Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Madrasah Aliyah Negeri Batubara menggelar rangkaian kegiatan keagamaan yang penuh makna. Salah satu momen puncak yang paling dinantikan adalah pengumuman serta pemberian hadiah kepada para pemenang lomba Syahril Qur’an dan Hafidz 2 Juz, yang berlangsung dengan khidmat di halaman utama madrasah pada Sabtu (20/09). Acara ini dihadiri langsung oleh Kepala MAN Batubara, para wakil kepala madrasah, guru, staf, serta seluruh siswa yang dengan antusias menyaksikan jalannya prosesi pengumuman juara. Suasana semakin semarak karena kegiatan tersebut menjadi penutup dari serangkaian lomba islami yang telah digelar sebelumnya dalam rangka memeriahkan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H. Dalam sambutannya, Kepala MAN Batubara Erwin Parlindungan Nst, S.Ag.,MM menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh peserta yang telah menunjukkan dedikasi, semangat, dan kemampuan terbaiknya. Beliau menekankan bahwa lomba ini bukan sekadar ajang mencari pemenang, tetapi juga sebagai sarana meningkatkan kecintaan terhadap Al-Qur’an sekaligus meneladani akhlak Rasulullah SAW. “Melalui kegiatan ini, kita berharap anak-anak madrasah mampu menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup dan menjadikan Rasulullah SAW sebagai teladan dalam sikap, ucapan, serta perbuatan. Bagi yang meraih juara, semoga semakin termotivasi untuk meningkatkan prestasi. Dan bagi yang belum, jangan berkecil hati karena kesempatan untuk terus belajar dan berusaha masih terbuka luas,” ungkap beliau. Pada sesi pengumuman, panitia yang tergabung dalam ekstrakulikuler intra madrasah yaitu OSIM menyebutkan nama-nama siswa yang berhasil meraih prestasi gemilang. Para pemenang lomba Syahril Qur’an dinilai berdasarkan kemampuan dalam penyampaian pesan Al-Qur’an secara kreatif dan komunikatif, sementara peserta lomba Hafidz 2 Juz diukur dari ketepatan, kelancaran, serta hafalan mereka dalam melantunkan ayat suci. Sorak tepuk tangan dari para hadirin pun bergema setiap kali nama juara disebutkan. Setelah itu, satu per satu pemenang dipanggil ke atas panggung untuk menerima hadiah berupa piagam penghargaan, dan bingkisan dari madrasah. Wajah sumringah para siswa yang meraih juara semakin menambah semangat dan kebanggaan tersendiri bagi madrasah. Lebih dari sekadar hadiah, kegiatan ini meninggalkan pesan moral yang dalam bahwa, generasi muda madrasah harus senantiasa mendekatkan diri dengan Al-Qur’an, menjaga hafalan, serta menjadikan nilai-nilai Islam sebagai pegangan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan semangat kebersamaan, seluruh rangkaian kegiatan ditutup dengan doa bersama, memohon keberkahan dan keberlanjutan prestasi anak-anak madrasah di masa yang akan datang. Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di MAN Batubara tahun ini tidak hanya menjadi momentum mengenang kelahiran sang teladan umat, tetapi juga berhasil menumbuhkan semangat keislaman, ukhuwah, serta kebanggaan tersendiri bagi seluruh civitas akademika madrasah. (MI)
Guru dan Tendik MAN Batubara Didorong Jadi Teladan dan Penggerak Perubahan Lewat Sosialisasi SDM
Batubara (Humas). Dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di lingkungan madrasah, para guru dan tenaga kependidikan MAN Batubara mengikuti kegiatan sosialisasi pengembangan SDM dengan tema “Meningkatkan Kapasitas Diri, Maksimal dalam Mengabdi”. Kegiatan ini menghadirkan narasumber istimewa, Prof. Dr. H. Syukri Albani Nasution, M.A, seorang akademisi dan Guru besar UIN Sumatera Utara, Sabtu (20/9). Acara sosialisasi ini menjadi momentum penting bagi seluruh guru dan tendik MAN Batubara untuk memperluas wawasan, menggali ilmu baru, sekaligus memperkuat