Batubara (Humas). MAN Batubara bersama sejumlah madrasah sepembinaan di lingkungan Kabupaten Batubara mengikuti Workshop Pembuatan Bahan Ajar Berbasis Deep Learning dan Kurikulum Berbasis Cinta Tahun 2025, Kamis (18/12) di aula MAN Batubara. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bagian dari upaya berkelanjutan Kementerian Agama dalam meningkatkan kualitas pembelajaran madrasah yang adaptif terhadap perkembangan teknologi sekaligus berlandaskan nilai-nilai kemanusiaan dan keislaman. Workshop tersebut menghadirkan narasumber kompeten H. Syawaluddin Matondang, SE, MM Ketua Tim Kurikulum dari Kanwil Kemenag Sumut, Rahmad Jamil, S.Ag.,M.Pd Pelaksana Penata Kelola Madrasah Kanwil Kemenag Sumut, dan Ade Rahmat, S.Pd Pelaksana Penelaah Teknis Kebijakan Kanwil Kemenag Sumut, serta dilaksanakan melalui kerja sama dengan Penerbit Erlangga sebagai mitra pendukung kegiatan. Kolaborasi ini menjadi wujud sinergi antara institusi pemerintah dan pihak penerbit pendidikan dalam mendorong transformasi pembelajaran di madrasah. Kegiatan tersebut diikuti oleh para kepala madrasah, guru mata pelajaran, serta tenaga pendidik dari berbagai jenjang madrasah. Kehadiran peserta dari madrasah sepembinaan menunjukkan komitmen bersama untuk terus memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam meningkatkan mutu pendidikan madrasah di wilayah Batubara. Dalam kegiatan ini, para peserta dibekali pemahaman mendalam mengenai konsep deep learning sebagai pendekatan pembelajaran yang menekankan proses berpikir tingkat tinggi, pemahaman konseptual yang mendalam, serta kemampuan peserta didik dalam mengaitkan materi pelajaran dengan realitas kehidupan sehari-hari. Pendekatan ini dinilai relevan dengan tantangan pendidikan masa kini yang menuntut peserta didik tidak hanya menguasai materi, tetapi juga mampu berpikir kritis, kreatif, dan solutif. Selain itu, workshop ini juga menitikberatkan pada implementasi Kurikulum Berbasis Cinta, sebuah pendekatan pendidikan yang menempatkan nilai kasih sayang, empati, toleransi, dan moderasi beragama sebagai ruh utama dalam proses pembelajaran. Kurikulum ini diharapkan mampu membentuk karakter peserta didik yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan sosial, sikap saling menghargai, serta akhlak mulia dalam kehidupan bermasyarakat. Narasumber dari Kanwil Kemenag Sumut dalam pemaparannya menegaskan bahwa, transformasi pembelajaran di madrasah harus berjalan seimbang antara penguasaan teknologi dan penguatan nilai-nilai kemanusiaan. Menurutnya, pemanfaatan teknologi dan pendekatan deep learning tidak boleh menghilangkan sentuhan humanis dalam pendidikan. Justru, melalui Kurikulum Berbasis Cinta, guru diharapkan mampu menghadirkan pembelajaran yang menyejukkan, inklusif, dan membangun suasana kelas yang aman serta menyenangkan bagi peserta didik. Selama workshop berlangsung, para peserta mengikuti berbagai sesi materi yang disajikan secara sistematis, mulai dari pengenalan konsep dan prinsip dasar deep learning, strategi penyusunan bahan ajar yang berorientasi pada peserta didik, hingga praktik langsung merancang modul pembelajaran yang kontekstual dan aplikatif. Para guru juga diajak untuk berdiskusi dan berbagi pengalaman terkait tantangan pembelajaran di kelas, sekaligus mencari solusi bersama melalui pendekatan yang inovatif. Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan dalam sesi diskusi dan tanya jawab. Para guru memanfaatkan kesempatan ini untuk menggali lebih dalam bagaimana mengintegrasikan nilai-nilai cinta dan moderasi beragama ke dalam materi pelajaran tanpa mengurangi capaian kompetensi akademik. Hal ini menunjukkan kesadaran bersama bahwa pendidikan madrasah memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang unggul secara intelektual sekaligus kuat dalam karakter. Kepala MAN Batubara Erwin Parlindungan Nst, S.Ag.,MM dalam keterangannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya workshop tersebut. Ia menilai kegiatan ini sangat strategis dan relevan dengan kebutuhan guru di era digital. Menurutnya, workshop ini menjadi ruang pembelajaran bagi para pendidik untuk terus mengembangkan kompetensi profesional, sekaligus memperkaya wawasan dalam merancang pembelajaran yang bermakna dan berorientasi pada pembentukan karakter peserta didik.