Batubara (Humas). Di balik seragam rapi dan suasana religius MAN Batubara, dua siswa tengah bersiap menorehkan sejarah. Mereka bukan hanya pelajar biasa, tetapi calon-calon ilmuwan muda yang akan mewakili madrasahnya dalam ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat provinsi tahun 2025, Kamis (21/8). Di tengah hiruk pikuk persiapan ujian dan kegiatan rutin madrasah, keduanya sibuk dengan sesuatu yang lebih besar, mewakili sekolah mereka dalam ajang OSN tingkat provinsi. Ali Hakim Hasibuan dan Zaskya Al Khumaira, siswa kelas XI yang dikenal rendah hati dan rajin, bukan hanya menjadi kebanggaan teman-teman sekelasnya. Kini, mereka juga menjadi wajah madrasah dalam lomba akademik paling bergengsi di Indonesia.Kimia dan Geografi mungkin terdengar seperti mata pelajaran biasa bagi sebagian siswa. Namun bagi mereka berdua, masing-masing punya arti yang dalam. Ali menyukai Kimia karena ketertarikannya pada reaksi dan eksperimen. Sedangkan Zaskya Al Khumaira mengaku jatuh cinta pada Geografi karena ia menggemari peta dan fenomena alam, keduanya telah melewati seleksi ketat di tingkat kabupaten. Kini, mereka melangkah lebih jauh, membawa harapan besar dari guru, orang tua, dan teman-temannya. Perjalanan mereka tidak mudah. Seleksi OSN tingkat kabupaten telah mereka lewati dengan perjuangan dan belajar keras. Di saat teman-teman lain pulang, mereka memilih tinggal lebih lama di madrasah, berdiskusi dengan guru pembimbing, menyelami materi tingkat lanjut, dan berlatih soal-soal yang menantang. Tantangan tidak sedikit, mulai dari materi yang kompleks hingga manajemen waktu antara pelajaran reguler dan persiapan OSN. Namun, semangat mereka tak pernah surut. Guru pembimbing mereka, Erwinsyah guru Kimia dan Suprianto guru Geografi menyebut semangat keduanya sebagai sesuatu yang langka. “Mereka bukan hanya pintar, tapi juga punya kemauan kuat dan rasa ingin tahu yang tinggi. Itu modal utama di OSN,” ujar Suprianto. Dukungan penuh juga datang dari Kepala MAN Batubara Erwin Parlindungan Nst, S.Ag.,MM. Menurutnya, keberhasilan anak didiknya melaju ke tingkat provinsi membuktikan bahwa madrasah mampu mencetak siswa-siswa unggul di bidang sains. “Kami ingin membuktikan bahwa madrasah bukan hanya kuat di nilai-nilai agama, tapi juga di bidang akademik umum,” tegasnya. OSN tingkat provinsi akan mempertemukan para siswa terbaik dari seluruh kabupaten dan kota. Persaingan tentu tidak mudah, namun semangat mereka tidak surut. Mereka tidak hanya membawa nama pribadi, tapi juga harapan besar dari keluarga, madrasah, dan teman-teman yang setiap hari menyemangati mereka. OSN tingkat provinsi adalah pintu gerbang menuju tingkat nasional. Meski persaingan ketat, Ali dan Zaskya siap memberikan yang terbaik. Bagi mereka, ini lebih dari sekadar lomba, ini adalah perjalanan menantang diri, memperluas wawasan, dan membuktikan kemampuan sebagai generasi muda madrasah yang unggul. (MI)
Kepala MAN Batubara Beri Apresiasi Anggota Paskibra, Simbol Disiplin dan Prestasi
Batubara (Humas). Suasana penuh kebanggaan terasa di Madrasah Aliyah Negeri Batubara ketika Kepala Madrasah memberikan apresiasi khusus kepada para siswa/i yang berhasil menjadi anggota Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) Kabupaten pada peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia tahun ini, Kamis (21/8) Mereka yang terpilih bukan hanya mewakili madrasah, tetapi juga menjadi simbol kebanggaan madrasah di tengah masyarakat. Pasalnya, proses seleksi Paskibra dikenal cukup ketat, membutuhkan fisik yang prima, mental yang tangguh, serta kedisiplinan tinggi. Fakta bahwa beberapa siswa madrasah berhasil lolos seleksi hingga dipercaya mengibarkan Sang Saka Merah Putih di momen bersejarah merupakan prestasi tersendiri. Dalam bincangnya, Kepala MAN Batubara Erwin Parlindungan Nst, S.Ag.,MM menyampaikan bahwa prestasi ini harus menjadi inspirasi bagi seluruh siswa.