Batubara (Humas). Madrasah Aliyah Negeri Batubara kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan mutu pendidikan dan kesiapan peserta didik menghadapi ujian akhir serta seleksi perguruan tinggi. Pada Kamis (30/10), seluruh siswa kelas XII melaksanakan simulasi Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang memasuki hari ketiga pelaksanaan. Kegiatan tersebut berlangsung dengan tertib, lancar, dan tanpa kendala berarti. Simulasi TKA ini menjadi bagian penting dari program persiapan akademik yang telah dijadwalkan oleh pihak madrasah. Kegiatan berlangsung di ruang laboratorium komputer serta beberapa ruang kelas yang telah disiapkan dengan fasilitas memadai. Demi mengoptimalkan pelaksanaan, simulasi dibagi ke dalam tiga sesi, yaitu sesi pertama pada pukul 08.00–10.00 WIB, sesi kedua pada pukul 10.00–12.00 WIB, dan sesi ketiga pada pukul 13.30–15.30 WIB. Pembagian sesi ini dimaksudkan agar seluruh siswa dapat mengikuti kegiatan dengan lebih nyaman dan tetap menjaga kondusivitas lingkungan belajar. Kepala MAN Batubara Erwin Parlindungan Nst, S.Ag.,MM menyampaikan rasa syukurnya atas kelancaran pelaksanaan simulasi hingga hari terakhir. Erwin menuturkan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk mengukur kemampuan akademik siswa, tetapi juga sebagai ajang latihan mental agar mereka terbiasa dengan sistem ujian berbasis komputer. “Alhamdulillah, pelaksanaan simulasi TKA sampai di hari ketiga ini berjalan sangat baik dan tanpa kendala. Seluruh perangkat komputer berfungsi dengan baik, jaringan stabil, dan para siswa tampak semakin terbiasa dengan pola ujian berbasis digital. Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi bekal berharga bagi mereka untuk menghadapi ujian sesungguhnya nanti,” ujarnya. Lebih lanjut, Kepala MAN Batubara tersebut juga menegaskan bahwa, MAN Batubara senantiasa berupaya menciptakan lingkungan belajar yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, salah satunya melalui kegiatan seperti simulasi TKA ini. Menurutnya, kemampuan siswa untuk menyesuaikan diri dengan sistem ujian digital menjadi salah satu keterampilan penting di era pendidikan modern. Sementara itu, Mhd. Ardiyansyah, S.Pd.I guru sekaligus proktor pelaksanaan simulasi TKA yang turut memantau pelaksanaan kegiatan menjelaskan bahwa, simulasi ini juga memiliki fungsi evaluatif. Melalui hasil simulasi, guru dapat menilai sejauh mana kesiapan siswa dalam memahami materi dan mengerjakan soal dengan strategi yang tepat. “Kami berharap para siswa tidak hanya menjadikan simulasi ini sebagai latihan teknis, tetapi juga sebagai sarana refleksi untuk memperbaiki cara belajar mereka. Dari hasil simulasi ini, guru dan siswa bisa bersama-sama menentukan langkah yang lebih efektif menjelang ujian akhir maupun seleksi perguruan tinggi,” ungkapnya. Salah satu peserta, Lutfi, siswi kelas 12 IPA, mengaku senang dan terbantu dengan pelaksanaan simulasi yang teratur serta suasana yang mendukung. “Alhamdulillah, selama pelaksanaan tidak ada kendala. Soalnya memang menantang, tapi dengan latihan seperti ini kami jadi lebih siap dan tidak gugup lagi. Pembagian sesi juga membuat ruangan terasa lebih tenang,” ujarnya penuh antusias. Dengan terselenggaranya simulasi TKA hingga hari terakhir tanpa kendala, MAN Batubara berhasil menunjukkan kesiapan dan keseriusan dalam membimbing peserta didiknya menuju jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya mengasah kemampuan akademik siswa, tetapi juga membentuk sikap disiplin, tanggung jawab, dan ketangguhan dalam menghadapi tantangan dunia pendidikan di masa mendatang. (MI)
Peringati Hari Sumpah Pemuda ke-97, MAN Batubara Teguhkan Semangat Persatuan dan Kebangsaan
Batubara (Humas). Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-97, Madrasah Aliyah Negeri Batubara menyelenggarakan upacara bendera yang berlangsung dengan khidmat dan tertib di lapangan utama madrasah, pada Selasa (28/10/2025). Kegiatan ini diikuti oleh seluruh guru, tenaga kependidikan, serta peserta didik sebagai bentuk penghormatan terhadap semangat juang para pemuda Indonesia yang telah mempersatukan bangsa melalui ikrar Sumpah Pemuda tahun 1928. Upacara dimulai pukul 07.30 WIB dengan prosesi pengibaran bendera merah putih oleh pasukan pengibar bendera MAN Batubara, diiringi lagu Kebangsaan Indonesia Raya yang dinyanyikan bersama-sama oleh seluruh peserta upacara. Bertindak sebagai pembina upacara, Kepala MAN Batubara