Batubara (Humas). Pelaksanaan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) tahun 2025 di MAN Batubara berlangsung lancar dan kondusif. Kegiatan yang dilaksanakan selama empat hari mulai Senin (04/08) ini diikuti oleh puluhan siswa kelas XI yang terpilih sebagai peserta utama. Mereka mengikuti asesmen dalam dua sesi setiap harinya, bertempat di ruang laboratorium komputer madrasah. Kegiatan yang merupakan bagian dari program nasional Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) tersebut, bertujuan mengevaluasi mutu pendidikan secara menyeluruh, tidak lagi hanya berdasarkan nilai akademik, tetapi juga kompetensi esensial seperti literasi, numerasi, serta karakter siswa. Kepala MAN Batubara Erwin Parlindungan Nst, S.Ag.,MM dalam keterangannya menyampaikan bahwa, pihak madrasah telah menyiapkan segala aspek pelaksanaan ANBK dengan matang. “Persiapan sudah kami lakukan sejak pertengahan Juli, mulai dari pembentukan panitia, penunjukan proktor dan teknisi, hingga pelatihan siswa melalui simulasi dan gladi bersih. Kami ingin memastikan bahwa pelaksanaan berjalan lancar tanpa kendala,” ucapnya. Dalam pelaksanaan hari pertama, sebanyak 45 siswa utama dan 5 siswa cadangan hadir tepat waktu dan langsung diarahkan oleh panitia ke ruang asesmen. Kegiatan diawali dengan login sistem, verifikasi identitas peserta, dan dilanjutkan dengan asesmen literasi selama 90 menit. Sesi kedua dilaksanakan setelah istirahat, dengan materi asesmen karakter dan survei lingkungan belajar. Koordinator Proktor MAN Batubara Mhd. Ardiyansyah, S.Pd.I menjelaskan bahwa, pelaksanaan sesi pertama berlangsung cukup lancar meskipun sempat terjadi sedikit gangguan jaringan pada salah satu komputer. Namun kendala tersebut segera diatasi oleh tim teknisi tanpa mengganggu jalannya asesmen secara keseluruhan. “Alhamdulillah siswa tenang dan kooperatif. Kami selalu menyiapkan cadangan perangkat dan koneksi internet. Kami juga sudah terbiasa menghadapi situasi seperti ini dari pengalaman ANBK tahun-tahun sebelumnya,” terang Ardi. Para siswa yang mengikuti ANBK terlihat antusias dan tidak merasa terbebani. Salah seorang peserta mengaku bahwa, soal-soal yang diujikan lebih menekankan pada pemahaman dan nalar dibandingkan hafalan. “Saya justru lebih suka soal seperti ini, karena menantang kita berpikir logis. Kalau sudah pernah latihan, jadi lebih siap,” ujarnya. Hal senada disampaikan oleh WKM Kurikulum Muhammad,S.Ag yang menekankan bahwa, ANBK bukan ujian kelulusan, tetapi alat ukur untuk melihat sejauh mana pendidikan di madrasah telah menyentuh aspek esensial pembelajaran. “Kami akan menjadikan hasil asesmen ini sebagai bahan evaluasi dan pemetaan program pengembangan mutu di tahun berikutnya,” katanya. Menurut data dari panitia pelaksana, asesmen hari kedua akan memuat soal numerasi serta lanjutan survei karakter. Semua peserta telah dijadwalkan mengikuti asesmen sesuai sesi dan protokol teknis yang berlaku. Pihak madrasah berharap seluruh proses dapat dituntaskan dengan baik dan menjadi cermin bagi pengembangan mutu pendidikan berbasis data. Hingga berita ini diturunkan, pelaksanaan ANBK di MAN Batubara berlangsung tanpa kendala besar. Madrasah pun menyampaikan harapan agar seluruh siswa dapat menyelesaikan asesmen dengan hasil terbaik serta menjadikan ANBK sebagai momen reflektif untuk tumbuh lebih baik, baik secara akademik maupun karakter. (MI)
MAN Batubara Bersama Komite Gandeng Orang Tua Siswa Perkuat Pemahaman Tata Tertib Madrasah
