami juga ingin memastikan semua siswa memahami prosedur pengerjaan dan tidak mengalami kendala teknis saat ANBK sesungguhnya nanti,”ujarnya. ANBK merupakan program evaluasi pendidikan nasional yang menekankan pada tiga aspek utama, yaitu Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), Survei Karakter, dan Survei Lingkungan Belajar. Tidak seperti ujian nasional yang menilai kemampuan individu, ANBK bertujuan memetakan mutu pendidikan di tingkat satuan pendidikan. Selama gladi bersih, siswa mengerjakan soal literasi membaca dan numerasi dengan sistem berbasis komputer. Pihak madrasah telah menyiapkan dua sesi pelaksanaan untuk membagi jumlah peserta demi kelancaran teknis. Teknisi dan proktor yang bertugas juga telah mendapatkan pelatihan khusus agar dapat menangani kendala yang mungkin terjadi. Pelaksanaan gladi bersih ini disambut positif oleh siswa. Salah satu peserta mengaku kegiatan ini membantu dirinya lebih siap. “Saya jadi tahu seperti apa bentuk soal dan bagaimana cara menjawabnya di komputer. Jadi tidak terlalu gugup nanti saat ANBK yang sebenarnya,” ungkapnya. Dengan selesainya gladi bersih ini, madrasah dinyatakan siap mengikuti ANBK sesuai jadwal nasional. Kementerian Agama RI berharap melalui asesmen ini, kualitas pendidikan madrasah dapat terus ditingkatkan dan tercermin dalam lingkungan belajar yang lebih baik. (MI)
Gemilang, Siswa/i MAN Batubara Raih Juara di Beragam Kompetisi
Batubara (Humas). Di tengah kesibukan belajar dan rutinitas yang padat, sekelompok siswa/i dari Madrasah Aliyah Negeri Batubara justru menunjukkan bahwa, kerja keras dan semangat juang mampu menghantarkan mereka pada capaian yang membanggakan. Dalam dua pekan terakhir, siswa/i madrasah tersebut sukses membawa pulang sejumlah gelar juara dari berbagai perlombaan bergengsi yang diselenggarakan di tingkat kabupaten hingga provinsi. Pencapaian ini menjadi bukti bahwa, madrasah kini tidak lagi hanya dipandang sebagai lembaga pendidikan keagamaan, tetapi juga sebagai tempat lahirnya generasi muda yang unggul, cerdas, dan multitalenta. Prestasi- prestasi membanggakan tersebut diraih oleh siswa kelas XII IPA 2 yang berhasil meraih juara 1 OSN Kimia tingkat Kabupaten, Putri Zahra Nasution juara 1 OSN Kebumian, Mutiara Elia Sari juara 2 OSN Kebumian, Zaskia Al Khumairah juara 1 OSN Geografi, Nabila Ashadina juara 1 Olimpiade Bahasa Arab (OBA), Nailah Tsabitah Anggraini juara 2 OBA. Siswa/i tersebut akan melanjutkan perjuangannya hingga ke tingkat provinsi dan juga nasional dengan segala persiapan yang matang dan bimbingan yang intensif dari guru pembimbing masing-masing mata pelajaran. Tak hanya di bidang akademik, prestasi membanggakan juga datang dari sanggar tari MAN Batubara. Dalam ajang Mangrove Culture Festival, mereka berhasil meraih juara 1 dan juara 2 pada perlombaan tari kreasi Zapin Melayu. Lomba tersebut berlangsung di Pantai Sejarah Batubara dan diikuti oleh seluruh sekolah/madrasah tingkat SMP dan SMA sederajat yang ada di Kabupaten Batubara. Kepala MAN Batubara Erwin Parlindungan Nst, S.Ag.,MM mengaku bangga atas pencapaian para siswa/inya. “Ini adalah bukti bahwa madrasah tidak hanya unggul dalam pendidikan agama, tapi juga mampu bersaing di bidang akademik, seni, dan keterampilan lainnya. Kami akan terus mendukung dan memfasilitasi pengembangan potensi siswa,” ujarnya. Erwin juga menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh siswa dan guru pembimbing. Dalam sambutannya saat apel pagi, ia menekankan bahwa prestasi ini adalah hasil sinergi antara tekad