Batubara (Humas). Madrasah Aliyah Negeri Batubara tunjukkan komitmennya dalam mendukung program keagamaan nasional dengan menghadiri Launching Gerakan Wakaf Uang ASN Kementerian Agama Kabupaten Batubara yang dilaksanakan di halaman Kantor Kemenag Batubara, Jumat (17/10). Kegiatan ini merupakan bentuk konkret partisipasi Aparatur Sipil Negara dalam memperkuat ekosistem ekonomi syariah dan filantropi Islam, dan menjadi bagian dari perubahan positif untuk masa depan yang lebih baik, serta sebagai langkah nyata menuju harmoni, berkelanjutan, dan kemajuan bersama di Indonesia. Kegiatan yang dilakukan melalui instrument wakaf tunai tersebut berlangsung khidmat dengan dihadiri oleh Bupati Batubara H. Baharuddin Siagian, SH, M.Si beserta wakilnya Syafrizal, SE, M. AP., KaKan Kemenag Batubara H. Sakoanda Siregar, dan seluruh ASN Kemenag Kab. Batubara. MAN Batubara hadir dengan mengutus pimpinan madrasah, guru, dan staf ASN sebagai bentuk dukungan nyata terhadap program yang memiliki dampak sosial dan ekonomi jangka panjang ini. Dalam sambutannya, Kepala Kantor Kemenag Batubara menekankan bahwa gerakan wakaf uang ASN bukan sekadar program seremonial semata, melainkan sebuah gerakan strategis untuk membangun kemandirian ekonomi umat. Ia menjelaskan bahwa wakaf uang dapat menjadi salah satu instrumen pemberdayaan masyarakat yang efektif, apabila dikelola secara profesional dan transparan. “Wakaf uang bukan sekadar amal jariyah, tetapi juga merupakan bentuk investasi sosial yang manfaatnya terus mengalir. Melalui partisipasi ASN, kita dapat membangun ekosistem wakaf yang produktif dan berdampak luas bagi masyarakat,” ujarnya dengan penuh semangat. Ia juga menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh ASN di lingkungan Kemenag Batubara, termasuk para guru dan tenaga kependidikan dari madrasah, yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini. Menurutnya, peran ASN dalam gerakan wakaf sangat strategis karena dapat menjadi teladan dan inspirasi bagi masyarakat luas untuk ikut berwakaf. “Keteladanan ASN sangat penting. Jika ASN menunjukkan kepedulian dan komitmen terhadap gerakan wakaf, maka masyarakat akan lebih mudah tergerak untuk ikut serta. Ini adalah salah satu wujud nyata pengabdian ASN kepada bangsa dan agama,” tambahnya. Sementara itu, Kepala MAN Batubara yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan bahwa partisipasi madrasah dalam gerakan wakaf uang ini merupakan bentuk dukungan terhadap program Kemenag yang sejalan dengan nilai-nilai keislaman yang diajarkan di madrasah. Ia menilai bahwa gerakan wakaf ini dapat menjadi pintu masuk bagi penguatan literasi wakaf di kalangan ASN dan masyarakat madrasah. “Wakaf uang adalah salah satu bentuk ibadah sosial yang tidak hanya memberikan manfaat bagi penerima, tetapi juga membentuk kesadaran kolektif untuk saling membantu. Kami dari MAN Batubara siap menjadi bagian dari gerakan ini, dan bahkan siap ikut mengedukasi peserta didik agar kelak mereka pun tumbuh menjadi generasi yang gemar berbagi,” ungkapnya. Dalam rangkaian acara, dilakukan pula penandatanganan komitmen bersama oleh para ASN dan perwakilan satuan kerja sebagai bentuk kesungguhan untuk mendukung gerakan wakaf uang secara berkelanjutan. Penyerahan wakaf uang secara simbolis oleh perwakilan ASN menjadi momen penting yang menandai dimulainya langkah awal gerakan ini di lingkungan Kemenag Batubara. Selain itu, pihak penyelenggara juga menyampaikan sosialisasi mengenai mekanisme dan tata kelola wakaf uang yang aman, transparan, dan produktif, sehingga para peserta memahami manfaat dan tata cara berwakaf secara benar. Gerakan wakaf uang ASN ini sejalan dengan kebijakan Kementerian Agama RI yang terus berupaya mengoptimalkan potensi ekonomi keagamaan untuk kepentingan masyarakat luas. Program ini diharapkan dapat menjadi sumber pendanaan alternatif bagi berbagai kegiatan sosial, pendidikan, kesehatan, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat, terutama bagi kelompok-kelompok yang membutuhkan. Bagi MAN Batubara, keikutsertaan dalam launching gerakan wakaf uang ini bukan hanya sekadar kehadiran, tetapi juga bentuk dukungan moral dan spiritual terhadap program yang bernilai kebaikan kolektif. Partisipasi ini juga menjadi bagian dari penguatan budaya kepedulian sosial di lingkungan madrasah, sekaligus memperkokoh peran ASN madrasah sebagai penggerak dan teladan bagi masyarakat sekitar. Acara launching gerakan wakaf uang ASN Kemenag Batubara ditutup dengan doa bersama, yang dipanjatkan agar gerakan ini menjadi amal jariyah bagi para donatur dan membawa manfaat luas bagi masyarakat. Melalui gerakan ini, seluruh ASN Kemenag Batubara berharap tercipta budaya berwakaf yang kuat, sistematis, dan berkelanjutan, serta menjadi salah satu pilar penting dalam memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi umat di Kabupaten Batubara. (MI)