Batubara (Humas). Dalam rangka mempererat hubungan komunikasi antara madrasah, komite sekolah, dan orang tua siswa, Madrasah Aliyah Negeri Batubara mengadakan kegiatan silaturahmi yang dirangkai dengan penyampaian dan penegasan tata tertib madrasah, Rabu (30/07) bertempat di aula MAN Batubara dan dihadiri oleh Kepala Madrasah, WKM, dewan guru, pengurus komite, serta para orang tua siswa dari kelas X (sepuluh). Kegiatan ini menjadi momen penting bagi madrasah untuk membangun kolaborasi yang harmonis antara seluruh elemen pendukung pendidikan, khususnya dalam menciptakan lingkungan belajar yang disiplin, aman, dan kondusif bagi perkembangan peserta didik. Kepala MAN Batubara Erwin Parlindungan Nst, S.Ag.,MM dalam sambutannya menekankan bahwa, keberhasilan pendidikan tidak hanya terletak pada proses pembelajaran di kelas, tetapi juga pada sinergi antara guru, komite, dan orang tua. “Silaturahmi ini bukan hanya sebagai ajang temu wicara, tetapi sebagai wadah untuk menyamakan persepsi. Kami ingin memastikan bahwa antara madrasah dan orang tua memiliki pandangan yang sama dalam mendidik anak-anak, terutama dalam hal kedisiplinan dan pembentukan karakter,” ujarnya. Acara kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi tentang tata tertib siswa oleh Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan. Dalam pemaparannya, dijelaskan secara rinci berbagai aturan yang wajib dipatuhi oleh siswa, mulai dari ketepatan waktu kehadiran, penggunaan seragam sesuai jadwal, larangan memainkan gawai saat pelajaran, hingga sanksi terhadap pelanggaran yang dilakukan siswa. Pemaparan ini disambut antusias oleh para orang tua, yang kemudian diberikan kesempatan untuk berdialog langsung dengan pihak madrasah. Beberapa orang tua menyampaikan pertanyaan dan memberikan masukan, terutama mengenai kebijakan penggunaan gawai dan strategi pencegahan perilaku menyimpang di lingkungan madrasah. Ketua Komite MAN Batubara Irmawan Mukhlis dalam sambutannya menegaskan pentingnya keterlibatan aktif orang tua dalam mendukung kebijakan madrasah. “Komite tidak bisa bekerja sendiri, dan madrasah tidak bisa berjalan sendiri. Hanya dengan kebersamaan dan saling pengertian kita bisa menciptakan suasana belajar yang ideal. Mari kita saling mendukung demi kebaikan anak-anak kita,” ungkapnya. Menurutnya, salah satu tantangan terbesar dalam pendidikan saat ini adalah pengaruh negatif dari luar lingkungan madrasah, terutama dari media sosial. Oleh karena itu, kerja sama yang erat antara rumah dan madrasah menjadi kunci utama dalam membentengi siswa dari perilaku menyimpang. Kegiatan silaturahmi ini juga menjadi ajang penyampaian beberapa program madrasah, termasuk layanan bimbingan konseling, pembinaan ekstrakurikuler, serta pelaksanaan kegiatan-kegiatan penunjang karakter seperti program keagamaan dan literasi. Para orang tua siswa menyampaikan apresiasi atas keterbukaan pihak madrasah dalam menyampaikan aturan dan harapannya agar forum semacam ini terus diadakan secara berkala. Dengan semangat kebersamaan yang dibangun melalui kegiatan ini, MAN Batubara berharap seluruh komponen pendidikan dapat terus bekerja sama dalam mewujudkan madrasah yang unggul dalam prestasi, kuat dalam karakter, dan berlandaskan nilai-nilai keislaman. (MI)
Fahri Ariansyah, Siswa Terbaik MAN Batubara Siap Kibarkan Merah Putih di Tingkat Kabupaten
Batubara (Humas). Suasana semarak menyelimuti MAN Batubara ketika kabar menggembirakan datang pada Selasa (29/07). Seorang siswa terbaik madrasah Fahri Ariansyah dinyatakan resmi lolos seleksi Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) tingkat Kabupaten Batubara tahun 2025. Pemilihan anggota paskibra bukanlah hal mudah. Proses seleksi berlangsung ketat selama beberapa hari, mencakup berbagai tahapan seperti tes postur tubuh, baris-berbaris, kesehatan, hingga wawasan kebangsaan. Dari puluhan peserta yang berasal dari berbagai SMA dan MA di Batubara, Fahri tampil menonjol dan berhasil merebut hati para pelatih serta tim seleksi. Kepala MAN Batubara Erwin Parlindungan Nst, S.Ag.,MM, menyampaikan rasa bangganya atas capaian tersebut. “Ini merupakan prestasi