Erwin Parlindungan Nst, S.Ag.MM yang dalam kesempatan ini diwakili oleh WKM Kesiswaan M. Asrul Toni Marpaung, SH., dalam amanatnya menekankan bahwa Sumpah Pemuda bukan hanya sekadar peringatan sejarah, tetapi juga momentum untuk meneguhkan tekad generasi muda dalam menjaga persatuan dan berkontribusi positif bagi kemajuan bangsa. “Pemuda adalah penerus dan penentu masa depan bangsa. Semangat Sumpah Pemuda harus terus kita jaga dan amalkan melalui kerja nyata, kedisiplinan, serta tanggung jawab dalam belajar dan berkarya. Jadilah generasi yang berilmu, berakhlak, dan berjiwa nasionalis,” ujarnya. Toni juga mengingatkan pentingnya memanfaatkan kemajuan teknologi secara bijak, serta menghindari perpecahan yang dapat timbul dari perbedaan pandangan di era digital saat ini. Menurutnya, semangat persatuan harus terus dijaga oleh para siswa sebagai bentuk cinta kepada tanah air. Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan teks Sumpah Pemuda oleh perwakilan OSIM. Salah satu siswa peserta upacara Fawzi, menyampaikan kesan dan pesannya usai kegiatan. “Upacara hari ini memberikan kami semangat baru untuk terus mencintai Indonesia. Kami sadar bahwa sebagai generasi muda, kami memiliki tanggung jawab untuk menjaga persatuan dan terus berprestasi agar dapat mengharumkan nama madrasah serta bangsa,” ungkapnya. Kegiatan berjalan dengan tertib hingga akhir dan ditutup dengan doa. Setelah upacara, seluruh peserta melakukan sesi foto bersama sebagai bentuk kebersamaan dan simbol semangat juang pemuda yang tidak pernah padam. Melalui peringatan Hari Sumpah Pemuda tahun ini, keluarga besar MAN Batubara berharap agar semangat perjuangan dan nilai-nilai persatuan dapat terus tertanam di hati setiap siswa. Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum bagi seluruh civitas akademika MAN Batubara untuk memperkuat karakter kebangsaan, menumbuhkan rasa cinta tanah air, serta menanamkan nilai tanggung jawab sosial di kalangan peserta didik. “Kami ingin siswa MAN Batubara tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki jiwa nasionalisme dan kepedulian sosial yang tinggi,” tutup Toni. Dengan terselenggaranya upacara ini, MAN Batubara menegaskan komitmennya dalam membentuk generasi muda yang cerdas, berakhlak, dan berintegritas tinggi, serta generasi yang siap melanjutkan cita-cita para pendiri bangsa menuju Indonesia yang maju, berdaulat, dan bermartabat. (MI)
Spirit Hari Santri, MAN Batubara Kukuhkan Nilai Keislaman Lewat Istighosah dan Doa Bersama
Batubara (Humas). Dalam rangka menyambut momentum Hari Santri Nasional tahun 2025, keluarga besar Madrasah Aliyah Negeri Batubara menggelar kegiatan doa bersama dan istighosah yang berlangsung penuh khidmat di aula madrasah, Selasa (21/10). Kegiatan ini diikuti oleh seluruh dewan guru, tenaga kependidikan, dan peserta didik dari berbagai tingkatan kelas dengan penuh antusias dan semangat keislaman. Kenakan seragam islami, kegiatan dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh salah seorang siswa, disusul dengan dzikir bersama, shalawat, dan istighosah yang dipimpin oleh Ustad Zainal Arifin guru. Lantunan doa dan dzikir menggema di seluruh area madrasah, menciptakan atmosfer yang menyejukkan dan menyentuh hati. Kepala MAN Batubara Erwin Parlindungan Nst, S.Ag.,MM dalam sambutannya menyampaikan bahwa, kegiatan doa bersama dan istighosah ini bukan sekadar seremoni keagamaan, melainkan momentum penting untuk mempertebal keimanan dan menumbuhkan kesadaran spiritual di kalangan peserta didik. Menurutnya, Hari Santri Nasional merupakan kesempatan bagi seluruh warga madrasah untuk mengenang jasa dan perjuangan para santri terdahulu yang turut berkontribusi besar dalam perjuangan kemerdekaan dan pembangunan bangsa. “Peringatan Hari Santri menjadi refleksi bagi kita semua, terutama bagi para siswa madrasah, bahwa santri bukan hanya identik dengan mereka yang berada di pesantren, tetapi juga seluruh pelajar yang meneladani nilai-nilai kesederhanaan, keikhlasan, dan perjuangan dalam menuntut ilmu. Melalui doa bersama ini, kita berharap agar semangat perjuangan santri terus hidup dalam diri setiap peserta didik MAN Batubara,” ujarnya. Erwin juga menambahkan bahwa istighosah merupakan tradisi yang memiliki makna mendalam, sebagai bentuk permohonan kepada Allah SWT agar senantiasa memberikan keberkahan, keselamatan, dan kekuatan dalam menjalani aktivitas pendidikan di madrasah. “Kita berdoa agar madrasah