Terima MBG Perdana, MAN Batubara Pastikan Kualitas dan Standar Kebersihan Selalu Terjaga
Batubara (Humas). Madrasah Aliyah Negeri Batubara menjadi salah satu satuan pendidikan yang mulai menerima manfaat dari program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan oleh Presiden Republik Indonesia. Program ini resmi berjalan di madrasah tersebut sejak Senin (13/10/2025) dan menjadi momentum penting dalam upaya pemerintah memperkuat ketahanan pendidikan melalui pemenuhan gizi peserta didik. Program MBG hadir bukan sekadar memberikan makanan gratis, tetapi juga membawa pesan kuat tentang perhatian negara terhadap masa depan generasi muda. Di MAN Batubara, proses pendistribusian dilakukan melalui dapur penyedia yang telah ditunjuk pemerintah. Meskipun dapur utama tidak berada di lingkungan madrasah, distribusi makanan dilakukan secara terjadwal dan terkoordinasi, sehingga siswa menerima makanan dalam kondisi higienis, segar, dan layak konsumsi. Kepala MAN Batubara Erwin Parlindungan Nst, S.Ag.,MM menyambut baik kehadiran program tersebut. Program MBG di MAN Batubara menyasar seluruh peserta didik aktif. Menu yang diberikan telah disusun berdasarkan standar gizi seimbang, mengandung unsur karbohidrat, protein, sayur, dan buah untuk memastikan kebutuhan nutrisi harian siswa terpenuhi. Menu disesuaikan setiap harinya agar siswa tidak bosan dan tetap bersemangat menyantap makanan bergizi tersebut. “Kami sangat berterima kasih kepada pemerintah atas perhatian ini. Program MBG bukan hanya soal makanan, tapi juga investasi jangka panjang untuk mencetak generasi yang sehat, cerdas, dan siap bersaing,” ujarnya. Ia menambahkan, program ini diharapkan dapat meningkatkan semangat dan konsentrasi belajar siswa sehingga berdampak positif terhadap prestasi madrasah. Salah seorang siswi kelas XI mengungkapkan rasa senangnya. “Kami senang sekali dengan adanya program makan bergizi gratis ini. Makanannya enak dan sehat. Kami jadi lebih semangat ikut pelajaran karena tidak perlu khawatir lapar di sekolah,” ucapnya dengan penuh antusias. Kepala MAN Batubara memastikan proses pendistribusian dan konsumsi makanan berjalan dengan tertib. Siswa diarahkan untuk menyantap makanan pada waktu yang telah ditentukan, dengan tetap memperhatikan kebersihan lingkungan madrasah. Selain itu, madrasah juga berkoordinasi dengan penyedia makanan untuk memastikan kualitas dan standar kebersihan selalu terjaga. “Dengan kehadiran program MBG, MAN Batubara optimistis akan terjadi peningkatan kualitas proses belajar mengajar. Anak-anak yang terpenuhi kebutuhan gizinya diharapkan lebih fokus, bersemangat, dan produktif dalam kegiatan belajar di kelas. Program MBG ini menjadi salah satu wujud nyata komitmen pemerintah dalam membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul dan berdaya saing tinggi. MAN Batubara pun siap menjadi contoh penerapan program MBG yang sukses dan memberi manfaat langsung bagi peserta didik,” ungkapnya. (MI)
Optimis Berprestasi, 10 Siswa MAN Batubara Bertarung di Ajang OMI Provinsi
Batubara (Humas) Suasana penuh semangat tampak sejak pagi ketika rombongan siswa MAN Batubara berangkat menuju MAN Tebing Tinggi dalam ajang Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) tingkat Provinsi, Kamis (2/10). Dengan seragam rapi, wajah penuh percaya diri, serta doa restu dari keluarga besar madrasah, sebanyak 10 siswa siap mengukir prestasi terbaik di medan kompetisi. Tidak hanya siswa, Kepala MAN Batubara bersama guru pembimbing juga turut hadir mendampingi perjalanan mereka, memberikan dorongan moral agar para peserta tampil maksimal. Keikutsertaan siswa MAN Batubara dalam OMI tingkat provinsi merupakan buah dari kerja keras dan hasil seleksi yang ketat di tingkat kabupaten. Para siswa terbaik