siswa, pendampingan guru, serta dukungan seluruh civitas madrasah, Selasa (22/07). Rangkaian kemenangan ini bukan hanya menjadi kebanggaan madrasah, tetapi juga membangkitkan semangat belajar siswa lainnya. Pihak madrasah pun telah menyiapkan sesi apresiasi khusus berupa pemberian piagam dan beasiswa prestasi kepada para juara, sebagai bentuk penghargaan dan motivasi bagi seluruh siswa agar terus berkarya. Melalui torehan prestasi di berbagai ajang ini, MAN Batubara kembali menegaskan peran penting madrasah dalam mencetak generasi muda yang berprestasi, berkarakter, dan siap bersaing di tingkat nasional maupun global. (MI)
Madrasah Bangun Budaya Positif Lewat Matsama dan Deklarasi Anti-Bullying
Batubara (Humas). Awali tahun pelajaran baru 2025-2026, Madrasah Aliyah Negeri Batubara langsungkan kegiatan Masa Ta’aruf (Matsama) selama tiga hari, sejak Senin (14/07) hingga Rabu (16/07). Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang pengenalan terhadap lingkungan dan budaya madrasah, tetapi juga menjadi momentum penting bagi seluruh warga madrasah untuk memperkuat komitmen dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan bebas dari segala bentuk perundungan. Puncak kegiatan Matsama diwarnai dengan digelarnya deklarasi anti bullying, yang dibacakan secara serempak oleh perwakilan siswa baru di aula MAN Batubara. Didampingi oleh para pendidik dan tenaga kependidikan, para peserta Matsama menyuarakan ikrar bersama untuk menolak segala bentuk perundungan, baik secara fisik, verbal, psikologis, maupun digital. Tak hanya itu, mereka juga kompak menandatangani spanduk anti bullying yang telah disediakan oleh madrasah. Dalam sambutannya, Kepala MAN Batubara Erwin Parlindungan Nst, S.Ag.,MM menyampaikan bahwa, perundungan adalah ancaman serius bagi kesehatan mental dan perkembangan karakter peserta didik. Ia mengapresiasi kegiatan deklarasi ini sebagai langkah awal untuk membangun lingkungan madrasah yang inklusif dan saling menghargai.“Madrasah harus menjadi rumah kedua yang nyaman bagi seluruh siswa. Kami ingin menciptakan atmosfer belajar yang positif, penuh toleransi, dan jauh dari kekerasan dalam bentuk apa pun. Perundungan tidak boleh mendapat tempat di MAN Batubara,” tegasnya di hadapan seluruh peserta. Erwin juga mengharapkan seluruh rangkaian kegiatan matsama ini berjalan dengan lancar sehingga, setelah Matsama ini selesai nantinya, seluruh peserta didik baru sudah tahu dan mengenal guru dan staf, ekstrakulikuler, juga sarana prasarana yang ada di MAN Batubara. Tak hanya deklarasi, siswa juga mengikuti sesi penyuluhan tentang bahaya perundungan yang dipandu oleh guru Bimbingan Konseling (BK). Dalam sesi tersebut, siswa diajak berdiskusi dan berbagi pengalaman untuk menumbuhkan empati serta cara menghadapi dan melaporkan tindakan perundungan. Menurut Pahlawati guru BK MAN Batubara, perundungan sering kali terjadi secara diam-diam dan tidak terlihat oleh guru. Oleh karena itu, membangun budaya melapor dan saling peduli adalah langkah strategis dalam pencegahannya. “Kami ingin siswa sadar bahwa tidak ada yang boleh merasa takut di sekolah. Baik sebagai korban maupun saksi, semua siswa harus berani bicara dan tahu bahwa pihak madrasah siap melindungi mereka,” ujarnya. Kegiatan matsama ini juga diisi dengan berbagai kegiatan pengenalan seperti tur keliling lingkungan madrasah, pengenalan guru dan staf, simulasi kegiatan belajar, dan pengenalan ekstrakurikuler. Kegiatan ini diharapkan mampu memudahkan proses adaptasi siswa baru dalam menjalani kehidupan di madrasah. Pihak madrasah berharap peserta didik baru tidak hanya mengenal lingkungan sekolah secara fisik, tetapi juga memahami nilai-nilai penting yang dijunjung tinggi oleh MAN Batubara yakni akhlak mulia, toleransi, dan semangat anti-kekerasan. (MI)