yang sangat membanggakan bagi madrasah kami. Kami terus mendorong siswa untuk aktif dan berprestasi, baik di bidang akademik maupun non-akademik,” ujarnya. Lebih lanjut, Erwin berharap keberhasilan ini dapat menjadi motivasi bagi siswa lainnya untuk terus mengembangkan potensi diri dan berkontribusi dalam kegiatan nasionalisme seperti paskibra. Menurutnya, pengalaman menjadi anggota paskibra tidak hanya membentuk fisik, tetapi juga karakter, kedisiplinan, dan tanggung jawab. Bagi MAN Batubara, ini bukan hanya soal pencapaian individu, tetapi juga buah dari pembinaan karakter dan kedisiplinan yang konsisten dilakukan di lingkungan madrasah. Menurut WKM Kesiswaan M. Asrul Toni Marpaung, S.H, keterlibatan aktif siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler menjadi salah satu kunci keberhasilan ini. Saat ditemui usai pengumuman, Fahri tampak haru dan penuh semangat. “Saya tidak menyangka bisa sampai sejauh ini. Terima kasih kepada guru pembimbing khususnya Pak Putra pembimbing ekstrakulikuler paskibra MAN Batubara yang terus membimbing dan mendukung saya. Ini bukan akhir, tapi awal dari tanggung jawab yang lebih besar,” ucapnya. Diketahui, selama beberapa minggu ke depan, Fahri akan menjalani masa pelatihan intensif sebagai persiapan menjelang upacara Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia, 17 Agustus mendatang, yang akan digelar secara khidmat di Lapangan Kantor Bupati Batubara. Prestasi ini diharapkan menjadi inspirasi bagi siswa lainnya untuk terus berkarya dan berkontribusi dalam membangun semangat nasionalisme di kalangan generasi muda. (MI)
Kepala MAN Batubara Tegaskan Komitmen Kinerja Melalui Rapat Evaluasi
Batubara ( Humas). Dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan pendidikan dan penguatan manajemen kelembagaan, Madrasah Aliyah Negeri Batubara menggelar rapat evaluasi kinerja bagi seluruh pendidik dan tenaga kependidikan, Selasa (29/07) di Ruang Guru MAN Batubara. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Madrasah, seluruh guru, staf tata usaha, serta jajaran manajemen madrasah. Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 10.00 WIB hingga menjelang siang tersebut dipimpin langsung oleh Kepala MAN Batubara Erwin Parlindungan Nst, S.Ag.,MM. Dalam arahannya, beliau menegaskan pentingnya evaluasi sebagai langkah strategis dalam menjaga dan meningkatkan kualitas pendidikan yang diberikan madrasah kepada peserta didik. “Madrasah kita ini bukan hanya tempat mengajar dan belajar, tetapi juga lembaga yang harus terus berkembang secara profesional. Evaluasi bukan untuk mencari kesalahan, melainkan sebagai sarana introspeksi dan perbaikan ke depan,” ungkap Erwin. Dalam rapat tersebut, Kepala Madrasah memaparkan hasil evaluasi kinerja semester genap, serta apa langkah ke depan untuk segala perbaikan madrasah yang mencakup beberapa aspek penting seperti kedisiplinan guru dan pegawai, kehadiran dan ketepatan waktu, kinerja dalam proses pembelajaran, partisipasi dalam kegiatan madrasah, serta penyelesaian administrasi dan laporan tugas. Rapat juga menjadi wadah bagi para guru dan staf untuk menyampaikan masukan dan kendala yang mereka hadapi selama ini. Beberapa guru menyampaikan perlunya peningkatan sarana-prasarana pendukung pembelajaran, penguatan program literasi siswa, serta pengembangan program pengayaan bagi peserta didik berprestasi. Suasana rapat berlangsung terbuka, demokratis, dan penuh semangat kebersamaan. Beberapa usulan langsung mendapat tanggapan positif dari pimpinan madrasah dan direncanakan akan ditindaklanjuti. “Insya Allah, dengan semangat kebersamaan dan niat tulus untuk mendidik generasi, kita bisa membawa MAN Batubara menjadi madrasah yang semakin maju dan berdaya saing,” ucap Kepala Madrasah. Dengan digelarnya evaluasi menyeluruh ini, MAN Batubara berharap dapat terus memperkuat eksistensinya sebagai lembaga pendidikan Islam yang unggul di Kabupaten Batubara, serta berkontribusi nyata dalam mencetak generasi yang cerdas, berakhlak, dan berdaya saing global. (MI)