inilah yang akhirnya terpilih untuk membawa nama baik madrasah dan daerah Batubara di tingkat yang lebih tinggi. Ajang ini tidak sekadar perlombaan, tetapi juga wadah untuk mengasah intelektual, kreativitas, serta menumbuhkan rasa percaya diri siswa madrasah di tengah persaingan akademik. Kepala MAN Batubara Erwin Parlindungan Nst, S.Ag.,MM menyampaikan bahwa dukungan penuh dari pihak madrasah bukan hanya dalam bentuk bimbingan akademik, tetapi juga dalam menjaga semangat juang dan mentalitas positif para siswa. “Kami ingin anak-anak tampil percaya diri dan mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya. Kemenangan bukan hanya soal piala, tetapi tentang bagaimana mereka berani bersaing, menjaga nama baik madrasah, dan tetap menjunjung tinggi sportivitas,” ujarnya. Sementara itu, guru pembimbing yang sejak awal mendampingi proses persiapan menuturkan bahwa latihan intensif telah dilakukan dalam beberapa minggu terakhir. Mulai dari pembahasan soal-soal tingkat tinggi, strategi menghadapi lomba, hingga pembekalan mental agar siswa tetap tenang saat bertanding. Semua itu dilakukan demi memastikan siswa tampil maksimal di setiap cabang yang diikuti. Kehadiran Kamad dan guru pembimbing di tengah-tengah siswa bukan sekadar formalitas. Kehadiran mereka menjadi simbol kebersamaan dan dukungan nyata yang membuat peserta merasa tidak sendirian dalam menghadapi kompetisi. Doa, motivasi, dan pendampingan secara langsung di arena lomba memberi energi positif bagi siswa untuk terus berjuang. Indah, salah seorang peserta OMI dari MAN Batubara mata pelejaran Geografi, dengan penuh semangat menyampaikan harapannya. “Saya merasa sangat bersyukur bisa mewakili madrasah di tingkat provinsi. Perjuangan ini bukan hanya untuk diri saya sendiri, tetapi juga untuk membanggakan orang tua, guru, dan madrasah. Kami sudah berlatih keras, sekarang saatnya membuktikan kemampuan. InsyaAllah kami akan berjuang sebaik mungkin,” ungkapnya dengan penuh keyakinan. Ajang OMI provinsi ini menjadi momentum penting bagi MAN Batubara untuk menunjukkan kualitasnya di kancah yang lebih luas. Dengan semangat kebersamaan, optimisme, serta dukungan penuh dari madrasah, diharapkan siswa mampu meraih prestasi gemilang dan menjadi kebanggaan tidak hanya bagi madrasah, tetapi juga Kabupaten Batubara. (MI)
Silaturahmi Penuh Sportivitas, Siswa MAN Batubara Juara POPDA Tanding dengan KaKan Kemenag Batubara
Batubara (Humas). Suasana penuh keakraban terlihat di Aula MAN Batubara ketika seorang siswa madrasah Wan Fazlan yang baru saja menorehkan prestasi sebagai Juara 1 POPDA cabang Tenis Meja melakukan pertandingan silaturahmi dengan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Batubara H. Sakoanda Siregar, S.Ag yang merupakan Juara 1 ASN Tenis Meja Kemenag Batubara. Pertandingan persahabatan tersebut tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga simbol silaturahmi dan inspirasi bagi seluruh keluarga besar MAN Batubara. Pertemuan istimewa ini digagas setelah siswa tersebut berhasil mengharumkan nama madrasah dan daerah dalam ajang POPDA. Keberhasilan sang juara muda mendapatkan perhatian langsung dari KaKan Kemenag Batubara. Sebagai bentuk apresiasi sekaligus motivasi, KaKan Kemenag mengajak sang atlet belia untuk berhadapan di meja tenis dalam suasana penuh kehangatan. Dalam pertandingan persahabatan yang berlangsung seru itu, keduanya menunjukkan keterampilan dan teknik permainan terbaik. Meski tidak ada beban untuk menentukan siapa pemenang, pertandingan tetap berjalan sportif, menegangkan, dan menghibur. Sorak sorai penonton yang terdiri dari para guru, siswa, serta pegawai Kemenag turut menambah semarak suasana. Sakoanda menyampaikan rasa bangganya terhadap capaian siswa madrasah tersebut. Ia menegaskan bahwa prestasi di bidang olahraga adalah bukti nyata bahwa madrasah tidak hanya unggul dalam bidang keagamaan dan akademik, tetapi juga mampu bersaing dalam cabang olahraga. “Prestasi ini adalah kebanggaan kita semua. Anak-anak madrasah sudah membuktikan bahwa mereka bisa berkompetisi dan juara, bahkan di ajang sebesar POPDA. Pertandingan silaturahmi ini menjadi simbol bahwa generasi muda madrasah harus terus kita dukung, baik dalam pendidikan maupun olahraga,” ujarnya. Di sisi lain, Wan Fazlan sang juara POPDA tampak antusias bisa bertanding langsung