semangat pengabdian. Dengan suasana penuh antusiasme, seluruh peserta menyimak paparan yang disampaikan Prof. Syukri Albani mengenai pentingnya membangun kapasitas diri secara berkelanjutan. Menurut beliau, guru dan tenaga kependidikan tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pembentuk karakter, teladan, sekaligus penggerak perubahan di tengah masyarakat. “Seorang guru dan tenaga kependidikan harus memiliki komitmen kuat dalam mengembangkan diri. Ketika kapasitas diri terus ditingkatkan, maka pengabdian akan lebih maksimal dan hasilnya dapat dirasakan oleh para siswa serta lingkungan sekitar,” tegas Prof. Syukri Albani dalam penyampaian materinya. Lebih lanjut, beliau menekankan pentingnya membangun pola pikir positif, memperkuat kompetensi, serta menjaga integritas dalam bekerja. Dengan demikian, keberadaan guru dan tendik di madrasah tidak hanya sekadar menjalankan tugas administratif maupun mengajar, melainkan benar-benar menghadirkan perubahan nyata bagi kemajuan pendidikan. Kegiatan ini juga menjadi ajang refleksi bagi para guru dan tendik MAN Batubara untuk menilai sejauh mana kontribusi mereka selama ini, serta apa yang perlu ditingkatkan ke depan. Kepala MAN Batubara Erwin Parlindungan Nst, S.Ag.,MM dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas terselenggaranya kegiatan yang sarat manfaat ini. “Kami berharap setelah mengikuti sosialisasi ini, para guru dan tendik semakin termotivasi untuk meningkatkan kualitas diri, sehingga pengabdian kita di madrasah dapat lebih maksimal dan memberi dampak positif bagi generasi penerus bangsa,” ungkap beliau. Tidak hanya materi yang inspiratif, kegiatan ini juga menghadirkan suasana dialog interaktif. Para peserta diberi kesempatan untuk bertanya langsung kepada narasumber terkait berbagai tantangan yang dihadapi dalam dunia pendidikan saat ini, mulai dari perkembangan teknologi, strategi pembelajaran efektif, hingga manajemen pelayanan pendidikan yang berorientasi pada mutu. Dengan berakhirnya sosialisasi ini, diharapkan seluruh guru dan tendik MAN Batubara membawa pulang semangat baru untuk terus belajar, berkembang, dan berkontribusi dengan sepenuh hati. Tema “Meningkatkan Kapasitas Diri, Maksimal dalam Mengabdi” benar-benar menjadi pesan kuat yang mengakar dalam diri setiap peserta, bahwa pengabdian yang tulus harus diawali dengan kesiapan diri yang matang. (MI)
MAN Batubara Gelar Peringatan Maulid Nabi Bersama Si Kembar Hafidz Qur’an RCTI, Revan dan Revin
Batubara (Humas). Semarak peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di MAN Batubara tahun ini terasa begitu berbeda dan penuh makna. Tidak hanya karena antusiasme seluruh warga madrasah yang hadir, tetapi juga karena kehadiran tamu istimewa, yaitu Ust. KH. Muhammad Fadhli Sudiro, MH. MSQ selaku penceramah, dan si kembar hafidz Qur’an yang dikenal luas dari layar kaca RCTI, yakni Revan dan Revin, Jumat (19/8). Sejak pagi, suasana musholla MAN Batubara yang menjadi tempat digelarnya Maulid Nabi Muhammad SAW sudah dipenuhi siswa, guru, dan tenaga kependidikan. Dekorasi bernuansa islami dan gemuruh shalawat nabi membuat suasana kian khidmat. Senyum dan rasa penasaran terpancar dari wajah para siswa yang menunggu kehadiran Revan dan Revin, sosok muda yang menjadi inspirasi banyak generasi karena kecintaan dan ketekunan mereka dalam menghafal Al-Qur’an. Acara dibuka dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an yang dibacakan oleh siswi MAN Batubara, suara merdunya menggetarkan hati seluruh hadirin, seakan membawa setiap orang untuk semakin dekat dengan kalam Allah. Momen itu menjadi titik awal yang menghangatkan acara dan menegaskan bahwa semangat Maulid Nabi tak lepas dari Al-Qur’an sebagai