Menuju ANBK, MAN Batubara Lakukan Gladi Bersih Guna Sukseskan dan Mantapkan Kesiapan Siswa
Batubara (Humas). Pelaksanaan gladi bersih Asesmen Berbasis Komputer (ANBK) tahun 2025 pada hari kedua, Selasa (29/07) di Madrasah Aliyah Negeri Batubara berlangsung dengan lancar dan tertib. Sebanyak 50 siswa/i kelas XI yang menjadi peserta asesmen mengikuti simulasi dengan penuh konsentrasi di ruang laboratorium komputer. Gladi bersih ini bertujuan untuk memastikan kesiapan siswa dan infrastruktur madrasah, mulai dari jaringan internet, perangkat, hingga sistem pelaksanaan asesmen. Kepala MAN Batubara Erwin Parlindungan Nst, S.Ag.,MM menjelaskan bahwa, gladi bersih menjadi bagian penting dari rangkaian persiapan ANBK. “Kegiatan ini bukan hanya untuk melatih teknis siswa dalam menjawab soal di komputer, tetapi juga untuk mengecek kelayakan sarana dan prasarana. Kami juga ingin memastikan semua siswa memahami prosedur pengerjaan dan tidak mengalami kendala teknis saat ANBK sesungguhnya nanti,”ujarnya. ANBK merupakan program evaluasi pendidikan nasional yang menekankan pada tiga aspek utama, yaitu Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), Survei Karakter, dan Survei Lingkungan Belajar. Tidak seperti ujian nasional yang menilai kemampuan individu, ANBK bertujuan memetakan mutu pendidikan di tingkat satuan pendidikan. Selama gladi bersih, siswa mengerjakan soal literasi membaca dan numerasi dengan sistem berbasis komputer. Pihak madrasah telah menyiapkan dua sesi pelaksanaan untuk membagi jumlah peserta demi kelancaran teknis. Teknisi dan proktor yang bertugas juga telah mendapatkan pelatihan khusus agar dapat menangani kendala yang mungkin terjadi. Pelaksanaan gladi bersih ini disambut positif oleh siswa. Salah satu peserta mengaku kegiatan ini membantu dirinya lebih siap. “Saya jadi tahu seperti apa bentuk soal dan bagaimana cara menjawabnya di komputer. Jadi tidak terlalu gugup nanti saat ANBK yang sebenarnya,” ungkapnya. Dengan selesainya gladi bersih ini, madrasah dinyatakan siap mengikuti ANBK sesuai jadwal nasional. Kementerian Agama RI berharap melalui asesmen ini, kualitas pendidikan madrasah dapat terus ditingkatkan dan tercermin dalam lingkungan belajar yang lebih baik. (MI)
Gemilang, Siswa/i MAN Batubara Raih Juara di Beragam Kompetisi
Batubara (Humas). Di tengah kesibukan belajar dan rutinitas yang padat, sekelompok siswa/i dari Madrasah Aliyah Negeri Batubara justru menunjukkan bahwa, kerja keras dan semangat juang mampu menghantarkan mereka pada capaian yang membanggakan. Dalam dua pekan terakhir, siswa/i madrasah tersebut sukses membawa pulang sejumlah gelar juara dari berbagai perlombaan bergengsi yang diselenggarakan di tingkat kabupaten hingga provinsi. Pencapaian ini menjadi bukti bahwa, madrasah kini tidak lagi hanya dipandang sebagai lembaga pendidikan keagamaan, tetapi juga sebagai tempat lahirnya generasi muda yang unggul, cerdas, dan multitalenta. Prestasi- prestasi membanggakan tersebut diraih oleh siswa kelas XII IPA 2 yang berhasil meraih juara 1 OSN Kimia tingkat Kabupaten, Putri Zahra Nasution juara 1 OSN Kebumian, Mutiara Elia Sari juara 2 OSN Kebumian, Zaskia Al Khumairah juara 1 OSN Geografi, Nabila Ashadina juara 1 Olimpiade Bahasa Arab (OBA), Nailah Tsabitah Anggraini juara 2 OBA. Siswa/i tersebut akan melanjutkan perjuangannya hingga ke tingkat provinsi dan juga nasional dengan segala persiapan yang matang dan bimbingan yang intensif dari guru pembimbing masing-masing mata pelajaran. Tak hanya di bidang akademik, prestasi membanggakan juga datang dari sanggar tari MAN Batubara. Dalam