“Menjadi anggota Paskibra bukan hanya sebuah kebanggaan, tetapi juga tanggung jawab besar. Kalian sudah menunjukkan kedisiplinan, keteguhan, dan rasa cinta tanah air yang luar biasa. Saya selaku pimpinan di MAN Batubara ini sangat bangga dan mengapresiasi dedikasi kalian,” ujarnya dengan penuh haru. Erwin juga menambahkan bahwa pengalaman sebagai anggota Paskibra tidak hanya sebatas menjalankan tugas pengibaran bendera. Lebih dari itu, Paskibra adalah wadah pembinaan karakter yang melatih mental, membentuk jiwa kepemimpinan, membiasakan kerjasama tim, serta menanamkan rasa hormat terhadap perjuangan para pahlawan bangsa.“Semoga pengalaman ini tidak berhenti di sini, tetapi menjadi bekal berharga untuk masa depan kalian. Kita butuh generasi muda yang disiplin, berintegritas, dan memiliki semangat nasionalisme,” lanjutnya. Ucapan selamat dan apresiasi dari Kepala MAN Batubara disambut hangat oleh para siswa anggota Paskibra. Mereka pun tak dapat menyembunyikan rasa syukur atas kesempatan yang telah diberikan. Salah seorang anggota Paskibra Fahri, mengungkapkan perasaan bangganya.“Ini pengalaman yang sangat berkesan. Awalnya memang berat karena latihan sangat disiplin, tapi ketika bendera Merah Putih berkibar, semua lelah terbayar. Kami berterima kasih atas doa dan dukungan madrasah yang selalu memberi semangat,” tuturnya. Tak hanya itu, apresiasi juga datang dari teman-teman seangkatan yang merasa bangga melihat rekan mereka tampil di panggung kehormatan. Kehadiran siswa MAN Batubara sebagai bagian dari Paskibra dianggap sebagai bukti nyata bahwa madrasah mampu mencetak generasi unggul, bukan hanya dalam bidang akademik, tetapi juga dalam bidang non-akademik dan pembentukan karakter. Kepala Madrasah menutup apresiasinya dengan harapan agar capaian ini bisa menjadi motivasi bagi siswa lainnya. “Madrasah akan terus mendorong dan mendukung siswa untuk berprestasi di berbagai bidang. Kita ingin melahirkan generasi madrasah yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berakhlak mulia dan siap berkontribusi bagi bangsa dan negara,” tegasnya. Apresiasi ini menjadi penegas bahwa madrasah memiliki peran besar dalam membentuk generasi yang unggul, disiplin, serta cinta tanah air. Paskibra hanyalah salah satu contoh nyata, bahwa siswa madrasah mampu bersaing dan berkiprah dalam panggung kehormatan nasional. (MI)
Kunjungi MAN Batubara, Dinkes Kabupaten Batubara Lakukan Cek Kesehatan Gratis Untuk Siswa
Batubara (Humas). Dinas Kesehatan Kabupaten Batubara kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap generasi muda dengan mengadakan pemeriksaan kesehatan gratis bagi siswa madrasah. Kegiatan yang digelar pada Kamis (21/8) ini berlangsung di aula madrasah dan diikuti dengan antusias oleh ratusan siswa dari berbagai tingkatan kelas. Sejak pagi, para siswa sudah berbaris rapi menunggu giliran untuk diperiksa. Tim medis dari Dinkes Kabupaten hadir dengan perlengkapan kesehatan, mulai dari alat ukur tinggi dan berat badan, tensimeter, hingga peralatan untuk pemeriksaan gigi dan mata. Tidak hanya itu, pemeriksaan anemia sederhana juga dilakukan untuk mendeteksi dini potensi kekurangan zat besi yang kerap dialami remaja. Kepala Madrasah Erwin Parlindungan Nst, S.Ag.,MM dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas inisiatif dan