pedoman hidup umat Islam. Dalam kesempatan tausiyahnya, Ust. KH. Muhammad Fadhli Sudiro, MH. MSQ menyampaikan bahwa kelahiran Nabi Muhammad SAW adalah anugerah terbesar bagi umat manusia. Beliau mengingatkan bahwa peringatan Maulid tidak sekadar seremonial, tetapi harus menjadi momentum untuk meneladani sifat dan akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari. Ustadz juga menekankan pentingnya generasi muda untuk menjaga iman dan akhlak di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks. Ia mengajak para siswa untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup, memperbanyak shalawat, dan terus berbakti kepada orang tua serta guru. Lebih lanjut, Revan dan Revin berbagi pengalaman perjalanan mereka menjadi hafidz Qur’an sejak kecil. Mereka bercerita tentang suka duka saat menghafal, dorongan orang tua, serta pentingnya disiplin dan istiqamah dalam menjaga hafalan. Dengan gaya penyampaian yang ringan, penuh semangat, dan sesuai dengan bahasa anak muda, pesan yang mereka sampaikan mudah diterima oleh para siswa MAN Batubara. “Kita harus menjadikan Al-Qur’an sahabat hidup kita. Tidak ada yang lebih membanggakan daripada bisa hidup bersama ayat-ayat Allah dan berusaha meneladani akhlak Rasulullah SAW,” ungkap Revin yang disambut tepuk tangan meriah para siswa. Kepala MAN Batubara Erwin Parlindungan Nst, S.Ag.,MM dalam sambutannya turut menyampaikan rasa bangga dan syukur atas terlaksananya acara ini. Beliau menekankan bahwa peringatan Maulid Nabi harus dimaknai lebih dari sekadar perayaan tahunan. “Maulid Nabi adalah momentum untuk menanamkan kecintaan kepada Rasulullah sekaligus memperkuat keimanan. Kehadiran Revan dan Revin menjadi motivasi bagi anak-anak kita agar semakin dekat dengan Al-Qur’an dan meneladani Rasulullah dalam setiap aspek kehidupan,” ujarnya. Selain tausiyah, acara juga diisi dengan pembacaan shalawat bersama, penampilan grup hadroh MAN Batubara, serta doa penutup yang dipimpin langsung oleh Ust. KH. Muhammad Fadhli Sudiro, MH. MSQ. Suasana haru menyelimuti ketika doa bersama dipanjatkan, seakan menyatukan hati seluruh warga MAN Batubara dalam satu ikatan ukhuwah dan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW. Bagi para siswa, kehadiran Revan dan Revin tidak hanya menjadi hiburan, melainkan inspirasi nyata. Banyak di antara mereka yang mengungkapkan keinginannya untuk menekuni hafalan Qur’an dan memperdalam ilmu agama setelah mendengar kisah perjuangan keduanya. Peringatan Maulid Nabi di MAN Batubara tahun ini akhirnya menjadi lebih dari sekadar acara seremonial. Ia menjadi ruang pembelajaran, motivasi, sekaligus pengingat bahwa kecintaan kepada Rasulullah SAW dan Al-Qur’an harus terus ditanamkan dalam diri setiap generasi. (MI)
Generasi Berprestasi, 10 Siswa MAN Batubara Siap Bersaing di Ajang OMI Provinsi
Batubara (Humas). Kabar gembira kembali mewarnai dunia pendidikan madrasah, khususnya MAN Batubara. Diketahui,sebanyak 10 orang siswa MAN Batubara resmi dinyatakan lolos Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) tingkat kabupaten, dan akan melanjutkan perjuangan mereka ke tingkat provinsi. Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa semangat belajar dan kerja keras mampu membawa siswa madrasah meraih mimpi besarnya. Seleksi tingkat kabupaten yang telah dilalui bukanlah proses yang mudah. Persaingan ketat, soal-soal dengan tingkat kesulitan tinggi, hingga waktu persiapan yang terbatas menjadi tantangan tersendiri. Namun, dengan dukungan guru pembimbing dan tekad yang kuat, para siswa berhasil menunjukkan kemampuan terbaik mereka. Kepala MAN Batubara Erwin Parlindungan Nst, S.Ag.,MM dalam sambutannya di depan seluruh siswa saat apel pagi berlangsung, Kamis (18/9) mengungkapkan