ini terus menjadi tempat yang melahirkan generasi berilmu, berakhlak mulia, serta cinta terhadap tanah air,” tambahnya. Suasana haru dan khusyuk semakin terasa ketika seluruh peserta bersama-sama menundukkan kepala, memanjatkan doa bagi para ulama, pejuang, dan santri yang telah berjasa bagi agama dan bangsa. Doa juga dipanjatkan untuk kemajuan dunia pendidikan Islam, khususnya bagi keberhasilan para siswa MAN Batubara dalam menuntut ilmu dan meraih prestasi. Kegiatan tersebut juga menjadi ajang mempererat tali silaturahmi antara seluruh warga madrasah. Para guru dan siswa tampak berbaur tanpa sekat, saling bersapa dengan penuh keakraban. Salah satu siswa kelas XI Fauzi, mengungkapkan rasa bangganya bisa ikut dalam kegiatan ini. Menurutnya, istighosah menjadi pengalaman berharga yang memperkuat rasa cinta terhadap tradisi keislaman dan kebangsaan. “Kami merasa bangga bisa menjadi bagian dari generasi santri madrasah. Doa bersama ini membuat kami lebih memahami bahwa perjuangan santri tidak berhenti di masa lalu, tetapi terus berlanjut melalui semangat belajar dan pengabdian,” ujarnya penuh semangat. Kegiatan doa bersama dan istighosah ini diakhiri dengan pembacaan doa penutup dan bersalam-salaman antar guru dan siswa sebagai simbol keakraban serta harapan agar seluruh warga madrasah senantiasa dalam lindungan Allah SWT. Dengan terselenggaranya kegiatan ini, MAN Batubara berharap dapat memperkuat jati diri madrasah sebagai lembaga pendidikan yang tidak hanya berfokus pada kecerdasan intelektual, tetapi juga pembinaan spiritual dan moral bagi seluruh peserta didik. (MI)
Ukur Kesiapan Akademik Siswa Hadapi Ujian Akhir dan Seleksi PTN, MAN Batubara Laksanakan Try Out TKA Serentak
Batubara (Humas). Madrasah Aliyah Negeri Batubara menggelar pelaksanaan Try Out Tes Kemampuan Akademik (TKA) bagi seluruh siswa kelas XII sebagai bagian dari program persiapan menghadapi Ujian Madrasah serta seleksi masuk perguruan tinggi negeri. Kegiatan try out ini akan dilaksanakan selama tiga hari dimulai pada hari Senin (20/10/2025), dan dilaksanakan secara serentak di ruang-ruang kelas dengan pengawasan langsung dari panitia dan guru pengawas. Diikuti oleh seluruh siswa/i jurusan IPA, IPS, dan Keagamaan, pelaksanaan try out TKA berjalan dengan tertib dan terstruktur. Diketahui, sebelumnya panitia telah melakukan persiapan teknis mulai dari pembagian ruang ujian, penyusunan jadwal, hingga pendistribusian naskah soal. Materi yang diujikan mencakup mata pelajaran Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, serta mata pelajaran pilihan. Kepala MAN Batubara Erwin Parlindungan Nst, S.Ag.,MM dalam kunjungannya ke ruang ujian, menyapa dan memotivasi siswa/i untuk terus semangat dan bersungguh-sungguh dalam menjawab seluruh soal yang disajikan. Erwin juga menyampaikan bahwa, pelaksanaan try out ini merupakan langkah strategis madrasah dalam meningkatkan kesiapan akademik peserta didik. Try out tidak hanya berfungsi sebagai bentuk latihan, tetapi juga sebagai alat ukur kemampuan siswa dalam menghadapi ujian akhir dan seleksi masuk perguruan tinggi. “Try out ini kami laksanakan sebagai bentuk evaluasi awal terhadap kesiapan siswa kelas XII. Melalui kegiatan ini, kami ingin mengetahui sejauh mana pemahaman mereka terhadap materi pelajaran, sekaligus melatih kedisiplinan dan konsentrasi dalam situasi ujian sesungguhnya,” ujarnya. Wakil Kepala Bidang Kurikulum Muhammad, S.Ag.,MM menambahkan bahwa, hasil try out akan menjadi dasar bagi madrasah dalam merancang program pembinaan akademik lanjutan. Selain aspek akademik, pelaksanaan try out juga dimaksudkan untuk menanamkan nilai-nilai kejujuran dan tanggung jawab kepada peserta didik. “Setelah proses ujian selesai, panitia akan melakukan koreksi dan analisis hasil. Dari situ kita dapat melihat peta kemampuan siswa, baik secara individu maupun per kelas. Data tersebut akan digunakan sebagai bahan pembinaan dan pengayaan materi bagi siswa menjelang ujian madrasah dan seleksi perguruan tinggi,” jelasnya. Selama ujian berlangsung, guru pengawas memastikan seluruh proses berjalan sesuai tata tertib dan standar pelaksanaan ujian. Suasana ruang ujian pun terpantau tenang dan kondusif. Salah satu siswa kelas XII jurusan IPA Putri Zahra Nasution mengaku bahwa, pelaksanaan try out menjadi pengalaman penting untuk mengukur kesiapan pribadi dalam menghadapi ujian sebenarnya. “Try out ini membantu kami membiasakan diri dengan