Siswi MAN Batubara Raih Juara 3 Fashion Show Daur Ulang dalam Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia
Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh siswi Madrasah Aliyah Negeri Batubara dalam ajang bergengsi fashion show daur ulang yang diselenggarakan oleh Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup Kabupaten Batubara, dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Dalam kompetisi tersebut, Indah yang merupakan tim perwakilan dari MAN Batubara berhasil meraih juara ketiga setelah menampilkan busana kreatif hasil karya kolaborasinya dengan Guru Seni Budaya MAN Batubara Adel Syah Pohan. Busana tersebut diketahui terbuat dari bahan-bahan bekas yang disulap menjadi kostum bernilai seni tinggi. Acara yang digelar oleh Dinas Lingkungan Hidup itu berlangsung di Pantai Sejarah Kabupaten Batubara dan diikuti oleh puluhan peserta dari berbagai sekolah menengah atas sederajat. Dengan mengusung tema “Jaga dan Pelihara Lingkungan”, kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya kalangan pelajar, akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan dan mengelola sampah dengan bijak. Dalam lomba tersebut, tim dari MAN Batubara menampilkan busana unik yang seluruhnya terbuat dari bahan daur ulang, seperti plastik bekas, bungkus makanan, karung goni, kertas majalah, hingga tutup botol. Dengan kreativitas tinggi, bahan-bahan yang kerap dianggap sebagai limbah itu disulap menjadi busana modis dengan sentuhan artistik yang memukau para juri dan penonton. Kepala MAN Batubara Erwin parlindungan Nst, S.Ag.,MM mengungkapkan rasa bangga dan haru atas prestasi yang diraih oleh siswinya. “Kami sangat bangga atas pencapaian ini, selain menunjukkan bakat dan kreativitas siswa, keikutsertaan mereka juga menjadi wujud nyata kepedulian terhadap isu lingkungan. Semoga prestasi ini menjadi motivasi bagi seluruh warga madrasah untuk terus berkarya dan peduli terhadap bumi kita. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada Bapak Adel Guru Seni Budaya MAN Batubara yang ikut bekerja sama membantu siswi kita untuk tampil memukau dengan kostum daur ulang tersebut,” Kamis (03/07). Tidak hanya menjadi ajang unjuk kreativitas, kompetisi ini juga menjadi sarana edukasi bagi para pelajar tentang pentingnya memanfaatkan limbah menjadi sesuatu yang bermanfaat. Para juri yang berasal dari kalangan desainer dan aktivis lingkungan pun memberikan apresiasi tinggi atas inovasi yang ditunjukkan para peserta. Kepala Dinas Lingkungan Hidup, dalam sambutannya berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan sebagai upaya membangun kesadaran generasi muda terhadap pentingnya menjaga lingkungan. “Anak-anak muda adalah ujung tombak perubahan. Melalui kegiatan kreatif seperti ini, kita bisa membuktikan bahwa peduli lingkungan itu bisa dimulai dari hal-hal sederhana, salah satunya adalah memanfaatkan sampah menjadi karya seni,” ujarnya. Salah satu anggota tim perwakilan MAN Batubara, Indah, mengaku sangat bersyukur atas pencapaian tersebut. Ia bercerita bahwa persiapan lomba sudah dilakukan jauh-jauh hari, mulai dari pengumpulan bahan, perancangan konsep, hingga proses pembuatan busana yang memakan waktu hingga dua minggu. “Kami bekerja sama dalam tim, saling memberi ide, dan belajar banyak hal baru. Ternyata dari limbah yang tidak terpakai, kita bisa menghasilkan sesuatu yang bernilai tinggi,” tutur Indah. (MI)