“Melalui workshop ini, guru didorong untuk tidak hanya menjadi pengajar, tetapi juga pendidik yang mampu menanamkan nilai-nilai cinta, kepedulian, dan toleransi kepada peserta didik. Inilah esensi pendidikan madrasah yang sesungguhnya,” ungkapnya. Selain itu, pimpinan Penerbit Erlangga Kabupaten Batubara Damares Purba menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Erlangga untuk turut berkolaborasi dalam kegiatan peningkatan kompetensi guru madrasah. Ia menegaskan bahwa Erlangga berkomitmen untuk terus mendukung dunia pendidikan melalui penyediaan sumber belajar yang berkualitas, inovatif, dan selaras dengan perkembangan kurikulum nasional. Dengan terselenggaranya Workshop Pembuatan Bahan Ajar Berbasis Deep Learning dan Kurikulum Berbasis Cinta Tahun 2025 ini, diharapkan para guru MAN Batubara dan madrasah sepembinaan mampu mengimplementasikan hasil pelatihan secara nyata dalam proses pembelajaran di kelas. Penerapan bahan ajar yang inovatif dan bernilai diharapkan dapat menciptakan suasana belajar yang lebih hidup, interaktif, dan bermakna, sekaligus melahirkan generasi madrasah yang berilmu, berakhlak, dan siap menghadapi tantangan masa depan. (MI)
Puluhan Siswa MAN Batubara Terima Bantuan PIP, Madrasah Pastikan Penyaluran Tepat Sasaran
Batubara (Humas). Madrasah Aliyah Negeri Batubara kembali menjadi salah satu lembaga pendidikan yang menerima penyaluran Bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) tahun ini. Puluhan siswa dengan didampingi oleh orang tuanya menerima bantuan tersebut dalam kegiatan penyerahan yang berlangsung di lingkungan madrasah pada hari ini, Sabtu (06/12). Penyaluran dilakukan secara tertib, terstruktur, dan tepat sasaran, memastikan bahwa setiap siswa yang berhak mendapatkan bantuan dapat segera memanfaatkannya untuk menunjang kebutuhan pendidikan. Kepala MAN Batubara Erwin Parlindungan Nst, S.Ag.,MM menyampaikan bahwa, penyaluran PIP merupakan bentuk konkret komitmen pemerintah dalam memberikan dukungan pemerataan akses pendidikan bagi seluruh peserta didik, terutama mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu. Ia menegaskan bahwa bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban orang tua dalam memenuhi keperluan sekolah, seperti pembelian perlengkapan belajar, seragam, buku, serta kebutuhan penunjang lainnya. “Program Indonesia Pintar ini merupakan wujud perhatian pemerintah agar tidak ada siswa yang terhambat dalam belajar hanya karena persoalan biaya. Kami di MAN Batubara memastikan bahwa penyaluran berjalan dengan tepat sasaran dan langsung diterima oleh siswa yang berhak,” ujar Erwin dalam sambutannya. Beliau juga menambahkan bahwa pihak madrasah selalu berupaya menjaga transparansi dan akuntabilitas agar bantuan dapat digunakan siswa sesuai tujuan program. Pada proses penyerahan, para siswa dengan didampingi oleh orang tuanya masing-masing dipanggil satu per satu untuk menerima buku rekening atau bukti pencairan bantuan. Sebagian siswa yang sudah melakukan aktivasi rekening langsung dapat mencairkan bantuan dalam waktu yang sama. Para guru dan wali kelas turut mendampingi proses tersebut untuk memastikan tidak ada kendala administratif bagi siswa maupun orang tua. Suasana kegiatan tampak tertib dan penuh rasa syukur, mengingat bantuan ini sangat membantu kebutuhan pendidikan di tengah meningkatnya biaya perlengkapan sekolah. Salah satu siswa penerima PIP menyampaikan rasa terima kasihnya karena bantuan ini meringankan beban orang tua dan memungkinkan dirinya lebih fokus pada kegiatan belajar. Banyak siswa lain yang juga mengungkapkan hal serupa, menyebut bahwa bantuan PIP bukan hanya sebuah program finansial, tetapi juga bentuk motivasi agar mereka terus belajar dengan lebih giat. Pihak madrasah berharap bahwa melalui penyaluran langsung ini, siswa dapat segera memanfaatkan bantuan secara optimal dan bertanggung jawab. Selain itu, madrasah juga berkomitmen terus melakukan pendataan secara berkala agar siswa yang memenuhi kriteria dapat diusulkan kembali pada tahap penyaluran berikutnya. Dengan pemberian bantuan PIP ini, MAN Batubara kembali menegaskan perannya sebagai lembaga pendidikan yang aktif mendukung program pemerintah dan terus berusaha memastikan bahwa seluruh siswa mendapatkan kesempatan yang sama untuk meraih pendidikan berkualitas tanpa hambatan ekonomi. Program ini diharapkan dapat menjadi stimulus bagi siswa untuk semakin berprestasi serta menumbuhkan rasa percaya diri mereka dalam meraih masa depan yang lebih baik.