rasa syukur dan bangganya atas pencapaian yang diraih oleh para siswa. “Alhamdulillah, 10 siswa kita berhasil lolos. Ini bukan sekadar prestasi, tetapi juga bukti bahwa MAN Batubara mampu bersaing di ajang akademik bergengsi. Semoga di tingkat provinsi nanti mereka bisa tampil lebih percaya diri dan memberikan hasil yang maksimal,” tuturnya dengan penuh rasa bangga. Keberhasilan ini tentu tidak terlepas dari peran besar para guru pembimbing. Dengan penuh kesabaran, mereka membimbing para siswa, memberikan strategi belajar, hingga terus memotivasi agar anak-anak tidak mudah menyerah. Salah seorang guru pembimbing mengungkapkan, “Kami ingin anak-anak tidak hanya sekadar mengejar kemenangan, tapi juga mendapatkan pengalaman berharga. Di sini mereka belajar disiplin, kerja keras, dan mengatur waktu dengan baik.” Sementara itu, bagi para siswa sendiri, lolos ke tingkat provinsi adalah sebuah kebanggaan sekaligus tantangan baru. Indah, salah satu pesert OMI mata pelajaran Geografi yang berhasil meraih juara 1 mengatakan, “Saya tidak menyangka bisa lolos dan mendapatkan juara 1. Rasanya senang sekali, tapi juga deg-degan menghadapi tingkat provinsi. Semoga saya dan teman-teman lainnya bisa memberikan yang terbaik untuk MAN Batubara.” Kini, sepuluh siswa yang lolos tersebut tengah mempersiapkan diri lebih serius. Mereka mengikuti bimbingan tambahan, mengerjakan soal latihan, hingga berdiskusi kelompok. Semangat mereka semakin besar karena mendapat dukungan penuh dari seluruh warga madrasah. Prestasi ini juga menjadi inspirasi bagi siswa lain. Mereka yang belum berkesempatan mengikuti OMI merasa termotivasi untuk belajar lebih giat agar bisa menorehkan prestasi serupa di masa mendatang. Madrasah pun semakin yakin bahwa keberhasilan 10 siswa ini adalah awal dari lahirnya generasi berprestasi berikutnya. Doa dan harapan terbaik kini dipanjatkan agar para siswa mampu memberikan yang terbaik di tingkat provinsi. Semoga usaha, doa, dan dukungan yang mengiringi langkah mereka berbuah manis dengan prestasi yang membanggakan. (MI) Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.
Dari Madrasah ke Arena Olahraga, MAN Batubara Siap Berlaga di POPDA Tahun 2025
Batubara (Humas). Riuh semangat terasa di lingkungan MAN Batubara ketika kabar gembira datang, sebanyak 70 siswa berbakat terpilih dan dipercaya untuk mewakili madrasah dalam ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Tahun 2025 yang digelar di beberapa lokasi di Kabupaten Batubara. Bagi keluarga besar madrasah, ini bukan sekadar kompetisi, melainkan bukti nyata bahwa potensi siswa MAN Batubara tidak hanya bersinar di bidang akademik, tetapi juga cemerlang di dunia olahraga. POPDA sendiri merupakan ajang olahraga bergengsi yang mempertemukan para pelajar terbaik dari berbagai sekolah dan madrasah. Setiap peserta membawa semangat juang untuk mengharumkan nama lembaga pendidikannya. Keterlibatan siswa MAN Batubara pada POPDA menjadi kebanggaan tersendiri, karena mereka tidak hanya membawa nama baik madrasah, tetapi juga ikut mengharumkan dunia pendidikan Islam dalam kancah olahraga. Para siswa yang mengikuti ajang ini berasal dari berbagai cabang olahraga, mulai dari atletik, tenis meja, takraw, pancake silat, bulu tangkis, dan juga voli. Kepala MAN Batubara Erwin Parlindungan Nst, S.Ag.,MM dalam sambutannya, Selasa (16/9) saat melepas para atlet menekankan bahwa, keikutsertaan siswa dalam POPDA adalah langkah penting untuk membangun karakter. “Olahraga bukan hanya tentang fisik yang kuat, tetapi juga tentang mental yang tangguh, disiplin, dan kejujuran. Kami berharap anak-anak dapat bertanding dengan semangat sportivitas tinggi serta menjaga nama baik madrasah,” tuturnya dengan penuh