ajang Mangrove Culture Festival, mereka berhasil meraih juara 1 dan juara 2 pada perlombaan tari kreasi Zapin Melayu. Lomba tersebut berlangsung di Pantai Sejarah Batubara dan diikuti oleh seluruh sekolah/madrasah tingkat SMP dan SMA sederajat yang ada di Kabupaten Batubara. Kepala MAN Batubara Erwin Parlindungan Nst, S.Ag.,MM mengaku bangga atas pencapaian para siswa/inya. “Ini adalah bukti bahwa madrasah tidak hanya unggul dalam pendidikan agama, tapi juga mampu bersaing di bidang akademik, seni, dan keterampilan lainnya. Kami akan terus mendukung dan memfasilitasi pengembangan potensi siswa,” ujarnya. Erwin juga menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh siswa dan guru pembimbing. Dalam sambutannya saat apel pagi, ia menekankan bahwa prestasi ini adalah hasil sinergi antara tekad siswa, pendampingan guru, serta dukungan seluruh civitas madrasah, Selasa (22/07). Rangkaian kemenangan ini bukan hanya menjadi kebanggaan madrasah, tetapi juga membangkitkan semangat belajar siswa lainnya. Pihak madrasah pun telah menyiapkan sesi apresiasi khusus berupa pemberian piagam dan beasiswa prestasi kepada para juara, sebagai bentuk penghargaan dan motivasi bagi seluruh siswa agar terus berkarya. Melalui torehan prestasi di berbagai ajang ini, MAN Batubara kembali menegaskan peran penting madrasah dalam mencetak generasi muda yang berprestasi, berkarakter, dan siap bersaing di tingkat nasional maupun global. (MI)
Madrasah Bangun Budaya Positif Lewat Matsama dan Deklarasi Anti-Bullying
Batubara (Humas). Awali tahun pelajaran baru 2025-2026, Madrasah Aliyah Negeri Batubara langsungkan kegiatan Masa Ta’aruf (Matsama) selama tiga hari, sejak Senin (14/07) hingga Rabu (16/07). Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang pengenalan terhadap lingkungan dan budaya madrasah, tetapi juga menjadi momentum penting bagi seluruh warga madrasah untuk memperkuat komitmen dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan bebas dari segala bentuk perundungan. Puncak kegiatan Matsama diwarnai dengan digelarnya deklarasi anti bullying, yang dibacakan secara serempak oleh perwakilan siswa baru di aula MAN Batubara. Didampingi oleh para pendidik dan tenaga kependidikan, para peserta Matsama menyuarakan ikrar bersama untuk menolak segala bentuk perundungan, baik secara fisik, verbal, psikologis, maupun digital. Tak hanya itu, mereka juga kompak menandatangani spanduk anti bullying yang telah disediakan oleh madrasah. Dalam sambutannya, Kepala MAN Batubara Erwin Parlindungan Nst, S.Ag.,MM menyampaikan bahwa, perundungan adalah ancaman serius bagi kesehatan mental dan perkembangan karakter peserta didik. Ia mengapresiasi kegiatan deklarasi ini sebagai langkah awal untuk membangun lingkungan madrasah yang inklusif dan saling menghargai.“Madrasah harus menjadi rumah kedua yang nyaman bagi seluruh siswa. Kami ingin menciptakan atmosfer belajar yang positif, penuh toleransi, dan jauh dari kekerasan dalam bentuk apa pun. Perundungan tidak boleh mendapat tempat di MAN Batubara,” tegasnya di hadapan seluruh peserta. Erwin juga mengharapkan seluruh rangkaian kegiatan matsama ini berjalan dengan lancar sehingga, setelah Matsama ini selesai nantinya, seluruh peserta didik baru sudah tahu dan mengenal guru dan staf, ekstrakulikuler, juga sarana prasarana yang ada di MAN Batubara. Tak hanya deklarasi, siswa juga mengikuti sesi penyuluhan tentang bahaya perundungan yang dipandu oleh guru Bimbingan Konseling (BK). Dalam sesi tersebut, siswa diajak berdiskusi dan berbagi pengalaman untuk menumbuhkan empati serta cara menghadapi dan melaporkan tindakan perundungan. Menurut Pahlawati guru BK MAN Batubara, perundungan sering kali terjadi secara diam-diam dan tidak terlihat oleh guru. Oleh karena itu, membangun budaya melapor dan saling peduli adalah