Vidio Edukatif Siswa MAN Batubara Berhasil Menangkan Lomba Peringatan HANI 2025
Batubara (Humas). Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh Madrasah Aliyah Negeri Batubara. Dalam rangka memperingati Hari Narkotika Internasional (HANI) 2025, madrasah yang berada di bawah naungan Kementerian Agama ini berhasil meraih Juara 3 dalam ajang lomba video pendek bertema “Hindari Narkoba, Cerdaskan Generasai Muda” yang diselenggarakan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Batu Bara, Kamis (26/06). Lomba ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan internasional yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap bahaya penyalahgunaan narkoba. Ratusan peserta dari berbagai sekolah dan madrasah tingkat SMP dan SMA sederajat di seluruh Kabupaten Batu Bara turut ambil bagian dalam ajang bergengsi ini, dengan menampilkan karya-karya kreatifnya masing-masing. MAN Batubara melalui tim kreatif siswa-siswi yang tergabung dalam kelas XI-2 berhasil mencuri perhatian dewan juri lewat video yang mereka kirim melalui situs resmi form pendaftaran. Video yang berdurasi tujuh menit tersebut mengisahkan perjuangan seorang remaja dalam menghadapi tekanan lingkungan dan godaan narkoba, serta bagaimana pendidikan dan dukungan keluarga mampu menjadi benteng terakhir dalam menyelamatkan masa depan generasi muda. Dalam penilaian akhir, video tersebut dinilai unggul dalam beberapa aspek, di antaranya kekuatan narasi, pesan moral yang kuat, sinematografi yang rapi, dan kesesuaian tema. Tim juri yang terdiri dari profesional di bidang perfilman, kesehatan masyarakat, dan pendidikan memberikan apresiasi tinggi terhadap pendekatan emosional dan edukatif yang diangkat oleh siswa-siswi MAN Batubara. Kepala MAN Batubara Erwin Parlindungan Nst, S.Ag.,MM mengungkapkan rasa syukurnya atas prestasi yang diraih. “Kami sangat bersyukur atas pencapaian ini, Bukan hanya karena berhasil membawa nama baik madrasah, tetapi juga karena anak-anak kami telah berhasil menyampaikan pesan penting untuk menjauhi narkoba melalui cara yang kreatif dan menyentuh.” Lebih lanjut, Erwin juga menyampaikan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari kerja keras para siswa, bimbingan guru pembina, serta dukungan seluruh civitas akademika MAN Batubara. “Ini adalah bukti bahwa pendidikan karakter dan kreativitas bisa berjalan seiring. Kami akan terus mendukung kegiatan-kegiatan positif seperti ini untuk membentuk generasi yang cerdas, kritis, dan bermoral tinggi,” ujarnya. Sementara itu, salah satu anggota tim kreatif video pendek Imam Sohib Alhadi menyatakan bahwa, proses pembuatan video tidak hanya menjadi ajang unjuk bakat, tetapi juga proses pembelajaran tentang pentingnya menjaga diri dari pengaruh negatif di sekitar. “Melalui lomba ini, kami jadi lebih sadar bahwa narkoba itu bukan hanya merusak tubuh, tapi juga masa depan. Kami ingin menyampaikan itu lewat video pendek yang sederhana tapi maknanya mendalam,” ujarnya. Kemenangan ini semakin memperkuat posisi MAN Batubara sebagai salah satu madrasah yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga aktif berpartisipasi dalam gerakan sosial dan kemanusiaan melalui karya nyata. Melalui prestasi ini, MAN Batubara berharap bisa terus menginspirasi generasi muda Indonesia untuk menjauhi narkoba, menyuarakan pesan kebaikan, serta membangun masa depan yang lebih cerah dan bebas dari penyalahgunaan zat berbahaya.