bangga. Erwin juga menyampaikan apresiasi dan dukungan penuhnya. Ia menegaskan bahwa POPDA bukan sekadar ajang untuk mencari juara, tetapi juga wadah pengembangan potensi, sportivitas, serta pengalaman berharga bagi para siswa. Guru pembimbing olahraga juga memberikan dukungan penuh, mulai dari sesi latihan intensif, penguatan mental, hingga memberikan motivasi sebelum keberangkatan. Dukungan itu membuat para siswa semakin percaya diri menghadapi ajang kompetisi ini. Sementara itu, para siswa yang berangkat mengikuti POPDA mengaku bangga dan termotivasi karena, dukungan dari pihak madrasah, guru, serta teman-teman membuat mereka semakin bersemangat untuk memberikan penampilan terbaik. Bagi para siswa, kesempatan mengikuti POPDA menjadi pengalaman yang berharga. Salah satu peserta dengan wajah penuh antusias menyatakan bahwa, dirinya siap bertanding dengan maksimal. “Saya ingin memberikan yang terbaik untuk MAN Batubara. Bagi saya, menang atau kalah itu biasa, yang penting bisa berjuang dengan sepenuh hati,” ujarnya. Kebersamaan dan dukungan antar siswa juga menjadi energi tersendiri. Suasana madrasah dipenuhi doa dan semangat dari teman-teman yang ikut mendoakan kesuksesan mereka. Keikutsertaan MAN Batubara dalam POPDA 2025 diharapkan tidak berhenti pada sekadar partisipasi. Lebih dari itu, ini adalah langkah awal untuk melahirkan atlet-atlet berprestasi yang mampu bersaing di tingkat provinsi hingga nasional. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi pengingat bahwa pendidikan di madrasah adalah pendidikan yang menyeluruh, membina akal, hati, sekaligus fisik. Dengan semangat, doa, dan kerja keras, siswa MAN Batubara siap membuktikan bahwa mereka bisa bersinar di lapangan olahraga, sama halnya seperti mereka berprestasi di ruang kelas. POPDA 2025 menjadi panggung untuk menyalurkan bakat, menumbuhkan sportivitas, sekaligus mempererat kebanggaan akan identitas sebagai pelajar madrasah. (MI)
Bukitkan Daya Saing, Siswi MAN Batubara Raih Kemenangan di Try Out UTBK
Batubara ( Humas). Kabar gembira kembali datang dari keluarga besar MAN Batubara. Aqila Afifa, salah satu siswi yang duduk di kelas X (sepuluh) digital berhasil menorehkan prestasi luar biasa dalam ajang Try Out Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) tingkat regional yang diadakan oleh Bimbel Pejuang Kampus pada hari Minggu, (31/8) yang lalu. Ajang ini bukanlah lomba biasa, melainkan simulasi akademik bergengsi yang diikuti oleh ratusan siswa SMA/MA sederajat dari tiga kabupaten yaitu Batubara, Asahan, Simalungun, dan 1 Kota Madya yaitu Tanjung Balai. Bersaing dengan peserta dari sekolah-sekolah favorit tentu menjadi tantangan yang tidak mudah. Namun, semangat belajar, doa, serta kerja keras akhirnya berbuah manis. Aqila mampu membuktikan bahwa anak madrasah juga bisa berdiri di barisan terdepan, unggul secara akademik, dan membawa pulang gelar juara. Prestasi ini tidak datang begitu saja. Aqila mengaku sudah menyiapkan diri sejak jauh hari. Mulai dari mengikuti program bimbingan belajar di madrasah, rajin berlatih soal UTBK setiap hari, hingga belajar kelompok bersama teman-teman. “Kami saling mendukung. Kalau ada yang belum paham, kami diskusikan bersama. Guru-guru juga selalu mendampingi dan memberi semangat,” tuturnya dengan penuh rasa syukur. Kepala MAN Batubara Erwin Parlindungan Nst, S.Ag.,MM turut memberikan apresiasi setinggi-tingginya. Dalam sambutannya saat apel pagi hari ini, Kamis (4/9) di depan seluruh siswa/i juga pendidik dan tendik, beliau menyampaikan bahwa capaian ini bukan hanya milik siswa yang berprestasi, melainkan juga kebanggaan seluruh warga madrasah. “Prestasi ini adalah bukti bahwa anak-anak madrasah bisa bersaing dengan sekolah