langkah strategis dalam pencegahannya. “Kami ingin siswa sadar bahwa tidak ada yang boleh merasa takut di sekolah. Baik sebagai korban maupun saksi, semua siswa harus berani bicara dan tahu bahwa pihak madrasah siap melindungi mereka,” ujarnya. Kegiatan matsama ini juga diisi dengan berbagai kegiatan pengenalan seperti tur keliling lingkungan madrasah, pengenalan guru dan staf, simulasi kegiatan belajar, dan pengenalan ekstrakurikuler. Kegiatan ini diharapkan mampu memudahkan proses adaptasi siswa baru dalam menjalani kehidupan di madrasah. Pihak madrasah berharap peserta didik baru tidak hanya mengenal lingkungan sekolah secara fisik, tetapi juga memahami nilai-nilai penting yang dijunjung tinggi oleh MAN Batubara yakni akhlak mulia, toleransi, dan semangat anti-kekerasan. (MI)
Siswi MAN Batubara Raih Juara 3 Fashion Show Daur Ulang dalam Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia
Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh siswi Madrasah Aliyah Negeri Batubara dalam ajang bergengsi fashion show daur ulang yang diselenggarakan oleh Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup Kabupaten Batubara, dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Dalam kompetisi tersebut, Indah yang merupakan tim perwakilan dari MAN Batubara berhasil meraih juara ketiga setelah menampilkan busana kreatif hasil karya kolaborasinya dengan Guru Seni Budaya MAN Batubara Adel Syah Pohan. Busana tersebut diketahui terbuat dari bahan-bahan bekas yang disulap menjadi kostum bernilai seni tinggi. Acara yang digelar oleh Dinas Lingkungan Hidup itu berlangsung di Pantai Sejarah Kabupaten Batubara dan diikuti oleh puluhan peserta dari berbagai sekolah menengah atas sederajat. Dengan mengusung tema “Jaga dan Pelihara Lingkungan”, kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya kalangan pelajar, akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan dan mengelola sampah dengan bijak. Dalam lomba tersebut, tim dari MAN Batubara menampilkan busana unik yang seluruhnya terbuat dari bahan daur ulang, seperti plastik bekas, bungkus makanan, karung goni, kertas majalah, hingga tutup botol. Dengan kreativitas tinggi, bahan-bahan yang kerap dianggap sebagai limbah itu disulap menjadi busana modis dengan sentuhan artistik yang memukau para juri dan penonton. Kepala MAN Batubara Erwin parlindungan Nst, S.Ag.,MM mengungkapkan rasa bangga dan haru atas prestasi yang diraih oleh siswinya. “Kami sangat bangga atas pencapaian ini, selain menunjukkan bakat dan kreativitas siswa, keikutsertaan mereka juga menjadi wujud nyata kepedulian terhadap isu lingkungan. Semoga prestasi ini menjadi motivasi bagi seluruh warga madrasah untuk terus berkarya dan peduli terhadap bumi kita. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada Bapak Adel Guru Seni Budaya MAN Batubara yang ikut bekerja sama membantu siswi kita untuk tampil memukau dengan kostum daur ulang tersebut,” Kamis (03/07). Tidak hanya menjadi ajang unjuk kreativitas, kompetisi ini juga menjadi sarana edukasi bagi para pelajar tentang pentingnya memanfaatkan limbah menjadi sesuatu yang bermanfaat. Para juri yang berasal dari kalangan desainer dan aktivis lingkungan pun memberikan apresiasi tinggi atas inovasi yang ditunjukkan para peserta. Kepala Dinas Lingkungan Hidup, dalam sambutannya berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan sebagai upaya membangun kesadaran generasi muda terhadap pentingnya menjaga lingkungan. “Anak-anak muda adalah ujung tombak perubahan. Melalui kegiatan kreatif seperti ini, kita bisa membuktikan bahwa peduli lingkungan itu bisa dimulai dari hal-hal sederhana, salah satunya adalah memanfaatkan sampah menjadi karya seni,” ujarnya. Salah satu anggota tim perwakilan MAN Batubara, Indah, mengaku sangat bersyukur atas pencapaian tersebut. Ia bercerita bahwa persiapan lomba sudah dilakukan jauh-jauh hari, mulai dari pengumpulan bahan, perancangan konsep, hingga proses pembuatan busana yang memakan waktu hingga dua minggu. “Kami bekerja sama dalam tim, saling memberi ide, dan belajar banyak hal baru. Ternyata dari limbah yang tidak terpakai, kita bisa menghasilkan sesuatu yang bernilai tinggi,” tutur Indah. (MI)