MAN Batubara Gelar Rapat Kenaikan Kelas, Kamad : Transparansi dan Objektivitas Jadi Prioritas
Batubara (Humas). Madrasah Aliyah Negeri Batubara menggelar rapat kenaikan kelas tahun ajaran 2024/2025 dengan penuh keseriusan dan tanggung jawab, Kamis (19/06) di ruang guru. Rapat yang dimulai pukul 09.00 WIB tersebut dihadiri oleh seluruh guru, wali kelas, serta unsur pimpinan madrasah yang juga termasuk Kepala MAN Batubara Erwin Parlindungan Nst, S.Ag.,MM. Berlangsung dalam situasi terbuka namun tetap menjaga objektivitas, tiap wali kelas memaparkan data siswa secara individual, termasuk nilai rapor, catatan kehadiran, hasil observasi sikap, dan keterlibatan dalam kegiatan intra maupun ekstrakulikuler. Dalam sambutannya, Kepala MAN Batubara Erwin Parlindungan Nst, S.Ag.,MM menekankan pentingnya keadilan dan objektivitas dalam menentukan siswa yang layak naik kelas.”Keputusan kenaikan kelas tentunya harus mengedepankan profesionalisme, dan memperhatikan perkembangan karakter siswa secara menyeluruh. Madrasah ini bukan hanya sekadar tempat mentransfer ilmu, tapi juga sebagai wadah pembinaan akhlak. Saya berharap kenaikan kelas bukan hanya karena nilai angka, melainkan hasil dari proses tumbuhnya tanggung jawab, kedisipilanan, dan juga etika siswa,” ucapnya. Lebih lanjut, tiap wali kelas menyampaikan laporan individu siswa berdasarkan rekapitulasi nilai dari seluruh mata pelajaran yang diperoleh melalui sistem penilaian berbasis kurikulum merdeka. Rapat yang mengarah ke disukusi tersebut berlangsung aktif, terutama saat membahas siswa dengan catatan akademik atau kedisipinan yang masih perlu perhatian khusus. Tak hanya itu, seluruh guru termasuk guru bimbingan konseling juga turut angkat bicara terkait siswa yang mengalami kendala belajar selama semester ini, dan mencari solusinya untuk diterapkan di semester berikutnya. WKM Bidang Akademik Muhammad, S.Ag menegaskan bahwa, hasil rapat ini akan menjadi rujukan utama dalam penyusunan rapor dan perencanaan program pengembangan siswa. “Ini bukan hanya terfokus pada kenaikan kelas, tapi juga bagaimana mempersiapkan mereka para siswa untuk lebih baik di tahun ajaran berikutnya.” Dengan digelarnya rapat ini, MAN Batubara menunjukkan komitmennya dalam memastikan bahwa setiap proses pendidikan berjalan dengan landasan evaluasi yang objektif, dan berorientasi pada pembentukan karakter serta peningkatan kualitas akademik peserta didik. Selain keputusan kenaikan kelas, rapat tersebut juga membahas evaluasi pelaksanaan program unggulan madrasah. Kepala MAN Batubara berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan sesuai dengan visi misi madrasah. (MI)
MAN Batubara Terima Kunjungan MAN 1 Deli Serdang, Wujud Kolaborasi dan Sinergi Pendidikan