tipe soal dan tekanan waktu. Kalau hasilnya belum memuaskan, itu jadi motivasi untuk belajar lebih giat,” ujarnya Madrasah berkomitmen menjadikan kegiatan try out sebagai bagian dari proses pembelajaran yang terencana dan berkesinambungan. Melalui kegiatan ini, diharapkan para siswa dapat mempersiapkan diri dengan lebih matang, baik secara akademik maupun mental, sehingga mampu meraih hasil terbaik pada ujian mendatang. Kegiatan try out TKA MAN Batubara dijadwalkan berlangsung selama beberapa hari sesuai jumlah mata pelajaran yang diujikan. Setelah proses analisis hasil ujian selesai, pihak madrasah akan melaksanakan program pembinaan intensif bagi siswa yang memerlukan penguatan materi. Dengan dukungan penuh dari tenaga pendidik dan komitmen siswa dalam belajar, MAN Batubara berharap pelaksanaan try out ini dapat menjadi pijakan penting dalam meningkatkan kualitas hasil ujian akhir serta memperbesar peluang kelulusan siswa ke perguruan tinggi negeri. (MI)
MAN Batubara Hadir dan Dukung Penuh Launching Gerakan Wakaf Uang ASN Kemenag Batubara
Batubara (Humas). Madrasah Aliyah Negeri Batubara tunjukkan komitmennya dalam mendukung program keagamaan nasional dengan menghadiri Launching Gerakan Wakaf Uang ASN Kementerian Agama Kabupaten Batubara yang dilaksanakan di halaman Kantor Kemenag Batubara, Jumat (17/10). Kegiatan ini merupakan bentuk konkret partisipasi Aparatur Sipil Negara dalam memperkuat ekosistem ekonomi syariah dan filantropi Islam, dan menjadi bagian dari perubahan positif untuk masa depan yang lebih baik, serta sebagai langkah nyata menuju harmoni, berkelanjutan, dan kemajuan bersama di Indonesia. Kegiatan yang dilakukan melalui instrument wakaf tunai tersebut berlangsung khidmat dengan dihadiri oleh Bupati Batubara H. Baharuddin Siagian, SH, M.Si beserta wakilnya Syafrizal, SE, M. AP., KaKan Kemenag Batubara H. Sakoanda Siregar, dan seluruh ASN Kemenag Kab. Batubara. MAN Batubara hadir dengan mengutus pimpinan madrasah, guru, dan staf ASN sebagai bentuk dukungan nyata terhadap program yang memiliki dampak sosial dan ekonomi jangka panjang ini. Dalam sambutannya, Kepala Kantor Kemenag Batubara menekankan bahwa gerakan wakaf uang ASN bukan sekadar program seremonial semata, melainkan sebuah gerakan strategis untuk membangun kemandirian ekonomi umat. Ia menjelaskan bahwa wakaf uang dapat menjadi salah satu instrumen pemberdayaan masyarakat yang efektif, apabila dikelola secara profesional dan transparan. “Wakaf uang bukan sekadar amal jariyah, tetapi juga merupakan bentuk investasi sosial yang manfaatnya terus mengalir. Melalui partisipasi ASN, kita dapat membangun ekosistem wakaf yang produktif dan berdampak luas bagi masyarakat,” ujarnya dengan penuh semangat. Ia juga menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh ASN di lingkungan Kemenag Batubara, termasuk para guru dan tenaga kependidikan dari madrasah, yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini. Menurutnya, peran ASN dalam gerakan wakaf sangat strategis karena dapat menjadi teladan dan inspirasi bagi masyarakat luas untuk ikut berwakaf. “Keteladanan ASN sangat penting. Jika ASN menunjukkan kepedulian dan komitmen terhadap gerakan wakaf, maka masyarakat akan lebih mudah tergerak untuk ikut serta. Ini adalah salah satu wujud nyata pengabdian ASN kepada bangsa dan agama,” tambahnya. Sementara itu, Kepala MAN Batubara yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan bahwa partisipasi madrasah dalam gerakan wakaf uang ini merupakan bentuk dukungan terhadap program Kemenag yang sejalan dengan nilai-nilai keislaman yang diajarkan di madrasah. Ia menilai bahwa gerakan wakaf ini dapat menjadi pintu masuk bagi penguatan literasi wakaf di kalangan ASN dan masyarakat madrasah. “Wakaf uang adalah salah satu bentuk ibadah sosial yang tidak hanya memberikan manfaat bagi penerima, tetapi juga membentuk kesadaran kolektif untuk saling membantu. Kami dari MAN Batubara siap menjadi bagian dari gerakan ini, dan bahkan siap ikut mengedukasi peserta didik agar kelak mereka pun tumbuh menjadi generasi yang gemar berbagi,” ungkapnya. Dalam rangkaian acara, dilakukan pula penandatanganan komitmen bersama oleh para ASN dan perwakilan satuan kerja sebagai bentuk kesungguhan untuk mendukung gerakan wakaf uang secara berkelanjutan. Penyerahan wakaf uang secara simbolis oleh perwakilan ASN menjadi momen penting yang menandai dimulainya langkah awal gerakan ini di lingkungan