mana pun. Kami berharap semangat ini terus tumbuh, sehingga lebih banyak lagi siswa MAN Batubara yang sukses masuk ke perguruan tinggi negeri terbaik di Indonesia,” ucapnya dengan penuh harapan. Keberhasilan ini memberikan energi positif bagi seluruh siswa/i MAN Batubara. Banyak yang merasa termotivasi untuk lebih giat belajar, mengingat UTBK sesungguhnya sudah semakin dekat. Try out ini seakan menjadi tolok ukur kesiapan, sekaligus ajang pembuktian bahwa kerja keras pasti mendatangkan hasil. Tidak hanya itu, prestasi ini juga mengharumkan nama MAN Batubara di tingkat regional. Dengan capaian ini, MAN Batubara sekali lagi membuktikan eksistensinya di tengah persaingan dunia pendidikan. Bukan hanya unggul dalam bidang keagamaan, tetapi juga kuat dalam aspek akademik, sehingga mampu berdiri sejajar dengan sekolah favorit lainnya di tingkat regional maupun nasional. (MI)
Wujud Kepedulian Bangsa, MAN Batubara Gelar Doa Bersama Demi Indonesia Damai
Batubara (Humas). Di tengah situasi nasional yang sedang ramai dengan berbagai aksi demonstrasi di sejumlah daerah, Madrasah Aliyah Negeri Batubara menggelar doa bersama pada Rabu pagi (3/9). Kegiatan ini menjadi wujud kepedulian warga madrasah untuk mendoakan bangsa agar tetap aman, damai, dan terhindar dari perpecahan. Doa bersama dilaksanakan di halaman madrasah dengan penuh kekhusyukan. Ratusan siswa, guru, serta tenaga kependidikan mengikuti rangkaian kegiatan yang diawali dengan zikir, sholawat, hingga doa khusus untuk keselamatan bangsa. Suasana hening menyelimuti acara ketika doa dipanjatkan agar Indonesia senantiasa diberi ketenangan di tengah dinamika yang sedang terjadi. Kepala MAN Batubara Erwin Parlindungan Nst, S.Ag.,MM dalam sambutannya menegaskan bahwa, doa bersama ini merupakan bentuk kepedulian sekaligus tanggung jawab moral warga madrasah terhadap kondisi bangsa saat ini. “Kita menyadari bahwa kondisi Indonesia sedang diuji dengan maraknya aksi demonstrasi di berbagai wilayah. Perbedaan pendapat adalah hal wajar dalam demokrasi, namun yang terpenting adalah menjaga agar semuanya tetap berlangsung dengan damai, tanpa merusak persatuan. Karena itu, kita mengajak seluruh warga MAN Batubara untuk mendoakan Indonesia agar diberi kedamaian dan persatuan,” ujarnya. Erwin juga menambahkan, generasi muda harus belajar mengambil sikap bijak di tengah situasi seperti ini. “Sebagai siswa madrasah, kalian harus cerdas menyikapi perkembangan bangsa. Jangan mudah terprovokasi, tapi jadilah generasi yang menebarkan semangat damai, persaudaraan, dan persatuan,” tambahnya. Selain doa bersama, kegiatan juga diisi dengan tausiyah singkat yang mengingatkan pentingnya menjaga ukhuwah wathaniyah (persaudaraan sebangsa). Ustad Zainal Arifin yang juga merupakan guru di MAN Batubara menekankan bahwa, bangsa yang besar bukan hanya dibangun dengan kerja keras, tetapi juga dengan kekuatan doa dan rasa persatuan yang kokoh. Para siswa tampak antusias mengikuti acara ini. Mereka berharap doa yang dipanjatkan dapat membawa kebaikan bagi bangsa Indonesia. “Kami ingin Indonesia tetap damai dan bersatu. Semoga dengan doa bersama ini, masyarakat bisa lebih tenang menghadapi situasi yang ada,” ungkap salah seorang siswa. Dengan doa bersama ini, MAN Batubara berharap dapat menanamkan nilai-nilai cinta tanah air, rasa persaudaraan, serta semangat menjaga perdamaian. Warga madrasah percaya bahwa melalui doa dan kebersamaan, bangsa Indonesia akan mampu melewati berbagai ujian dan tetap berdiri kokoh sebagai negara yang rukun dan berdaulat. (MI)
Rakor PHTC: Kepala MAN Batubara Ikut Bahas Renovasi Pendidikan di Sumut