Batubara (Humas). Kamis (12/06), MAN Batubara dengan hangat menerima kunjungan dari MAN 1 Deli Serdang dalam sebuah acara silaturahmi sekaligus pertandingan persahabatan. Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat hubungan antar madrasah, sekaligus memberikan kesempatan bagi para siswa untuk mengasah bakat dan sportifitas melalui ajang tanding persahabatan di beberapa cabang olahraga. Sambut kunjungan rombongan MAN 1 Deli Serdang, MAN Batubara tampilkan tarian persembahan sekaligus pemberian cendramata berupa tanjak kepada Kepala MAN 1 Deli Serdang Drs. Sucipto Gito Siswanto, MM. Kegiatan yang dikemas dalam bentuk tanding persahabatan di bidang olahraga tersebut melibatkan puluhan siswa, guru dan juga staf dari kedua madrasah. Acara dimulai sejak pukul 08.30 WIB dengan sambutan hangat dari Kepala MAN Batubara Erwin Parlindungan Nst, S.Ag.,MM. Dalam sambutannya, Erwin menegaskan pentingnya menjaga silaturahmi antar institusi pendidikan sebagai sarana pembinaan karakter siswa. “Kegiatan ini bukan hanya tentang berkompetisi, tetapi lebih pada bagaimana kita saling mengenal dan memperkuat tali persaudaraan. Kita tahu bahwa belajar tidak senantiasa melalui buku, tapi juga dari pengalaman berinteraksi, bekerja sama, dan berkompetisi secara sehat,” ujarnya. Kepala MAN Batubara tersebut juga mengucapkan rasa terima kasihnya terhadap rombongan MAN 1 Deli Serdang yang telah sudi dan menyempatkan diri untuk mengunjungi madrasah yang berada di bawah pimpinanya. “Beginilah kondisi madrasah kami, untuk segala penyambutan yang jauh dari kata mewah, saya berharap bapak/ibu rombongan menyukainya. Ambil yang baik dan bermanfaat dari madrasah kami, dan jangan bawa pulang atau ceritakan ke luar tentang kekurangan kami,” ucap Erwin yang langsung disambut dengan tepuk tangan dan tawa kecil dari kedua madrasah. Selanjutnya, Kepala MAN 1 Deli Serdang Drs. Sucipto Gito Siswanto, MM dalam kesempatan yang diberikan kepadanya juga menyampaikan bahwa, merekalah yang harusnya berterima kasih karena sudah disambut dengan sebaik mungkin. “Tidak ada yang kurang dalam sambutan dan jamuan yang MAN Batubara berikan. “Kami membawa kurang lebih 20 orang yang terdiri dari siswa, pendidik, dan juga tenaga kependidikan. Dengan jumlah sebanyak ini kami semua merasa tersanjung atas apa yang telah MAN Batubara lakukan dalam menyambut kami. Jujur saja, saya sudah beberapa kali berkunjung ke madrasah ini, tapi baru kali ini saya membawa rombongan. Harapan saya, dengan kunjungan ini silaturahmi antar kita senantiasa terjaga, dan kegiatan positif seperti ini dapat terus dilakukan secara berkala. Acara puncak adalah pertandingan persahabatan yang melibatkan cabang olahraga seperti futsal, tenis meja, bulu tangkis, dan voli. Para siswa dari kedua madrasah menunjukkan kemampuan terbaik mereka dengan penuh semangat dan sportifitas. Meski berjalan dalam suasana kompetitif, pertandingan berlangsung dengan rasa kekeluargaan yang kental. “Ini adalah kesempatan yang sangat baik bagi kami untuk belajar bekerjasama dalam tim sekaligus berkompetisi dengan cara yang sehat,” kata salah satu siswa dari MAN Batubara. Kegiatan kunjungan dan pertandingan persahabatan ini ditutup dengan doa bersama serta sesi foto bersama sebagai tanda kebersamaan dan harapan agar silaturahmi yang telah terjalin tetap terjaga dan semakin kuat. Dengan berakhirnya kegiatan, seluruh pihak yang terlibat merasa puas dan bersemangat untuk terus melanjutkan kolaborasi positif demi kemajuan pendidikan dan pembentukan karakter generasi muda yang unggul dan berakhlak mulia. (MI)
Gelar Karya P5P2RA, MAN Batubara Implementasikan Kurikulum Merdeka