Kemenag Batubara. Selain itu, pihak penyelenggara juga menyampaikan sosialisasi mengenai mekanisme dan tata kelola wakaf uang yang aman, transparan, dan produktif, sehingga para peserta memahami manfaat dan tata cara berwakaf secara benar. Gerakan wakaf uang ASN ini sejalan dengan kebijakan Kementerian Agama RI yang terus berupaya mengoptimalkan potensi ekonomi keagamaan untuk kepentingan masyarakat luas. Program ini diharapkan dapat menjadi sumber pendanaan alternatif bagi berbagai kegiatan sosial, pendidikan, kesehatan, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat, terutama bagi kelompok-kelompok yang membutuhkan. Bagi MAN Batubara, keikutsertaan dalam launching gerakan wakaf uang ini bukan hanya sekadar kehadiran, tetapi juga bentuk dukungan moral dan spiritual terhadap program yang bernilai kebaikan kolektif. Partisipasi ini juga menjadi bagian dari penguatan budaya kepedulian sosial di lingkungan madrasah, sekaligus memperkokoh peran ASN madrasah sebagai penggerak dan teladan bagi masyarakat sekitar. Acara launching gerakan wakaf uang ASN Kemenag Batubara ditutup dengan doa bersama, yang dipanjatkan agar gerakan ini menjadi amal jariyah bagi para donatur dan membawa manfaat luas bagi masyarakat. Melalui gerakan ini, seluruh ASN Kemenag Batubara berharap tercipta budaya berwakaf yang kuat, sistematis, dan berkelanjutan, serta menjadi salah satu pilar penting dalam memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi umat di Kabupaten Batubara. (MI)
Terima MBG Perdana, MAN Batubara Pastikan Kualitas dan Standar Kebersihan Selalu Terjaga
Batubara (Humas). Madrasah Aliyah Negeri Batubara menjadi salah satu satuan pendidikan yang mulai menerima manfaat dari program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan oleh Presiden Republik Indonesia. Program ini resmi berjalan di madrasah tersebut sejak Senin (13/10/2025) dan menjadi momentum penting dalam upaya pemerintah memperkuat ketahanan pendidikan melalui pemenuhan gizi peserta didik. Program MBG hadir bukan sekadar memberikan makanan gratis, tetapi juga membawa pesan kuat tentang perhatian negara terhadap masa depan generasi muda. Di MAN Batubara, proses pendistribusian dilakukan melalui dapur penyedia yang telah ditunjuk pemerintah. Meskipun dapur utama tidak berada di lingkungan madrasah, distribusi makanan dilakukan secara terjadwal dan terkoordinasi, sehingga siswa menerima makanan dalam kondisi higienis, segar, dan layak konsumsi. Kepala MAN Batubara Erwin Parlindungan Nst, S.Ag.,MM menyambut baik kehadiran program tersebut. Program MBG di MAN Batubara menyasar seluruh peserta didik aktif. Menu yang diberikan telah disusun berdasarkan standar gizi seimbang, mengandung unsur karbohidrat, protein, sayur, dan buah untuk memastikan kebutuhan nutrisi harian siswa terpenuhi. Menu disesuaikan setiap harinya agar siswa tidak bosan dan tetap bersemangat menyantap makanan bergizi tersebut. “Kami sangat berterima kasih kepada pemerintah atas perhatian ini. Program MBG bukan hanya soal makanan, tapi juga investasi jangka panjang untuk mencetak generasi yang sehat, cerdas, dan siap bersaing,” ujarnya. Ia menambahkan, program ini diharapkan dapat meningkatkan semangat dan konsentrasi belajar siswa sehingga berdampak positif terhadap prestasi madrasah. Salah seorang siswi kelas XI mengungkapkan rasa senangnya. “Kami senang sekali dengan adanya program makan bergizi gratis ini. Makanannya enak dan sehat. Kami jadi lebih semangat ikut pelajaran karena tidak perlu khawatir lapar di sekolah,” ucapnya dengan penuh antusias. Kepala MAN Batubara memastikan proses pendistribusian dan konsumsi makanan berjalan dengan tertib. Siswa diarahkan untuk menyantap makanan pada waktu yang telah ditentukan, dengan tetap memperhatikan kebersihan lingkungan madrasah. Selain itu, madrasah juga berkoordinasi dengan penyedia makanan untuk memastikan kualitas dan standar kebersihan selalu terjaga. “Dengan kehadiran program MBG, MAN Batubara optimistis akan terjadi peningkatan kualitas proses belajar mengajar. Anak-anak yang terpenuhi kebutuhan gizinya diharapkan lebih fokus, bersemangat, dan produktif dalam kegiatan belajar di kelas. Program MBG ini menjadi salah satu wujud nyata komitmen pemerintah dalam membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul dan berdaya saing tinggi. MAN Batubara pun siap menjadi contoh penerapan program MBG yang sukses dan memberi manfaat langsung bagi peserta didik,” ungkapnya. (MI)