kunjungan Dinkes. “Kami menyambut baik program ini karena kesehatan peserta didik merupakan faktor utama penunjang prestasi belajar. Dengan adanya pemeriksaan rutin seperti ini, sekolah terbantu dalam mendeteksi sejak dini masalah kesehatan siswa,” ungkapnya. Pihak Dinkes melalui salah satu petugas kesehatan menjelaskan bahwa, kegiatan ini merupakan bagian dari program pelayanan kesehatan anak usia sekolah. “Kami ingin memastikan anak-anak madrasah tumbuh sehat, terbebas dari penyakit menular, dan memiliki pemahaman tentang pentingnya menjaga kesehatan sejak dini. Pemeriksaan ini juga sekaligus menjadi edukasi agar mereka lebih peduli pada tubuhnya sendiri,” ujarnya. Tidak hanya pemeriksaan, siswa juga mendapatkan penyuluhan singkat mengenai pola hidup bersih dan sehat (PHBS), pentingnya konsumsi makanan bergizi seimbang, serta bahaya kebiasaan buruk seperti merokok. Materi tentang pencegahan stunting serta pentingnya rutin berolahraga pun menjadi topik yang menarik perhatian para siswa. Salah satu siswi kelas X Wildan, mengaku senang bisa ikut dalam pemeriksaan ini. “Biasanya kami jarang sempat periksa kesehatan ke puskesmas karena kesibukan sekolah. Dengan adanya pemeriksaan gratis di madrasah, kami jadi tahu kondisi kesehatan kami sendiri,” katanya sambil tersenyum. Suasana pemeriksaan berjalan lancar dan penuh keakraban. Para siswa tampak antusias mengikuti arahan tenaga medis. Bahkan, beberapa siswa mencatat materi penyuluhan yang disampaikan untuk dibagikan kepada teman dan keluarga di rumah. Dengan adanya kegiatan ini, madrasah berharap para siswa tidak hanya memperoleh manfaat berupa pemeriksaan kesehatan, tetapi juga mampu mengamalkan ilmu tentang pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari. Dinkes Kabupaten pun berkomitmen menjadikan kegiatan serupa sebagai agenda berkelanjutan di berbagai sekolah dan madrasah. “Harapan kami, generasi muda Batubara tumbuh sehat, cerdas, dan berakhlak mulia. Kesehatan yang baik adalah modal utama bagi mereka untuk meraih cita-cita,” tutup Kepala MAN Batubara. (MI)
Kepala MAN Batubara Hadiri Pembinaan ASN Kanwil Kemenag Sumut oleh Menteri Agama RI
Batubara (Humas). Suasana penuh khidmat terasa di aula Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara pada, Rabu (20/8) ketika ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) dari berbagai daerah se-Sumatera Utara berkumpul untuk mengikuti Pembinaan ASN yang secara langsung dihadiri oleh Menteri Agama Republik Indonesia Prof. Dr. KH Nasaruddin Umar, MA. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam upaya memperkuat profesionalisme, integritas, serta pengabdian ASN Kementerian Agama terhadap bangsa dan negara. Kepala MAN Batubara Erwin Parlindungan Nst, S.Ag.,MM turut hadir dalam kegiatan tersebut bersama para pimpinan madrasah lainnya. Kehadirannya bukan sekadar memenuhi undangan, tetapi juga menunjukkan komitmen MAN Batubara untuk senantiasa mendukung program pembinaan yang dicanangkan pemerintah, khususnya dalam meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan di madrasah. Dalam arahannya, Menteri Agama mengajak seluruh ASN untuk memahami etika birokrasi agar seluruhnya memiliki sifat bijaksana dalam bekerja. “Bekerja itu jangan saling tentang, jangan suka mencari-cari kesalahan, bekerjasama adalah kunci sukses tiap pekerjaan,” ujarnya. Nasaruddin Umar juga mengingatkan bahwa, ASN Kemenag harus punya akhlak yang baik dan mampu beradaptasi dengan perubahan zaman, memanfaatkan teknologi, serta terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia agar pelayanan yang diberikan Kementerian Agama