Vidio Edukatif Siswa MAN Batubara Berhasil Menangkan Lomba Peringatan HANI 2025
Batubara (Humas). Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh Madrasah Aliyah Negeri Batubara. Dalam rangka memperingati Hari Narkotika Internasional (HANI) 2025, madrasah yang berada di bawah naungan Kementerian Agama ini berhasil meraih Juara 3 dalam ajang lomba video pendek bertema “Hindari Narkoba, Cerdaskan Generasai Muda” yang diselenggarakan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Batu Bara, Kamis (26/06). Lomba ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan internasional yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap bahaya penyalahgunaan narkoba. Ratusan peserta dari berbagai sekolah dan madrasah tingkat SMP dan SMA sederajat di seluruh Kabupaten Batu Bara turut ambil bagian dalam ajang bergengsi ini, dengan menampilkan karya-karya kreatifnya masing-masing. MAN Batubara melalui tim kreatif siswa-siswi yang tergabung dalam kelas XI-2 berhasil mencuri perhatian dewan juri lewat video yang mereka kirim melalui situs resmi form pendaftaran. Video yang berdurasi tujuh menit tersebut mengisahkan perjuangan seorang remaja dalam menghadapi tekanan lingkungan dan godaan narkoba, serta bagaimana pendidikan dan dukungan keluarga mampu menjadi benteng terakhir dalam menyelamatkan masa depan generasi muda. Dalam penilaian akhir, video tersebut dinilai unggul dalam beberapa aspek, di antaranya kekuatan narasi, pesan moral yang kuat, sinematografi yang rapi, dan kesesuaian tema. Tim juri yang terdiri dari profesional di bidang perfilman, kesehatan masyarakat, dan pendidikan memberikan apresiasi tinggi terhadap pendekatan emosional dan edukatif yang diangkat oleh siswa-siswi MAN Batubara. Kepala MAN Batubara Erwin Parlindungan Nst, S.Ag.,MM mengungkapkan rasa syukurnya atas prestasi yang diraih. “Kami sangat bersyukur atas pencapaian ini, Bukan hanya karena berhasil membawa nama baik madrasah, tetapi juga karena anak-anak kami telah berhasil menyampaikan pesan penting untuk menjauhi narkoba melalui cara yang kreatif dan menyentuh.” Lebih lanjut, Erwin juga menyampaikan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari kerja keras para siswa, bimbingan guru pembina, serta dukungan seluruh civitas akademika MAN Batubara. “Ini adalah bukti bahwa pendidikan karakter dan kreativitas bisa berjalan seiring. Kami akan terus mendukung kegiatan-kegiatan positif seperti ini untuk membentuk generasi yang cerdas, kritis, dan bermoral tinggi,” ujarnya. Sementara itu, salah satu anggota tim kreatif video pendek Imam Sohib Alhadi menyatakan bahwa, proses pembuatan video tidak hanya menjadi ajang unjuk bakat, tetapi juga proses pembelajaran tentang pentingnya menjaga diri dari pengaruh negatif di sekitar. “Melalui lomba ini, kami jadi lebih sadar bahwa narkoba itu bukan hanya merusak tubuh, tapi juga masa depan. Kami ingin menyampaikan itu lewat video pendek yang sederhana tapi maknanya mendalam,” ujarnya. Kemenangan ini semakin memperkuat posisi MAN Batubara sebagai salah satu madrasah yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga aktif berpartisipasi dalam gerakan sosial dan kemanusiaan melalui karya nyata. Melalui prestasi ini, MAN Batubara berharap bisa terus menginspirasi generasi muda Indonesia untuk menjauhi narkoba, menyuarakan pesan kebaikan, serta membangun masa depan yang lebih cerah dan bebas dari penyalahgunaan zat berbahaya.