Optimis Berprestasi, 10 Siswa MAN Batubara Bertarung di Ajang OMI Provinsi
Batubara (Humas) Suasana penuh semangat tampak sejak pagi ketika rombongan siswa MAN Batubara berangkat menuju MAN Tebing Tinggi dalam ajang Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) tingkat Provinsi, Kamis (2/10). Dengan seragam rapi, wajah penuh percaya diri, serta doa restu dari keluarga besar madrasah, sebanyak 10 siswa siap mengukir prestasi terbaik di medan kompetisi. Tidak hanya siswa, Kepala MAN Batubara bersama guru pembimbing juga turut hadir mendampingi perjalanan mereka, memberikan dorongan moral agar para peserta tampil maksimal. Keikutsertaan siswa MAN Batubara dalam OMI tingkat provinsi merupakan buah dari kerja keras dan hasil seleksi yang ketat di tingkat kabupaten. Para siswa terbaik inilah yang akhirnya terpilih untuk membawa nama baik madrasah dan daerah Batubara di tingkat yang lebih tinggi. Ajang ini tidak sekadar perlombaan, tetapi juga wadah untuk mengasah intelektual, kreativitas, serta menumbuhkan rasa percaya diri siswa madrasah di tengah persaingan akademik. Kepala MAN Batubara Erwin Parlindungan Nst, S.Ag.,MM menyampaikan bahwa dukungan penuh dari pihak madrasah bukan hanya dalam bentuk bimbingan akademik, tetapi juga dalam menjaga semangat juang dan mentalitas positif para siswa. “Kami ingin anak-anak tampil percaya diri dan mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya. Kemenangan bukan hanya soal piala, tetapi tentang bagaimana mereka berani bersaing, menjaga nama baik madrasah, dan tetap menjunjung tinggi sportivitas,” ujarnya. Sementara itu, guru pembimbing yang sejak awal mendampingi proses persiapan menuturkan bahwa latihan intensif telah dilakukan dalam beberapa minggu terakhir. Mulai dari pembahasan soal-soal tingkat tinggi, strategi menghadapi lomba, hingga pembekalan mental agar siswa tetap tenang saat bertanding. Semua itu dilakukan demi memastikan siswa tampil maksimal di setiap cabang yang diikuti. Kehadiran Kamad dan guru pembimbing di tengah-tengah siswa bukan sekadar formalitas. Kehadiran mereka menjadi simbol kebersamaan dan dukungan nyata yang membuat peserta merasa tidak sendirian dalam menghadapi kompetisi. Doa, motivasi, dan pendampingan secara langsung di arena lomba memberi energi positif bagi siswa untuk terus berjuang. Indah, salah seorang peserta OMI dari MAN Batubara mata pelejaran Geografi, dengan penuh semangat menyampaikan harapannya. “Saya merasa sangat bersyukur bisa mewakili madrasah di tingkat provinsi. Perjuangan ini bukan hanya untuk diri saya sendiri, tetapi juga untuk membanggakan orang tua, guru, dan madrasah. Kami sudah berlatih keras, sekarang saatnya membuktikan kemampuan. InsyaAllah kami akan berjuang sebaik mungkin,” ungkapnya dengan penuh keyakinan. Ajang OMI provinsi ini menjadi momentum penting bagi MAN Batubara untuk menunjukkan kualitasnya di kancah yang lebih luas. Dengan semangat kebersamaan, optimisme, serta dukungan penuh dari madrasah, diharapkan siswa mampu meraih prestasi gemilang dan menjadi kebanggaan tidak hanya bagi madrasah, tetapi juga Kabupaten Batubara. (MI)
Silaturahmi Penuh Sportivitas, Siswa MAN Batubara Juara POPDA Tanding dengan KaKan Kemenag Batubara
Batubara (Humas). Suasana penuh keakraban terlihat di Aula MAN Batubara ketika seorang siswa madrasah Wan Fazlan yang baru saja menorehkan prestasi sebagai Juara 1 POPDA cabang Tenis Meja melakukan pertandingan silaturahmi dengan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Batubara H. Sakoanda Siregar, S.Ag yang merupakan Juara 1 ASN Tenis Meja Kemenag Batubara. Pertandingan persahabatan tersebut tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga simbol silaturahmi dan inspirasi bagi seluruh keluarga besar MAN Batubara. Pertemuan istimewa ini digagas setelah siswa tersebut berhasil mengharumkan nama madrasah dan daerah dalam ajang POPDA. Keberhasilan sang juara muda mendapatkan perhatian langsung dari KaKan Kemenag Batubara. Sebagai bentuk apresiasi sekaligus motivasi, KaKan Kemenag mengajak sang atlet belia untuk berhadapan di meja tenis dalam suasana penuh kehangatan. Dalam pertandingan persahabatan yang berlangsung seru itu, keduanya menunjukkan keterampilan dan teknik permainan terbaik. Meski tidak ada beban untuk menentukan siapa pemenang, pertandingan tetap berjalan sportif, menegangkan, dan menghibur. Sorak sorai penonton yang terdiri dari para guru, siswa, serta