Batubara (Humas). Gelar karya P5P2RA atau Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Rahmatallil ‘Alamin dan Market Day sebagai bentuk implementasi dari kurikulum merdeka, MAN Batubara akui kegiatan ini sebagai wadah dan bentuk dukungan madrasah untuk siswa/i mengembangkan kemampuan dan juga potensi dalam bentuk projek. Kegiatan yang turut mengundang Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Batubara Sakoanda Siregar, S.Ag., yang dalam hal ini diwakili oleh Kasi Pendis Kemenag Batubara Syahri Maulidin, MM dilakukan di lapangan MAN Batubara, Rabu (11/06) dengan mengusung tema Bhinneka Tunggal Ika. Dalam kesempatannya memberikan sambutan sekaligus membuka acara, Syahri berharap kegiatan ini mampu menular pada mata pelajaran lainnya untuk tahun berikutnya. “P5P2RA ini adalah bentuk kokurikuler berbasis proyek yang bertujuan untuk memperkuat pencapaian karakter peserta didik. Seluruh peserta didik diminta untuk mengembangkan potensi yang ada dengan didukung oleh seluruh guru di MAN Batubara ini. Saya mengapresiasi dan mendukung penuh kegiatan ini, dan berharap untuk tahun berikutnya, gelar P5P2RA di MAN Batubara ini tidak hanya berkalaborasi dengan mata pelajaran seni budaya, kewirausahaan, dan prakarya saja, tapi juga dengan mata pelajaran lainnya. Selanjutnya, Kepala MAN Batubara Erwin Parlindungan Nst, S.Ag.,MM dalam sambutannya mengucapkan terima kasih atas dedikasi guru mata pelajaran yang berdistribusi dalam kegiatan ini, juga seluruh wali kelas yang tidak lepas tangan untuk tetap mengontrol dan berkoordinasi dengan siswa/inya masing-masing demi kelangsungan berjalannya kegiatan ini sesuai dengan apa yang direncanakan. “Semoga siswa/i yang terlibat dalam kegiatan ini bisa mengamati dan belajar secara langsung keberagaman Indonesia sesuai dengan tema kegiatan,” ucapnya. Kegiatan tersebut turut dimeriahkan dengan berbagai macam penampilan dari siswa/i kelas XI seperti tari, drama, solo song, baca puisi, dan pameran karya. Selain itu, tiap kelas juga mengadakan Market Day berupa bazar kewirausahaan dan stand makanan kearifan lokal dengan masing-masing kelas diharuskan menyajikan tiga macam masakan kuliner, seperti makanan berat, makanan ringan, dan minuman. Afni Dayanti Nasution, S.Pd selaku panitia pelaksana gelar karya dan market day MAN Batubara mengungkapkan harapan yang sama seperti harapan Kepala MAN Batubara yaitu, kegiatan ini berjalan lancar. Selain itu, Afni juga berharap melalui kegiatan ini siswa/i dapat memiliki karakter sesuai dengan profil pelajar Pancasila yaitu beriman bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, mandiri, kreatif, bergotong royong, berkebhinekaan global, dan bernalar kritis. “Oleh karena itu, dengan adanya P5P2RA dalam kurikulum merdeka ini nantinya diharapkan setiap individu peserta didik memiliki karakter dan kemampuan yang dibangun dalam keseharian, dan dihidupkan dalam diri setiap peserta didik,” ucapnya. (MI)
Idul Adha 1446 H, MAN Batubara Adakan Penyembelihan Hewan Kurban