ini semakin maksimal. Bagi Kepala MAN Batubara, pembinaan ini menjadi pengalaman berharga. Ia mengungkapkan bahwa pesan-pesan Menteri Agama akan menjadi motivasi bagi dirinya dan seluruh jajaran madrasah dalam melaksanakan tugas. “Kami merasa sangat terinspirasi. Arahan Bapak Menteri semakin menguatkan tekad kami untuk terus memberikan pelayanan terbaik di bidang pendidikan, serta menumbuhkan budaya kerja yang disiplin dan penuh integritas di lingkungan madrasah,” ujarnya. Selain penyampaian arahan, kegiatan pembinaan ini juga diwarnai dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang memungkinkan para ASN menyampaikan aspirasi, pengalaman, maupun kendala yang dihadapi di lapangan. Momen ini menjadi ruang interaktif yang mempertemukan langsung para pegawai dengan pimpinan tertinggi di Kementerian Agama, sehingga tercipta komunikasi yang lebih dekat dan terbuka. Kehadiran Kepala MAN Batubara bersama pimpinan madrasah lainnya menegaskan bahwa madrasah bukan hanya lembaga pendidikan, tetapi juga bagian penting dari sistem birokrasi yang harus dikelola dengan baik. Dengan semangat pembinaan ini, diharapkan para ASN Kemenag, termasuk tenaga pendidik dan kependidikan di madrasah, semakin terpacu untuk menghadirkan kinerja yang unggul, profesional, serta mampu membawa perubahan positif bagi masyarakat. (MI)
Dua Putri Terbaik MAN Batubara Siap Berlaga di OSN Tingkat Provinsi Bidang Kebumian
Batubara (Humas). Semangat juang dan rasa percaya diri terpancar dari wajah Putri Zahra Nasution dan Mutiara Elia Sari siswi MAN Batubara yang terpilih sebagai peserta Olimpiade Sains Nasional (OSN) bidang Kebumian tingkat Provinsi. Setelah melewati tahap seleksi yang ketat di tingkat kabupaten, kini mereka membawa nama madrasah untuk bersaing dengan para pelajar terbaik dari berbagai daerah, Rabu (20/8) di Ruang Laboraturium SMA Negeri Lima Puluh. Olimpiade Sains Nasional merupakan ajang bergengsi yang diselenggarakan oleh Balai Pengembangan Talenta Indonesia (BPTI) dan setiap tahun menjadi sorotan karena mampu melahirkan generasi muda yang unggul dalam bidang sains. Bidang Kebumian sendiri bukanlah tantangan yang mudah, sebab meliputi materi geologi, astronomi, hingga meteorologi yang menuntut pemahaman mendalam dan analisis kritis. Kepala MAN Batubara Erwin Parlindungan Nst, S.Ag.,MM menyampaikan rasa bangga dan apresiasi tinggi kepada siswinya yang berhasil melangkah ke tingkat provinsi. “Keberhasilan ini bukan hanya tentang prestasi individu, tetapi juga menjadi cerminan dari kerja keras seluruh warga madrasah. Kami yakin, dengan doa dan dukungan, siswa kami mampu memberikan hasil terbaik,” ujarnya. Tak hanya dukungan dari pimpinan madrasah, guru pembimbing juga turut memberi semangat. Menurutnya, persiapan dilakukan dengan penuh kesungguhan, mulai dari belajar intensif, mengerjakan soal-soal latihan, hingga diskusi mendalam tentang fenomena kebumian. “Kedua siswi ini sangat tekun dan pantang menyerah. Saya percaya pengalaman OSN ini akan menjadi bekal berharga baginya,” tutur Kamalia selaku guru pembimbing. Sementara itu, teman-teman sekelasnya juga menunjukkan antusiasme tinggi. Mereka ikut memberi motivasi dan doa agar sang wakil madrasah bisa tampil maksimal di ajang provinsi. Bagi mereka, keberhasilan seorang teman adalah kebanggaan bersama yang mengangkat nama baik madrasah. Partisipasi dalam OSN bukan hanya sekadar lomba, melainkan juga wadah untuk mengasah kemampuan berpikir kritis, melatih mental juara, serta memperluas wawasan tentang ilmu pengetahuan. Madrasah berharap prestasi ini dapat menginspirasi siswa lain untuk terus bersemangat dalam belajar dan berkompetisi di berbagai bidang. Dengan dukungan penuh dari seluruh keluarga besar MAN Batubara, harapan besar pun disematkan agar sang peserta mampu menorehkan hasil terbaik di tingkat provinsi, bahkan jika memungkinkan melangkah ke tingkat nasional. Apapun hasilnya, perjuangan ini sudah menjadi kebanggaan dan catatan manis dalam perjalanan prestasi madrasah. (MI)