dengan KaKan Kemenag. Ia mengaku terhormat karena mendapat kesempatan berharga tersebut. “Saya tidak menyangka bisa bermain langsung dengan Bapak KaKan Kemenag. Beliau ternyata juga sangat hebat dan penuh semangat. Pertandingan ini akan menjadi pengalaman yang tak terlupakan bagi saya,” ucapnya penuh rasa syukur. Pertandingan silaturahmi itu ditutup dengan sesi foto bersama serta pemberian apresiasi dari KaKan Kemenag kepada siswa berprestasi tersebut. Suasana hangat dan penuh motivasi terasa, meneguhkan semangat seluruh siswa madrasah untuk terus berprestasi di bidang apapun yang mereka tekuni. Acara sederhana namun sarat makna ini menunjukkan bagaimana hubungan antara pimpinan, guru, dan siswa bisa terjalin dalam bingkai kebersamaan melalui olahraga. Selain menguatkan silaturahmi, momen ini juga menanamkan nilai sportivitas, kebersamaan, dan semangat juang di kalangan siswa/i MAN Batubara. (MI)
Pramuka MAN Batubara Ikut Warnai Perkemahan Wirakarya Madrasah 2025, Bersama Mengabdi dan Membangun
Batubara (Humas). Semangat kebersamaan dan jiwa kemandirian kembali ditunjukkan oleh Pramuka MAN Batubara yang tahun ini turut ambil bagian dalam Perkemahan Wirakarya Madrasah (PWM) Tahun 2025. Kegiatan bergengsi yang mempertemukan para anggota pramuka dari berbagai madrasah se-Sumatera Utara ini menjadi wadah pengembangan diri, penguatan karakter, sekaligus ruang silaturahmi antar sesama generasi muda madrasah. Perkemahan Wirakarya Madrasah 2025 digelar di UINSU Kampus IV Tuntungan, Jl. Lapangan Golf No 102, Kp. Tengah, Kec. Pancur Batu, Kab. Deli Serdang, Medan Tuntungan. Dimulai sejak Kamis (25/9) hingga Minggu (28/9), kegiatan tersebut mengusung tema “Bersama Mengabdi dan Bersama Membangun.” Tema ini tidak hanya menjadi slogan, tetapi juga menggambarkan semangat para peserta untuk menyatukan tujuan dan menyatukan hati menjadi garda terdepan dalam menebar manfaat melalui karya dan pengabdian nyata di tengah masyarakat. Dari MAN Batubara, belasan siswa yang tergabung dalam anggota pramuka dilepas secara resmi oleh Kepala madrasah Erwin Parlindungan Nst, S.Ag.,MM. Dengan penuh doa dan harapan Erwin mengatakan, “Anak-anak kami yang berangkat ini membawa semangat juang, rasa tanggung jawab, serta kebanggaan sebagai wakil madrasah dan daerah. Kami berharap semuanya selamat sampai tujuan dan tetap jaga nama baik MAN Batubara. Ingat, dimanapun dan dalam situasi apapun, kalian harus pandai membawa diri sebagai anak madrasah. Jangan tinggalkan sholat, dan bertuturlah dengan baik,” ucapnya. Para peserta terlihat antusias sejak persiapan keberangkatan, mulai dari latihan keterampilan kepramukaan, penguatan fisik, hingga pembekalan materi tentang kepemimpinan, kebersamaan, serta pengabdian sosial. Diketahui, selama kegiatan berlangsung, peserta Pramuka MAN Batubara tidak hanya berkemah, tetapi juga mengikuti beragam agenda yang sarat nilai edukatif. Mulai dari giat umum yang meliputi upacara adat racana, upacara pembukaan, upacara penutupan, milad racana, apel pagi dan sore, juga senam. Kemudian giat bakti fisik yang meliputi gotong royong membersihkan masjid, dan menanam 300 pohon. Dilanjutkan nantinya dengan giat non fisik yang dosajikan oleh PWM Sumut Tahun 2025 berupa materi yang dapat menambah wawasan dan pengetahuan peserta. Ada juga nantinya giat prestasi yang dikemas menjadi perlombaan seperti karnaval, tari kreasi nusantara, kuliner nusantara, dan tenda terbaik. Peserta juga mengikuti giat penunjang yang meliputi malam selamat datang, malam amal fatwa, penampilan tari kolosal dan pemandangan api unggun. Semua rangkaian kegiatan tersebut menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga kelestarian alam, mempererat persaudaraan, serta mengukuhkan jati diri sebagai pelajar madrasah yang berkarakter. Kehadiran kontingen MAN Batubara dalam ajang PWM 2025 juga menjadi kebanggaan tersendiri bagi civitas madrasah. Hal ini menunjukkan bahwa MAN Batubara terus konsisten membina siswanya tidak hanya dalam bidang akademik, tetapi juga non-akademik, khususnya dalam membentuk karakter dan jiwa kepemimpinan melalui Pramuka. Kepala MAN Batubara menyampaikan bahwa, kegiatan semacam ini adalah sarana penting untuk membekali siswa dengan pengalaman berharga yang tidak bisa didapatkan di dalam kelas. “Kami sangat bangga anak-anak MAN Batubara