Batubara (Humas). Sebagai perwujudan bentuk cinta kepada Allah yang juga diajarkan oleh Nabi Ibrahim kepada umat manusia, Madrasah Aliyah Negeri Batubara langsungkan penyembelihan 2 ekor sapi pada Hari Raya Idul Adha 1446 H/2025 M, bertempat di lapangan MAN Batubara, Senin (09/06). Kegiatan penyelenggaran penyembelihan hewan kurban tersebut sudah direncanakan sebelumnya melalui rapat yang dipimpin langsung oleh Kepala MAN Batubara Erwin Parlilndungan Nst, S.Ag.,MM bersama pendidik dan tenaga kependidikan yang juga merupakan peserta kurban. Dalam kesempatannya, Erwin mengatakan selain bentuk memaknai Hari Raya Idul Adha,kegiatan penyembelihan hewan kurban ini juga merupakan wujud rasa syukur dan meningkatkan rasa kekeluargaan di MAN Batubara karena bisa saling berbagi. “Alhamdulillah, tahun ini keluarga besar MAN Batubara menyembelih 2 ekor sapi, dan ini akan dibagikan keseluruh pendidik, tenaga kependidikan, juga siswa/i dengan kriteria khusus, yang telah dipilih sebagai penerima pembagian dari penyembelihan kurban ini. Semoga untuk tahun berikutnya, rezeki lebih banyak lagi menghampiri agar kita semua mampu menyembelih lebih dari jumlah sapi tahun ini,” ucap Kepala MAN Batubara tersebut. Diketahui, setelah proses penyembelihan, panitia yang juga merupakan bagian dari keluarga MAN Batubara akan melakukan proses selanjutnya yaitu memotong daging, melakukan pengepakan dan membagi-bagikan daging kurban tersebut. Distribusi daging kurban dilakukan dengan sistem terdata, guna memastikan penyaluran yang tepat sasaran. Setelahnya, akan dilanjutkan dengan kegiatan masak dan makan bersama sebagai bentuk mensyukuri nikmat yang telah diberikan Allah SWT dengan keikhlasan berkurban, sekaligus untuk mempererat tali silaturahmi keluarga besar MAN Batubara. (MI)
14 Pendidik dan Tendik Terima SK PPPK, Kamad Beri Ucapan Serta Bimbingan
Batubara (Humas). Aura kebanggan mengalir dan mewarnai lingkungan Madrasah Aliyah Negeri Batubara, pasalnya sebanyak 14 pendidik dan tenaga kependidikan yang telah lama mengabdi sebagai tenaga honorer di MAN, kini telah menerima SK Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) secara serentak pada Senin lalu di Aula Kantor MUI Kabupaten Simalungun. Kepala MAN Batubara Erwin Parlindungan Nst, S.Ag.,MM memanggil dan mengumpulkan keempat belas PPPK ke ruangannya untuk mengucapkan selamat sekaligus memberikan arahan dan bimbingan, Rabu (04/06). Erwin mengingatkan untuk selalu bersyukur atas kesempatan yang telah dicapai hingga saat ini, beliau juga menekankan pentingnya memiliki passion dalam bekerja dan mengingatkan bahwa, di luar lingkungan Kementerian Agama, masih banyak yang ingin bekerja menjadi ASN. Beliau berharap para PPPK dapat menunjukkan kinerja terbaik dan berkontribusi positif dalam dunia pendidikan. Selain itu, suasana penuh syukur tampak jelas di wajah penerima SK. Mereka tak kuasa menyembunyikan rasa bahagia dan bangga atas amanah baru yang kini mereka sandang. Dengan tekad yang kuat, keempat belas ASN PPPK menyatakan komitmennya untuk terus memberikan pelayanan terbaik demi kemajuan pendidikan di MAN Batubara dan institusi Kementerian Agama Keberhasilan ini diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh pendidik dan tenaga kependidikan MAN Batubara agar terus semangat dalam mengabdi, terus meningkatkan kinerja, dan memberikan kontribusi nyata bagi bangsa dan negara. (MI)