Penuh Kemeriahan, Madrasah Umumkan Pemenang dan Berikan Hadiah Lomba Kemerdekaan
Batubara (Humas). Kemeriahan peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia masih terasa hangat di lingkungan madrasah. Selasa (19/8), madrasah menggelar acara khusus berupa pengumuman sekaligus penyerahan hadiah kepada para pemenang berbagai lomba yang telah digelar sejak pekan lalu. Ratusan siswa berkumpul di halaman madrasah dengan penuh semangat. Sorak-sorai dan tepuk tangan bergemuruh setiap kali nama pemenang disebutkan oleh pembawa acara. Suasana semakin meriah ketika para juara maju ke depan untuk menerima hadiah berupa piala, piagam penghargaan, serta bingkisan. Kepala MAN Batubara Erwin Parlindungan Nst, S.Ag.,MM dalam sambutannya menegaskan bahwa, kegiatan lomba bukan sekadar mencari siapa yang terbaik, melainkan melatih kerjasama, disiplin, dan sportivitas. “Kami bangga melihat semangat seluruh siswa. Lomba ini mengajarkan kita untuk berjuang dengan jujur dan sportif. Yang menang jangan jemawa, dan yang belum berhasil jangan berkecil hati. Semangat kebersamaan jauh lebih berharga,” ujarnya di hadapan seluruh siswa, guru, dan staf madrasah. Berbagai lomba yang dilaksanakan tahun ini antara lain lomba estafet gerobak dorong, estafet sarung, estafet tepung dan karet, estafet balap goni, lomba kepala tangkap ekor, lomba online short film, lomba memasak pudding, parade paskibra, dan lomba kebersihan antar kelas.. Setiap kelas menurunkan wakil terbaik mereka sehingga suasana persaingan berlangsung seru namun tetap penuh kekeluargaan. WKM Kesiswaan M. Asrul Toni Marpaung menambahkan bahwa, lomba-lomba ini juga menjadi sarana menumbuhkan rasa nasionalisme di kalangan pelajar. “Kami ingin anak-anak merasakan semangat perjuangan para pahlawan melalui kompetisi yang sehat. Kemenangan sejati adalah ketika mereka belajar nilai persatuan,” ujarnya. Acara penyerahan hadiah ini sekaligus menjadi penutup rangkaian kegiatan lomba 17 Agustus di madrasah. Seluruh siswa terlihat gembira, baik yang meraih juara maupun tidak, karena kegiatan ini membawa suasana kebersamaan yang sulit dilupakan. Dengan adanya kegiatan seperti ini, madrasah berharap dapat terus menanamkan semangat kebangsaan, kebersamaan, dan persaudaraan di kalangan generasi muda, sehingga mereka tumbuh menjadi pribadi yang cinta tanah air sekaligus berkarakter kuat. (MI)
Generasi Muda Tunjukkan Patriotisme, Marching Band MAN Batubara Sukses Gemakan Indonesia Raya
Batubara (Humas). Peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 di Kabupaten Batubara berlangsung khidmat dan meriah. Salah satu momen yang paling berkesan adalah ketika marching band dari Madrasah Aliyah Negeri Batubara tampil membawakan lagu kebangsaan Indonesia Raya untuk mengiringi pengibaran bendera merah putih, Minggu (17/8). Dengan seragam rapi nuansa Kementerian Agama yaitu hijau kombinasi hitam, dan dipadukan topi khas marching band, para siswa tampil penuh percaya diri. Suara perkusi, terompet, dan klarinet berpadu harmonis mengalun mengiringi sang saka yang perlahan dikibarkan oleh pasukan pengibar bendera. Hadirin yang terdiri dari para pejabat, guru, siswa, serta masyarakat tampak berdiri tegap, menyanyikan