Batubara (Humas). Dalam upaya meningkatkan mutu sarana dan prasarana pendidikan, Kepala MAN Batubara Erwin Parlindungan Nst, S.Ag.,MM turut menghadiri Undangan Rapat Koordinasi Pembahasan Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Provinsi Sumatera Utara yang digelar oleh Kementerian Pekerjaan Umum Direktorat Jenderal Prasarana Strategis di Hotel Emerald Garden, Kamis (28/8) Rapat koordinasi tersebut menghadirkan berbagai kepala madrasah dari kabupaten/kota se-Sumatera Utara, pejabat Kanwil Kemenag, serta tim teknis terkait. Agenda utama difokuskan pada evaluasi kondisi fisik madrasah, penyusunan skema rehabilitasi, dan strategi renovasi yang tepat sasaran sesuai kebutuhan masing-masing satuan pendidikan. Dari 4.800 madrasah yang ada di Sumatera Utara, hanya 40 madrasah yang punya dapat kesempatan menerima bantuan rehabilitasi dan renovasi, salah satunya adalah MAN Batubara. Dalam pertemuan itu, para kepala madrasah diberikan kesempatan untuk memaparkan kondisi riil sarana pendidikan di lembaga masing-masing. Mulai dari ruang kelas yang sudah tidak layak, laboratorium yang minim fasilitas, hingga kebutuhan pembangunan ruang baru agar kegiatan belajar-mengajar berjalan lebih efektif. Erwin menyampaikan bahwa dukungan program PHTC sangat dinantikan, mengingat banyak madrasah di daerah masih menghadapi keterbatasan fasilitas. “Madrasah bukan hanya tempat belajar, tetapi juga pusat pembinaan karakter generasi bangsa. Karena itu, perbaikan infrastruktur sangat penting agar anak-anak bisa belajar dengan nyaman dan penuh semangat,” ungkapnya saat memberi tanggapan dalam rapat. Suasana rapat berjalan aktif dan penuh diskusi konstruktif. Beberapa kepala madrasah mengusulkan adanya prioritas pembangunan ruang kelas baru, sementara yang lain menekankan perbaikan fasilitas sanitasi, perpustakaan, dan laboratorium. Semua masukan tersebut dihimpun untuk dijadikan dasar perencanaan rehabilitasi dan renovasi. Partisipasi aktif kepala madrasah dalam forum ini menjadi bukti keseriusan mereka dalam memperjuangkan peningkatan kualitas pendidikan. Melalui koordinasi ini, diharapkan setiap madrasah mendapatkan porsi rehabilitasi dan renovasi yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Rapat koordinasi tersebut ditutup dengan kesepakatan bersama untuk terus menjalin komunikasi intensif antara madrasah dan pihak Kemenag, sehingga pelaksanaan program rehabilitasi dan renovasi dapat berjalan lancar, transparan, dan tepat guna. (MI) Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.
Dua Siswi MAN Batubara Kibarkan Semangat di Olimpiade Bahasa Arab Tingkat Provinsi
Batubara (Humas). Suasana penuh semangat tampak dari dua siswi MAN Batubara yang kini tengah berjuang mengikuti Olimpiade Bahasa Arab (OBA) tingkat Provinsi Sumatera Utara, Sabtu (23/8) di Medan. Ajang ini menjadi salah satu kompetisi bergengsi yang setiap tahunnya dinantikan, khususnya oleh para pelajar madrasah yang memiliki bakat dan minat mendalam dalam bidang bahasa Arab. OBA bukan hanya sekadar perlombaan akademik, melainkan juga wadah untuk menumbuhkan rasa cinta siswa terhadap bahasa Arab sebagai bahasa ilmu pengetahuan, komunikasi, dan peradaban Islam. Para peserta diuji dalam berbagai keterampilan, mulai dari memahami struktur gramatika, menulis teks bahasa Arab dengan baik, hingga menyampaikan gagasan secara lisan dengan percaya diri. Kepala MAN Batubara Erwin Parlindungan Nst, S.Ag.,MM menuturkan bahwa, keberhasilan dua siswi tersebut melaju ke tingkat provinsi adalah hasil dari kerja keras, bimbingan intensif para guru pembimbing, serta dukungan penuh dari keluarga. “Anak-anak ini telah melewati seleksi di tingkat kabupaten, dan hari ini mereka kembali membawa nama baik madrasah di level provinsi. Harapan kami, mereka bisa tampil maksimal dan, insyaallah, melangkah lebih jauh ke