pegawai Kemenag turut menambah semarak suasana. Sakoanda menyampaikan rasa bangganya terhadap capaian siswa madrasah tersebut. Ia menegaskan bahwa prestasi di bidang olahraga adalah bukti nyata bahwa madrasah tidak hanya unggul dalam bidang keagamaan dan akademik, tetapi juga mampu bersaing dalam cabang olahraga. “Prestasi ini adalah kebanggaan kita semua. Anak-anak madrasah sudah membuktikan bahwa mereka bisa berkompetisi dan juara, bahkan di ajang sebesar POPDA. Pertandingan silaturahmi ini menjadi simbol bahwa generasi muda madrasah harus terus kita dukung, baik dalam pendidikan maupun olahraga,” ujarnya. Di sisi lain, Wan Fazlan sang juara POPDA tampak antusias bisa bertanding langsung dengan KaKan Kemenag. Ia mengaku terhormat karena mendapat kesempatan berharga tersebut. “Saya tidak menyangka bisa bermain langsung dengan Bapak KaKan Kemenag. Beliau ternyata juga sangat hebat dan penuh semangat. Pertandingan ini akan menjadi pengalaman yang tak terlupakan bagi saya,” ucapnya penuh rasa syukur. Pertandingan silaturahmi itu ditutup dengan sesi foto bersama serta pemberian apresiasi dari KaKan Kemenag kepada siswa berprestasi tersebut. Suasana hangat dan penuh motivasi terasa, meneguhkan semangat seluruh siswa madrasah untuk terus berprestasi di bidang apapun yang mereka tekuni. Acara sederhana namun sarat makna ini menunjukkan bagaimana hubungan antara pimpinan, guru, dan siswa bisa terjalin dalam bingkai kebersamaan melalui olahraga. Selain menguatkan silaturahmi, momen ini juga menanamkan nilai sportivitas, kebersamaan, dan semangat juang di kalangan siswa/i MAN Batubara. (MI)
Pramuka MAN Batubara Ikut Warnai Perkemahan Wirakarya Madrasah 2025, Bersama Mengabdi dan Membangun
Batubara (Humas). Semangat kebersamaan dan jiwa kemandirian kembali ditunjukkan oleh Pramuka MAN Batubara yang tahun ini turut ambil bagian dalam Perkemahan Wirakarya Madrasah (PWM) Tahun 2025. Kegiatan bergengsi yang mempertemukan para anggota pramuka dari berbagai madrasah se-Sumatera Utara ini menjadi wadah pengembangan diri, penguatan karakter, sekaligus ruang silaturahmi antar sesama generasi muda madrasah. Perkemahan Wirakarya Madrasah 2025 digelar di UINSU Kampus IV Tuntungan, Jl. Lapangan Golf No 102, Kp. Tengah, Kec. Pancur Batu, Kab. Deli Serdang, Medan Tuntungan. Dimulai sejak Kamis (25/9) hingga Minggu (28/9), kegiatan tersebut mengusung tema “Bersama Mengabdi dan Bersama Membangun.” Tema ini tidak hanya menjadi slogan, tetapi juga menggambarkan semangat para peserta untuk menyatukan tujuan dan menyatukan hati menjadi garda terdepan dalam menebar manfaat melalui karya dan pengabdian nyata di tengah masyarakat. Dari MAN Batubara, belasan siswa yang tergabung dalam anggota pramuka dilepas secara resmi oleh Kepala madrasah Erwin Parlindungan Nst, S.Ag.,MM. Dengan penuh doa dan harapan Erwin mengatakan, “Anak-anak kami yang berangkat ini membawa semangat juang, rasa tanggung jawab, serta kebanggaan sebagai wakil madrasah dan daerah. Kami berharap semuanya selamat sampai tujuan dan tetap jaga nama baik MAN Batubara. Ingat, dimanapun dan dalam situasi apapun, kalian harus pandai membawa diri sebagai anak madrasah. Jangan tinggalkan sholat, dan bertuturlah dengan baik,” ucapnya. Para peserta terlihat antusias sejak persiapan keberangkatan, mulai dari latihan keterampilan kepramukaan, penguatan fisik, hingga pembekalan materi tentang kepemimpinan, kebersamaan, serta pengabdian sosial. Diketahui, selama kegiatan berlangsung, peserta Pramuka MAN Batubara tidak hanya berkemah, tetapi juga mengikuti beragam agenda yang sarat nilai edukatif. Mulai dari giat umum yang meliputi upacara adat racana, upacara pembukaan, upacara penutupan, milad racana, apel pagi dan sore, juga senam. Kemudian giat bakti fisik yang meliputi gotong royong membersihkan masjid, dan menanam 300 pohon. Dilanjutkan nantinya dengan giat non fisik yang dosajikan oleh PWM Sumut Tahun 2025 berupa materi yang dapat menambah wawasan dan pengetahuan peserta. Ada juga nantinya giat prestasi yang dikemas menjadi perlombaan seperti karnaval, tari kreasi nusantara, kuliner nusantara, dan tenda terbaik. Peserta juga mengikuti giat penunjang yang meliputi malam selamat datang, malam amal fatwa, penampilan tari kolosal dan pemandangan api unggun. Semua rangkaian kegiatan tersebut menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga kelestarian alam, mempererat persaudaraan, serta mengukuhkan