Indonesia Raya dengan penuh semangat kebangsaan. Kepala MAN Batubara Erwin Parlindungan Nst, S.Ag.,MM dalam sambutannya, menyampaikan rasa syukur dan bangga atas penampilan siswanya. “Kehadiran marching band ini bukan hanya sekadar hiburan, melainkan sebuah bentuk nyata kedisiplinan, kerja keras, dan cinta tanah air. Anak-anak kita telah berlatih berbulan-bulan agar dapat tampil maksimal di momen bersejarah ini,” ujarnya. Diketahui, latihan intensif memang sudah dilakukan jauh-jauh hari sebelum peringatan HUT RI. Setiap sore, halaman madrasah dipenuhi dentuman drum dan alunan terompet. Meski terik matahari menyengat, para siswa tetap bersemangat berlatih. “Capek itu pasti, tapi rasa bangga bisa mengiringi lagu Indonesia Raya membuat semua lelah terbayar,” tutur salah seorang pemain marching band MAN Batubara. Tak hanya siswa, para pelatih dan guru pendamping juga memberikan perhatian penuh. Mereka mengatur formasi barisan, memperbaiki tempo musik, hingga memastikan setiap nada dimainkan dengan sempurna. Dukungan penuh dari pihak madrasah dan orang tua semakin menambah semangat para anggota marching band untuk memberikan penampilan terbaik. Penampilan marching band MAN Batubara pun mendapat sambutan hangat. Sejumlah orang tua yang hadir terlihat terharu menyaksikan anak-anak mereka tampil di hadapan ribuan peserta upacara. Bahkan, beberapa tamu undangan memberikan tepuk tangan meriah setelah pengibaran bendera selesai. Selain marching band, peringatan HUT RI ke-80 di Batubara juga diwarnai berbagai kegiatan. Namun, kehadiran marching band MAN Batubara tetap menjadi salah satu puncak acara yang meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh masyarakat yang hadir. Dengan semangat yang ditunjukkan para siswa, Erwin berharap marching band ini dapat terus berkembang dan menjadi wadah untuk menyalurkan bakat sekaligus menanamkan nilai kebangsaan kepada generasi muda. “Kemerdekaan ini kita isi dengan karya, dedikasi, dan prestasi. Marching band adalah salah satu bentuk nyata bagaimana siswa bisa berkontribusi mengharumkan nama madrasah dan daerah,” ucapnya. (MI)
HUT RI Semakin Meriah, MAN Batubara Antusias Ikuti Senam di Knator Kemenag
Batubara (Humas). Dalam rangka memeriahkan HUT ke-80 Republik Indonesia, keluarga besar Kementerian Agama Kabupaten Batubara menggelar kegiatan Senam Kesehatan Jasmani Kerukunan di halaman kantor Kemenag, Jumat (15/08). Kegiatan ini diikuti oleh seluruh satuan kerja di lingkungan Kemenag, termasuk para guru dan tenaga kependidikan dari berbagai madrasah negeri maupun swasta. Sejak pagi, para peserta telah memadati lokasi dengan mengenakan busana olahraga bernuansa merah putih, menambah semarak suasana perayaan kemerdekaan. Instruktur senam memandu gerakan dengan penuh semangat, diiringi musik yang membangkitkan energi dan keceriaan. Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Batubara H.Sakoanda Siregar, S.Ag dalam sambutannya menyampaikan bahwa, kegiatan ini bukan hanya untuk menjaga kesehatan, tetapi juga menjadi simbol persatuan di lingkungan Kemenag. “HUT RI ke-80 adalah momentum untuk memperkuat rasa nasionalisme dan kerukunan. Senam bersama ini menjadi sarana silaturahmi dan kebersamaan antar pegawai Kementerian Agama Kabupaten Batubara,” ujarnya. Perwakilan madrasah, Kepala MAN Batubara Erwin Parlindungan Nst, S. Ag.,MM mengungkapkan rasa bangga dapat berpartisipasi dalam kegiatan ini. “Kami senang dapat ikut memeriahkan kemerdekaan dengan cara yang menyehatkan tubuh dan mempererat tali persaudaraan. Guru dan staf kami pun terlihat antusias karena ini menjadi pengalaman yang menyenangkan