tingkat nasional,” ujar Erwin dengan penuh optimis. Tidak hanya menjadi ajang pembuktian kemampuan, OBA juga menghadirkan suasana kompetisi yang sehat dan penuh persaudaraan antar siswa dari berbagai kabupaten/kota. Ratusan peserta turut serta, menampilkan kemampuan terbaik mereka, sehingga lomba berlangsung kompetitif namun tetap menjunjung tinggi sportivitas. Bagi kedua siswi madrasah tersebut, mengikuti OBA adalah pengalaman berharga yang akan menjadi bekal berharga dalam perjalanan akademik mereka. Selain memperluas wawasan dan keterampilan berbahasa Arab, pengalaman ini juga menjadi motivasi besar untuk terus belajar dan berprestasi di masa depan. Madrasah pun berharap, partisipasi aktif siswanya dalam OBA dapat menginspirasi seluruh warga sekolah untuk semakin mencintai bahasa Arab serta menjadikan madrasah sebagai pusat lahirnya generasi unggul yang berkarakter, berakhlak mulia, dan berwawasan global. (MI)
Hamasah Tampil Gemilang, Sabet Juara Harapan I Festival Hadroh Piala Bupati Batu Bara
Suasana penuh semarak mewarnai Festival Hadroh dalam rangka HUT Kemerdekaan RI ke-80 sekaligus HUT Partai Amanat Nasional (PAN) ke-27 yang digelar di Indrapura, Kabupaten Batubara, Minggu (24/8). Puluhan grup hadroh dari berbagai sekolah, madrasah, pesantren, hingga komunitas masyarakat ikut ambil bagian dalam ajang bergengsi ini. Dalam kompetisi tersebut, grup hadroh Hamasah (Hadroh MAN Batubara Satu Hati) berhasil meraih juara harapan I, sebuah capaian membanggakan bagi keluarga besar MAN Batubara. Festival yang memperebutkan piala Bupati Batubara dan Ketua Fraksi PAN DPRD Kabupaten Batubara ini berlangsung meriah. Alunan rebana yang ritmis berpadu dengan lantunan shalawat menggema memenuhi ruangan, menghadirkan suasana religius sekaligus menghibur. Setiap grup menampilkan keunggulan masing-masing dengan formasi, vokal, dan irama khas yang membuat para juri harus bekerja ekstra dalam menentukan pemenang. Kepala MAN Batubara Erwin Parlindungan Nst, S.Ag.,MM menyampaikan apresiasinya atas capaian grup hadroh binaan madrasah. “Kami sangat bangga dengan prestasi ini. Juara harapan I adalah bukti bahwa anak-anak kita mampu bersaing dengan baik, meskipun peserta yang tampil semuanya luar biasa. Prestasi ini tentu menjadi motivasi untuk terus berlatih dan melahirkan karya yang lebih baik di masa depan,” ujarnya dengan penuh syukur. Senada dengan itu, pembina Hamasah Ahmad Soleh menuturkan bahwa, perjuangan para siswa tidaklah mudah. Latihan dilakukan dengan penuh kedisiplinan meski di tengah padatnya kegiatan sekolah. “Yang terpenting bagi kami bukan hanya sekadar gelar juara, tetapi bagaimana anak-anak bisa menjadikan hadroh sebagai media dakwah dan syiar Islam. Dengan seni islami ini, kita berharap generasi muda tetap dekat dengan nilai-nilai agama sekaligus mampu berprestasi,” jelasnya. Salah satu panitia lomba juga mengapresiasi keikutsertaan Hamasah. “Kami melihat semangat yang luar biasa dari grup MAN Batubara. Penampilan mereka penuh energi dan kekompakan. Prestasi ini patut diapresiasi, karena seni hadroh adalah warisan budaya islami yang perlu terus dikembangkan,” ungkapnya. Tak hanya itu, kebahagiaan juga tampak dari wajah para anggota Hamasah. Mereka merasa bangga bisa tampil di ajang sebesar ini dan membawa pulang penghargaan. “Kami bersyukur dan senang sekali. Semoga di tahun-tahun mendatang Hamasah bisa meraih juara yang lebih tinggi lagi,” ucap salah seorang personel usai menerima piala. Dengan prestasi ini, Hamasah kembali mengharumkan nama MAN Batubara di tingkat kabupaten. Kemenangan tersebut menjadi bukti bahwa madrasah tidak hanya unggul di bidang akademik, tetapi juga aktif melestarikan seni budaya islami melalui musik hadroh. (MI)