bisa ikut serta dalam Perkemahan Wirakarya Madrasah 2025. Ini adalah kesempatan untuk belajar langsung tentang arti pengabdian, kerjasama, serta kepemimpinan. Harapan kami, pengalaman ini akan menjadi bekal mereka di masa depan untuk menjadi generasi yang tangguh dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Kepala MAN Batubara. Selain itu, peserta Pramuka MAN Batubara juga berkesempatan menjalin persahabatan dengan siswa madrasah dari berbagai daerah di Sumatera Utara. Suasana persaudaraan begitu terasa dalam setiap kegiatan, membuktikan bahwa meskipun berasal dari latar belakang berbeda, para Pramuka madrasah memiliki tujuan yang sama, yaitu mengabdi untuk bangsa dan agama. Dengan keikutsertaan dalam PWM 2025, Pramuka MAN Batubara menorehkan langkah penting dalam perjalanan pendidikan karakter siswa. Tidak hanya sekadar ikut berpartisipasi, tetapi juga menjadi bukti nyata bahwa madrasah mampu melahirkan generasi muda yang berdaya, kreatif, dan siap berbakti untuk negeri. (MI)
Siswa MAN Batubara Juara OMI Kabupaten dan Lanjut ke Provinsi, Kakan Kemenag Beri Apresiasi
Batubara (Humas). Ajang Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) tingkat Kabupaten Batubara tahun 2025 menjadi panggung pembuktian bagi siswa MAN Batubara. Dengan penuh semangat, mereka berhasil meraih kemenangan di sejumlah mata pelajaran, sekaligus menegaskan eksistensi madrasah sebagai lembaga pendidikan yang unggul dan berdaya saing. Kemenangan yang diraih para siswa ini disambut penuh rasa syukur oleh keluarga besar MAN Batubara. Para guru dan pembina yang selama ini mendampingi siswa dalam proses belajar serta persiapan lomba turut merasa bangga. Tidak hanya itu, orang tua siswa pun menyambut gembira capaian ini karena buah hati mereka mampu menunjukkan potensi terbaik di tingkat kabupaten. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Batubara H.Sakoanda Siregar, S.Ag dalam kesempatan terpisah, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada siswa-siswa MAN Batubara yang telah membawa nama harum madrasah. Sakoanda mengundang seluruh siswa yang berhasil melanjutkan OMI tingkat provinsi ke Kantor Kementerian Agama Kabupaten Batubara, Kamis (25/9). Ia menegaskan bahwa kemenangan tersebut adalah hasil kerja keras, semangat belajar yang tinggi, serta doa dan dukungan dari seluruh keluarga besar madrasah “Prestasi ini adalah bukti bahwa anak-anak madrasah mampu bersaing dengan penuh percaya diri. Kami sangat bangga, dan saya berharap kemenangan ini tidak hanya berhenti di tingkat kabupaten, tetapi bisa dilanjutkan hingga provinsi bahkan nasional,” ujar Kakan Kemenag Batubara dengan penuh semangat. Lebih lanjut, beliau juga memberikan motivasi agar para siswa tidak cepat puas dengan prestasi yang telah dicapai. Menurutnya, kompetisi merupakan ajang pembelajaran untuk terus meningkatkan kapasitas diri. Kemenangan di tingkat kabupaten hendaknya menjadi pijakan awal untuk menorehkan prestasi di jenjang yang lebih tinggi. Sementara itu, Kepala MAN Batubara Erwin Parlindungan Nst, S.Ag.,MM juga menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan siswa-siswanya. Ia menegaskan bahwa pencapaian ini merupakan hasil sinergi antara siswa, guru, dan seluruh tenaga kependidikan yang telah bersama-sama membangun atmosfer belajar yang kondusif. “Kami berkomitmen untuk terus mendukung potensi siswa di berbagai bidang, sehingga madrasah ini dapat menjadi pusat lahirnya generasi unggul dan berakhlak mulia,” ungkapnya. Kemenangan siswa MAN Batubara dalam OMI ini sekaligus menjadi inspirasi bagi siswa lainnya untuk berani mencoba, berkompetisi, dan mengasah kemampuan diri. Dengan dukungan penuh dari Kakan Kemenag serta pihak madrasah, diharapkan prestasi yang telah diraih ini akan membuka jalan bagi lahirnya generasi baru yang siap membawa nama Batubara ke kancah lebih luas. (MI)
Cinta Al-Qur’an, MAN Batubara Apresiasi Pemenang Lomba Syahril Qur’an dan Hafidz 2 Juz dalam Rnagka Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW
Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Madrasah Aliyah Negeri Batubara menggelar rangkaian kegiatan keagamaan yang penuh makna. Salah satu momen puncak yang paling dinantikan adalah pengumuman serta pemberian hadiah kepada para pemenang lomba Syahril Qur’an dan Hafidz 2 Juz, yang berlangsung dengan khidmat di halaman utama madrasah pada Sabtu (20/09). Acara ini dihadiri langsung oleh Kepala MAN Batubara, para wakil kepala madrasah, guru, staf, serta seluruh siswa yang dengan antusias menyaksikan jalannya prosesi pengumuman juara. Suasana semakin semarak karena kegiatan tersebut menjadi penutup dari serangkaian lomba islami yang telah digelar sebelumnya dalam rangka memeriahkan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H. Dalam sambutannya, Kepala MAN Batubara Erwin Parlindungan Nst, S.Ag.,MM menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh peserta yang telah menunjukkan dedikasi, semangat, dan kemampuan terbaiknya. Beliau menekankan bahwa lomba ini bukan sekadar ajang mencari pemenang, tetapi juga sebagai sarana meningkatkan kecintaan terhadap Al-Qur’an sekaligus meneladani akhlak Rasulullah SAW. “Melalui kegiatan ini, kita berharap anak-anak madrasah mampu menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup dan menjadikan Rasulullah SAW sebagai teladan dalam sikap, ucapan, serta perbuatan. Bagi yang meraih juara, semoga semakin termotivasi untuk meningkatkan prestasi. Dan bagi yang belum, jangan berkecil hati karena kesempatan untuk terus belajar dan berusaha masih terbuka luas,” ungkap beliau. Pada sesi pengumuman, panitia yang tergabung dalam ekstrakulikuler intra madrasah yaitu OSIM menyebutkan nama-nama siswa yang berhasil meraih prestasi gemilang. Para pemenang lomba Syahril Qur’an dinilai berdasarkan kemampuan dalam penyampaian pesan Al-Qur’an secara kreatif dan komunikatif, sementara peserta lomba Hafidz 2 Juz diukur dari ketepatan, kelancaran, serta hafalan mereka dalam melantunkan ayat suci. Sorak tepuk tangan dari para hadirin pun bergema setiap kali nama juara disebutkan. Setelah itu, satu per satu pemenang dipanggil ke atas panggung untuk menerima hadiah berupa piagam penghargaan, dan bingkisan dari madrasah. Wajah sumringah para siswa yang meraih juara semakin menambah semangat dan kebanggaan tersendiri bagi madrasah. Lebih dari sekadar hadiah, kegiatan ini meninggalkan pesan moral yang dalam bahwa, generasi muda madrasah harus senantiasa mendekatkan diri dengan Al-Qur’an, menjaga hafalan, serta menjadikan nilai-nilai Islam sebagai pegangan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan semangat kebersamaan, seluruh rangkaian kegiatan ditutup dengan doa bersama, memohon keberkahan dan keberlanjutan prestasi anak-anak madrasah di masa yang akan datang. Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di MAN Batubara tahun ini tidak hanya menjadi momentum mengenang kelahiran sang teladan umat, tetapi juga berhasil menumbuhkan semangat keislaman, ukhuwah, serta kebanggaan tersendiri bagi seluruh civitas akademika madrasah. (MI)
Guru dan Tendik MAN Batubara Didorong Jadi Teladan dan Penggerak Perubahan Lewat Sosialisasi SDM
Batubara (Humas). Dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di lingkungan madrasah, para guru dan tenaga kependidikan MAN Batubara mengikuti kegiatan sosialisasi pengembangan SDM dengan tema “Meningkatkan Kapasitas Diri, Maksimal dalam Mengabdi”. Kegiatan ini menghadirkan narasumber istimewa, Prof. Dr. H. Syukri Albani Nasution, M.A, seorang akademisi dan Guru besar UIN Sumatera Utara, Sabtu (20/9). Acara sosialisasi ini menjadi momentum penting bagi seluruh guru dan tendik MAN Batubara untuk memperluas wawasan, menggali ilmu baru, sekaligus memperkuat semangat pengabdian. Dengan suasana penuh antusiasme, seluruh peserta menyimak paparan yang disampaikan Prof. Syukri Albani mengenai pentingnya membangun kapasitas diri secara berkelanjutan. Menurut beliau, guru dan tenaga kependidikan tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pembentuk karakter, teladan, sekaligus penggerak perubahan di tengah masyarakat. “Seorang guru dan tenaga kependidikan harus memiliki komitmen kuat dalam mengembangkan diri. Ketika kapasitas diri terus ditingkatkan, maka pengabdian akan lebih maksimal dan hasilnya dapat dirasakan oleh para siswa serta lingkungan sekitar,” tegas Prof. Syukri Albani dalam penyampaian materinya. Lebih lanjut, beliau menekankan pentingnya membangun pola pikir positif, memperkuat kompetensi, serta menjaga integritas dalam bekerja. Dengan demikian, keberadaan guru dan tendik di madrasah tidak hanya sekadar menjalankan tugas administratif