jati diri sebagai pelajar madrasah yang berkarakter. Kehadiran kontingen MAN Batubara dalam ajang PWM 2025 juga menjadi kebanggaan tersendiri bagi civitas madrasah. Hal ini menunjukkan bahwa MAN Batubara terus konsisten membina siswanya tidak hanya dalam bidang akademik, tetapi juga non-akademik, khususnya dalam membentuk karakter dan jiwa kepemimpinan melalui Pramuka. Kepala MAN Batubara menyampaikan bahwa, kegiatan semacam ini adalah sarana penting untuk membekali siswa dengan pengalaman berharga yang tidak bisa didapatkan di dalam kelas. “Kami sangat bangga anak-anak MAN Batubara bisa ikut serta dalam Perkemahan Wirakarya Madrasah 2025. Ini adalah kesempatan untuk belajar langsung tentang arti pengabdian, kerjasama, serta kepemimpinan. Harapan kami, pengalaman ini akan menjadi bekal mereka di masa depan untuk menjadi generasi yang tangguh dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Kepala MAN Batubara. Selain itu, peserta Pramuka MAN Batubara juga berkesempatan menjalin persahabatan dengan siswa madrasah dari berbagai daerah di Sumatera Utara. Suasana persaudaraan begitu terasa dalam setiap kegiatan, membuktikan bahwa meskipun berasal dari latar belakang berbeda, para Pramuka madrasah memiliki tujuan yang sama, yaitu mengabdi untuk bangsa dan agama. Dengan keikutsertaan dalam PWM 2025, Pramuka MAN Batubara menorehkan langkah penting dalam perjalanan pendidikan karakter siswa. Tidak hanya sekadar ikut berpartisipasi, tetapi juga menjadi bukti nyata bahwa madrasah mampu melahirkan generasi muda yang berdaya, kreatif, dan siap berbakti untuk negeri. (MI)
Siswa MAN Batubara Juara OMI Kabupaten dan Lanjut ke Provinsi, Kakan Kemenag Beri Apresiasi
Batubara (Humas). Ajang Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) tingkat Kabupaten Batubara tahun 2025 menjadi panggung pembuktian bagi siswa MAN Batubara. Dengan penuh semangat, mereka berhasil meraih kemenangan di sejumlah mata pelajaran, sekaligus menegaskan eksistensi madrasah sebagai lembaga pendidikan yang unggul dan berdaya saing. Kemenangan yang diraih para siswa ini disambut penuh rasa syukur oleh keluarga besar MAN Batubara. Para guru dan pembina yang selama ini mendampingi siswa dalam proses belajar serta persiapan lomba turut merasa bangga. Tidak hanya itu, orang tua siswa pun menyambut gembira capaian ini karena buah hati mereka mampu menunjukkan potensi terbaik di tingkat kabupaten. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Batubara H.Sakoanda Siregar, S.Ag dalam kesempatan terpisah, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada siswa-siswa MAN Batubara yang telah membawa nama harum madrasah. Sakoanda mengundang seluruh siswa yang berhasil melanjutkan OMI tingkat provinsi ke Kantor Kementerian Agama Kabupaten Batubara, Kamis (25/9). Ia menegaskan bahwa kemenangan tersebut adalah hasil kerja keras, semangat belajar yang tinggi, serta doa dan dukungan dari seluruh keluarga besar madrasah “Prestasi ini adalah bukti bahwa anak-anak madrasah mampu bersaing dengan penuh percaya diri. Kami sangat bangga, dan saya berharap kemenangan ini tidak hanya berhenti di tingkat kabupaten, tetapi bisa dilanjutkan hingga provinsi bahkan nasional,” ujar Kakan Kemenag Batubara dengan penuh semangat. Lebih lanjut, beliau juga memberikan motivasi agar para siswa tidak cepat puas dengan prestasi yang telah dicapai. Menurutnya, kompetisi merupakan ajang pembelajaran untuk terus meningkatkan kapasitas diri. Kemenangan di tingkat kabupaten hendaknya menjadi pijakan awal untuk menorehkan prestasi di jenjang yang lebih tinggi. Sementara itu, Kepala MAN Batubara Erwin Parlindungan Nst, S.Ag.,MM juga menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan siswa-siswanya. Ia menegaskan bahwa pencapaian ini merupakan hasil sinergi antara siswa, guru, dan seluruh tenaga kependidikan yang telah bersama-sama membangun atmosfer belajar yang kondusif. “Kami berkomitmen untuk terus mendukung potensi siswa di berbagai bidang, sehingga madrasah ini dapat menjadi pusat lahirnya generasi unggul dan berakhlak mulia,” ungkapnya. Kemenangan siswa MAN Batubara dalam OMI ini sekaligus menjadi inspirasi bagi siswa lainnya untuk berani mencoba, berkompetisi, dan mengasah kemampuan diri. Dengan dukungan penuh dari Kakan Kemenag serta pihak madrasah, diharapkan prestasi yang telah diraih ini akan membuka jalan bagi lahirnya generasi baru yang siap membawa nama Batubara ke kancah lebih luas. (MI)