sekaligus membangkitkan semangat nasionalisme,” ungkapnya. Usai senam, kegiatan dilanjutkan dengan sarapan bersama dan sesi foto dengan latar spanduk bertuliskan Dirgahayu Republik Indonesia, setelah itu dilanjutkan dengan berbagai perlombaan. Suasana penuh semangat dan keakraban tampak ketika seluruh pegawai saling bercengkerama menandakan terjalinnya hubungan yang harmonis di antara seluruh peserta. Dengan semangat kebersamaan yang tercipta, Kemenag Batubara berharap Senam Kerukunan ini dapat menjadi agenda tahunan yang tidak hanya memeriahkan peringatan kemerdekaan, tetapi juga memperkokoh persatuan dan kesatuan di lingkungan pendidikan madrasah. (MI)
Warna-warni Semarak 17 Agustus, MAN Batubara Rayakan Kemerdekaan Lewat Lomba dan Penampilan Kreatif
Batubara (Humas). Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Madrasah Aliyah Negeri Batubara dipenuhi suasana meriah. Sejak pagi, area madrasah telah berubah menjadi pusat keramaian. Bendera merah putih berkibar di setiap sudut, ditambah dekorasi dari kreasi siswa yang memadukan unsur tradisional dan modern. Sorak-sorai terdengar ketika acara resmi dibuka oleh Kepala MAN Batubara Erwin Parlindungan Nst, S.Ag.,MM. Kamis (14/08). “Peringatan kemerdekaan setiap tanggal 17 Agustus adalah momen penting untuk mengingat kembali perjuangan para pahlawan bangsa yang telah mengorbankan jiwa, raga, dan harta demi kemerdekaan Indonesia. Sebagai generasi penerus, kita memiliki tanggung jawab untuk mengisi kemerdekaan ini dengan prestasi, kreativitas, dan kontribusi positif bagi bangsa dan negara. Kegiatan perlombaan dan penampilan kreatif yang kita adakan hari ini bukan sekadar hiburan. Di dalamnya terkandung nilai-nilai persatuan, sportivitas, kerja sama, dan saling menghargai. Saya bangga melihat antusiasme seluruh warga madrasah dalam mempersiapkan acara ini, mulai dari dekorasi, latihan penampilan, hingga partisipasi dalam lomba-lomba. Semua ini menunjukkan bahwa semangat kebersamaan di MAN Batubara sangat luar biasa. Saya berharap, melalui kegiatan ini kita semakin mempererat tali silaturahmi, menumbuhkan rasa cinta tanah air, serta terus menjaga semangat gotong royong di lingkungan madrasah. Mari kita jadikan peringatan HUT RI ke-80 ini sebagai pengingat bahwa perjuangan belum berakhir, dan tugas kita adalah mengisi kemerdekaan dengan karya nyata.” Ucap Erwin dalam sambutan pembukaan acara. Lapangan madrasah yang menjadi panggung penampilan menjadi pusat perhatian. Perwakilan dari setiap kelas dan ekstrakulikuler menampilkan pertunjukan yang memukau, mulai dari tari daerah, drama perjuangan kemerdekaan, hingga pembacaan puisi dengan tema kemerdekaan. Kreativitas siswa terlihat jelas dalam kostum, tata panggung, dan koreografi yang mereka bawakan. Selain penampilan, semarak 17 Agustus di MAN Batubara juga diisi dengan berbagai perlombaan antar kelas, diantaranya lomba estafet gerobak dorong, estafet sarung, estafet tepung dan karet, estafet balap goni, lomba kepala tangkap ekor, lomba online short film, lomba memasak pudding, parade paskibra, dan lomba kebersihan antar kelas. Perlombaan ini akan berlangsung selama tiga hari. Asrul Toni Marpaung WKM Kesiswaan MAN Batubara menjelaskan bahwa, acara ini dirancang untuk menanamkan semangat kebersamaan sekaligus menumbuhkan rasa nasionalisme di kalangan siswa. “Kami ingin momen ini menjadi pengalaman berharga. Anak-anak tidak hanya belajar tentang sejarah kemerdekaan, tetapi juga mempraktikkan nilai kerja sama, sportivitas, dan saling menghargai,” ujarnya. Perayaan menyambut HUT RI di MAN Batubara tahun ini membuktikan bahwa semangat kemerdekaan dapat diwujudkan dalam bentuk kebersamaan dan kreativitas. Bagi warga madrasah, momen ini tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga sarana mempererat persaudaraan di lingkungan sekolah. (MI)