maupun mengajar, melainkan benar-benar menghadirkan perubahan nyata bagi kemajuan pendidikan. Kegiatan ini juga menjadi ajang refleksi bagi para guru dan tendik MAN Batubara untuk menilai sejauh mana kontribusi mereka selama ini, serta apa yang perlu ditingkatkan ke depan. Kepala MAN Batubara Erwin Parlindungan Nst, S.Ag.,MM dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas terselenggaranya kegiatan yang sarat manfaat ini. “Kami berharap setelah mengikuti sosialisasi ini, para guru dan tendik semakin termotivasi untuk meningkatkan kualitas diri, sehingga pengabdian kita di madrasah dapat lebih maksimal dan memberi dampak positif bagi generasi penerus bangsa,” ungkap beliau. Tidak hanya materi yang inspiratif, kegiatan ini juga menghadirkan suasana dialog interaktif. Para peserta diberi kesempatan untuk bertanya langsung kepada narasumber terkait berbagai tantangan yang dihadapi dalam dunia pendidikan saat ini, mulai dari perkembangan teknologi, strategi pembelajaran efektif, hingga manajemen pelayanan pendidikan yang berorientasi pada mutu. Dengan berakhirnya sosialisasi ini, diharapkan seluruh guru dan tendik MAN Batubara membawa pulang semangat baru untuk terus belajar, berkembang, dan berkontribusi dengan sepenuh hati. Tema “Meningkatkan Kapasitas Diri, Maksimal dalam Mengabdi” benar-benar menjadi pesan kuat yang mengakar dalam diri setiap peserta, bahwa pengabdian yang tulus harus diawali dengan kesiapan diri yang matang. (MI)
MAN Batubara Gelar Peringatan Maulid Nabi Bersama Si Kembar Hafidz Qur’an RCTI, Revan dan Revin
Batubara (Humas). Semarak peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di MAN Batubara tahun ini terasa begitu berbeda dan penuh makna. Tidak hanya karena antusiasme seluruh warga madrasah yang hadir, tetapi juga karena kehadiran tamu istimewa, yaitu Ust. KH. Muhammad Fadhli Sudiro, MH. MSQ selaku penceramah, dan si kembar hafidz Qur’an yang dikenal luas dari layar kaca RCTI, yakni Revan dan Revin, Jumat (19/8). Sejak pagi, suasana musholla MAN Batubara yang menjadi tempat digelarnya Maulid Nabi Muhammad SAW sudah dipenuhi siswa, guru, dan tenaga kependidikan. Dekorasi bernuansa islami dan gemuruh shalawat nabi membuat suasana kian khidmat. Senyum dan rasa penasaran terpancar dari wajah para siswa yang menunggu kehadiran Revan dan Revin, sosok muda yang menjadi inspirasi banyak generasi karena kecintaan dan ketekunan mereka dalam menghafal Al-Qur’an. Acara dibuka dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an yang dibacakan oleh siswi MAN Batubara, suara merdunya menggetarkan hati seluruh hadirin, seakan membawa setiap orang untuk semakin dekat dengan kalam Allah. Momen itu menjadi titik awal yang menghangatkan acara dan menegaskan bahwa semangat Maulid Nabi tak lepas dari Al-Qur’an sebagai pedoman hidup umat Islam. Dalam kesempatan tausiyahnya, Ust. KH. Muhammad Fadhli Sudiro, MH. MSQ menyampaikan bahwa kelahiran Nabi Muhammad SAW adalah anugerah terbesar bagi umat manusia. Beliau mengingatkan bahwa peringatan Maulid tidak sekadar seremonial, tetapi harus menjadi momentum untuk meneladani sifat dan akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari. Ustadz juga menekankan pentingnya generasi muda untuk menjaga iman dan akhlak di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks. Ia mengajak para siswa untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup, memperbanyak shalawat, dan terus berbakti kepada orang tua serta guru. Lebih lanjut, Revan dan Revin berbagi pengalaman perjalanan mereka menjadi hafidz Qur’an sejak kecil. Mereka bercerita tentang suka duka saat menghafal, dorongan orang tua, serta pentingnya disiplin dan istiqamah dalam menjaga hafalan. Dengan gaya penyampaian yang ringan, penuh semangat, dan sesuai dengan bahasa anak muda, pesan yang mereka sampaikan mudah diterima oleh para siswa MAN Batubara. “Kita harus menjadikan Al-Qur’an sahabat hidup kita. Tidak ada yang lebih membanggakan daripada bisa hidup bersama ayat-ayat Allah dan berusaha meneladani akhlak Rasulullah SAW,” ungkap Revin yang disambut tepuk tangan meriah para siswa. Kepala MAN Batubara Erwin Parlindungan Nst, S.Ag.,MM dalam sambutannya turut menyampaikan rasa bangga dan syukur atas terlaksananya acara ini. Beliau menekankan bahwa peringatan Maulid Nabi harus dimaknai lebih dari