MAN Batubara Gelar Rapat Kenaikan Kelas, Kamad : Transparansi dan Objektivitas Jadi Prioritas
Batubara (Humas). Madrasah Aliyah Negeri Batubara menggelar rapat kenaikan kelas tahun ajaran 2024/2025 dengan penuh keseriusan dan tanggung jawab, Kamis (19/06) di ruang guru. Rapat yang dimulai pukul 09.00 WIB tersebut dihadiri oleh seluruh guru, wali kelas, serta unsur pimpinan madrasah yang juga termasuk Kepala MAN Batubara Erwin Parlindungan Nst, S.Ag.,MM. Berlangsung dalam situasi terbuka namun tetap menjaga objektivitas, tiap wali kelas memaparkan data siswa secara individual, termasuk nilai rapor, catatan kehadiran, hasil observasi sikap, dan keterlibatan dalam kegiatan intra maupun ekstrakulikuler. Dalam sambutannya, Kepala MAN Batubara Erwin Parlindungan Nst, S.Ag.,MM menekankan pentingnya keadilan dan objektivitas dalam menentukan siswa yang layak naik kelas.”Keputusan kenaikan kelas tentunya harus mengedepankan profesionalisme, dan memperhatikan perkembangan karakter siswa secara menyeluruh. Madrasah ini bukan hanya sekadar tempat mentransfer ilmu, tapi juga sebagai wadah pembinaan akhlak. Saya berharap kenaikan kelas bukan hanya karena nilai angka, melainkan hasil dari proses tumbuhnya tanggung jawab, kedisipilanan, dan juga etika siswa,” ucapnya. Lebih lanjut, tiap wali kelas menyampaikan laporan individu siswa berdasarkan rekapitulasi nilai dari seluruh mata pelajaran yang diperoleh melalui sistem penilaian berbasis kurikulum merdeka. Rapat yang mengarah ke disukusi tersebut berlangsung aktif, terutama saat membahas siswa dengan catatan akademik atau kedisipinan yang masih perlu perhatian khusus. Tak hanya itu, seluruh guru termasuk guru bimbingan konseling juga turut angkat bicara terkait siswa yang mengalami kendala belajar selama semester ini, dan mencari solusinya untuk diterapkan di semester berikutnya. WKM Bidang Akademik Muhammad, S.Ag menegaskan bahwa, hasil rapat ini akan menjadi rujukan utama dalam penyusunan rapor dan perencanaan program pengembangan siswa. “Ini bukan hanya terfokus pada kenaikan kelas, tapi juga bagaimana mempersiapkan mereka para siswa untuk lebih baik di tahun ajaran berikutnya.” Dengan digelarnya rapat ini, MAN Batubara menunjukkan komitmennya dalam memastikan bahwa setiap proses pendidikan berjalan dengan landasan evaluasi yang objektif, dan berorientasi pada pembentukan karakter serta peningkatan kualitas akademik peserta didik. Selain keputusan kenaikan kelas, rapat tersebut juga membahas evaluasi pelaksanaan program unggulan madrasah. Kepala MAN Batubara berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan sesuai dengan visi misi madrasah. (MI)