Siswa/i MAN Batubara Terima Edukasi Mahasiswa KKN UINSU Tentang Anemia dan Pentingnya TTD
Batubara (Humas). Suasana aula Madrasah Aliyah Negeri Batubara tampak berbeda pada Kamis (07/08). Puluhan siswa/i duduk rapi sambil memperhatikan presentasi yang dibawakan oleh sekelompok mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari UINSU. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat mahasiswa KKN yang fokus pada edukasi kesehatan remaja, dengan tema “Mencegah Anemia pada Remaja dan Pentingnya Tablet Tambah Darah (TTD)”. Acara dibuka dengan sambutan dari Kepala MAN Batubara Erwin Parlindungan Nst, S.Ag.,MM yang menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian mahasiswa KKN terhadap kesehatan para siswa/i. “Kegiatan ini sangat bermanfaat, tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga mendorong siswa/i kami untuk membiasakan hidup sehat sejak dini. Pencegahan anemia ini sangat penting, apalagi bagi remaja putri yang rentan mengalaminya,” ujarnya. Dalam materi yang disampaikan, mahasiswa KKN menjelaskan secara rinci apa itu anemia, gejala-gejalanya, serta dampaknya terhadap aktivitas belajar dan kesehatan tubuh. Dijelaskan bahwa anemia merupakan kondisi ketika tubuh kekurangan sel darah merah sehat atau hemoglobin, yang berfungsi membawa oksigen ke seluruh tubuh. Gejala yang sering muncul antara lain mudah lelah, pucat, pusing, dan sulit berkonsentrasi. Salah satu mahasiswi KKN yang menjadi pemateri menegaskan bahwa, remaja putri memiliki risiko lebih tinggi terkena anemia karena kehilangan darah setiap bulan saat menstruasi. “Remaja putri membutuhkan asupan zat besi yang lebih banyak untuk menggantikan sel darah merah yang hilang. Salah satu cara efektif untuk mencegah anemia adalah rutin mengonsumsi tablet tambah darah yang disediakan secara gratis oleh pihak sekolah atau puskesmas,” jelasnya. Selain materi teori, mahasiswa KKN juga mempraktikkan cara mengonsumsi TTD yang benar. Para siswa diberi tips, seperti meminumnya setelah makan untuk menghindari mual, serta mengonsumsi makanan kaya zat besi dan vitamin C untuk membantu penyerapan zat besi secara optimal. Daftar makanan yang dianjurkan pun dibagikan, mulai dari bayam, hati ayam, kacang-kacangan, hingga buah jeruk. Kegiatan semakin interaktif ketika mahasiswa mengajak siswa untuk mengikuti sesi tanya jawab. Banyak remaja putri yang antusias mengajukan pertanyaan, mulai dari efek samping tablet tambah darah hingga bagaimana cara menjaga pola makan agar tubuh tetap sehat. Untuk memotivasi siswa, mahasiswa KKN juga memberikan hadiah kecil bagi penanya terbaik. Sosialisasi ini diakhiri dengan pembagian brosur edukasi dan pesan motivasi agar para siswa menjadi duta kesehatan di lingkungan masing-masing. Harapannya, informasi yang didapat tidak hanya bermanfaat bagi diri sendiri, tetapi juga bisa disebarkan kepada keluarga dan teman sebaya. Mahasiswa KKN berharap kegiatan ini dapat meninggalkan dampak positif jangka panjang. “Kami ingin menanamkan kesadaran bahwa kesehatan adalah modal utama untuk meraih prestasi. Pencegahan anemia sejak remaja akan membantu mereka tumbuh menjadi generasi yang kuat dan produktif,” ujar salah satu dari mereka. Dengan semangat edukasi dan kepedulian, kegiatan ini menjadi bukti bahwa sinergi antara dunia pendidikan dan perguruan tinggi dapat menghasilkan dampak nyata bagi kesehatan generasi muda. (MI)