sekadar perayaan tahunan. “Maulid Nabi adalah momentum untuk menanamkan kecintaan kepada Rasulullah sekaligus memperkuat keimanan. Kehadiran Revan dan Revin menjadi motivasi bagi anak-anak kita agar semakin dekat dengan Al-Qur’an dan meneladani Rasulullah dalam setiap aspek kehidupan,” ujarnya. Selain tausiyah, acara juga diisi dengan pembacaan shalawat bersama, penampilan grup hadroh MAN Batubara, serta doa penutup yang dipimpin langsung oleh Ust. KH. Muhammad Fadhli Sudiro, MH. MSQ. Suasana haru menyelimuti ketika doa bersama dipanjatkan, seakan menyatukan hati seluruh warga MAN Batubara dalam satu ikatan ukhuwah dan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW. Bagi para siswa, kehadiran Revan dan Revin tidak hanya menjadi hiburan, melainkan inspirasi nyata. Banyak di antara mereka yang mengungkapkan keinginannya untuk menekuni hafalan Qur’an dan memperdalam ilmu agama setelah mendengar kisah perjuangan keduanya. Peringatan Maulid Nabi di MAN Batubara tahun ini akhirnya menjadi lebih dari sekadar acara seremonial. Ia menjadi ruang pembelajaran, motivasi, sekaligus pengingat bahwa kecintaan kepada Rasulullah SAW dan Al-Qur’an harus terus ditanamkan dalam diri setiap generasi. (MI)
Generasi Berprestasi, 10 Siswa MAN Batubara Siap Bersaing di Ajang OMI Provinsi
Batubara (Humas). Kabar gembira kembali mewarnai dunia pendidikan madrasah, khususnya MAN Batubara. Diketahui,sebanyak 10 orang siswa MAN Batubara resmi dinyatakan lolos Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) tingkat kabupaten, dan akan melanjutkan perjuangan mereka ke tingkat provinsi. Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa semangat belajar dan kerja keras mampu membawa siswa madrasah meraih mimpi besarnya. Seleksi tingkat kabupaten yang telah dilalui bukanlah proses yang mudah. Persaingan ketat, soal-soal dengan tingkat kesulitan tinggi, hingga waktu persiapan yang terbatas menjadi tantangan tersendiri. Namun, dengan dukungan guru pembimbing dan tekad yang kuat, para siswa berhasil menunjukkan kemampuan terbaik mereka. Kepala MAN Batubara Erwin Parlindungan Nst, S.Ag.,MM dalam sambutannya di depan seluruh siswa saat apel pagi berlangsung, Kamis (18/9) mengungkapkan rasa syukur dan bangganya atas pencapaian yang diraih oleh para siswa. “Alhamdulillah, 10 siswa kita berhasil lolos. Ini bukan sekadar prestasi, tetapi juga bukti bahwa MAN Batubara mampu bersaing di ajang akademik bergengsi. Semoga di tingkat provinsi nanti mereka bisa tampil lebih percaya diri dan memberikan hasil yang maksimal,” tuturnya dengan penuh rasa bangga. Keberhasilan ini tentu tidak terlepas dari peran besar para guru pembimbing. Dengan penuh kesabaran, mereka membimbing para siswa, memberikan strategi belajar, hingga terus memotivasi agar anak-anak tidak mudah menyerah. Salah seorang guru pembimbing mengungkapkan, “Kami ingin anak-anak tidak hanya sekadar mengejar kemenangan, tapi juga mendapatkan pengalaman berharga. Di sini mereka belajar disiplin, kerja keras, dan mengatur waktu dengan baik.” Sementara itu, bagi para siswa sendiri, lolos ke tingkat provinsi adalah sebuah kebanggaan sekaligus tantangan baru. Indah, salah satu pesert OMI mata pelajaran Geografi yang berhasil meraih juara 1 mengatakan, “Saya tidak menyangka bisa lolos dan mendapatkan juara 1. Rasanya senang sekali, tapi juga deg-degan menghadapi tingkat provinsi. Semoga saya dan teman-teman lainnya bisa memberikan yang terbaik untuk MAN Batubara.” Kini, sepuluh siswa yang lolos tersebut tengah mempersiapkan diri lebih serius. Mereka mengikuti bimbingan tambahan, mengerjakan soal latihan, hingga berdiskusi kelompok. Semangat mereka semakin besar karena mendapat dukungan penuh dari seluruh warga madrasah. Prestasi ini juga menjadi inspirasi bagi siswa lain. Mereka yang belum berkesempatan mengikuti OMI merasa termotivasi untuk belajar lebih giat agar bisa menorehkan prestasi serupa di masa mendatang. Madrasah pun semakin yakin bahwa keberhasilan 10 siswa ini adalah awal dari lahirnya generasi berprestasi berikutnya. Doa dan harapan terbaik kini dipanjatkan agar para siswa mampu memberikan yang terbaik di tingkat provinsi. Semoga usaha, doa, dan dukungan yang mengiringi langkah mereka berbuah manis dengan prestasi yang membanggakan. (MI) Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.