Warga MAN Batubara Bergerak, Donasi Rp. 8.845.000 Juta Siap Disalurkan ke Daerah Terdampak
Batubara (Humas). Madrasah Aliyah Negeri Batubara kembali menunjukkan kepedulian sosialnya melalui aksi kemanusiaan bagi korban bencana alam yang melanda sejumlah daerah di Sumatera Utara, Kamis (04/12). Dalam kegiatan penggalangan dana yang dilakukan selama beberapa hari, seluruh warga madrasah mulai dari siswa, guru, hingga tenaga kependidikan berhasil mengumpulkan donasi sebesar Rp 8.845.000. Donasi ini selanjutnya akan disalurkan kepada para penyintas bencana sebagai bentuk solidaritas dan dukungan moral dari keluarga besar MAN Batubara. Penggalangan dana ini dilakukan sebagai respons cepat atas informasi mengenai bencana yang menyebabkan kerusakan rumah warga, fasilitas umum, serta mengakibatkan banyak keluarga harus mengungsi. Menyadari hal tersebut, pihak madrasah segera menginisiasi aksi solidaritas dengan melibatkan seluruh elemen di lingkungan MAN Batubara. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan meringankan beban korban, tetapi juga menjadi sarana pendidikan karakter bagi siswa agar lebih peka terhadap kondisi sosial di sekitar mereka. Kepala MAN Batubara Erwin Parlindungan Nst, S.Ag.,MM dalam sambutannya menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan kemanusiaan ini. Ia menegaskan bahwa kepedulian dan empati merupakan nilai penting yang harus terus ditanamkan kepada seluruh peserta didik. “Kami sangat bangga melihat antusiasme siswa dan seluruh warga madrasah dalam aksi penggalangan dana ini. Jumlah yang terkumpul bukan sekadar angka, tetapi menunjukkan bahwa semangat gotong royong dan kepedulian masih tertanam kuat di diri generasi muda kita,” ujarnya. Lebih lanjut, pihak madrasah juga memastikan bahwa donasi tersebut akan disalurkan melalui lembaga resmi agar tepat sasaran dan dapat segera dimanfaatkan oleh korban bencana yang membutuhkan. Guru dan pembina kesiswaan turut mengawal proses ini agar transparansi dan akuntabilitas tetap terjaga. Sementara itu, para siswa mengaku bangga dapat ikut berkontribusi membantu sesama, meski dalam bentuk yang sederhana. Mereka berharap bantuan tersebut dapat sedikit meringankan beban para korban dan memberikan semangat baru bagi warga yang sedang berjuang memulihkan kehidupan pasca bencana. Aksi solidaritas ini juga menjadi bukti bahwa MAN Batubara tidak hanya fokus pada pendidikan akademik, tetapi juga berkomitmen membentuk generasi yang berempati, peduli, dan memiliki rasa tanggung jawab sosial yang tinggi. Keberhasilan mengumpulkan donasi sebesar Rp 8.845.000 juta menjadi capaian yang membanggakan serta mencerminkan kekompakan seluruh keluarga besar madrasah dalam menjalankan misi kemanusiaan. Dengan berakhirnya penggalangan dana ini, MAN Batubara berharap bantuan tersebut dapat menjadi amal jariyah bagi seluruh donatur serta menjadi energi positif bagi para korban agar dapat segera bangkit dari keterpurukan. Madrasah juga berkomitmen untuk terus mengadakan kegiatan sosial serupa sebagai wujud nyata dari pendidikan karakter dan nilai keagamaan yang diajarkan di lingkungan MAN Batubara. (MI)
MAN Batubara Gelar Ujian Semester Ganjil Berbasis CBT, Kamad Lakukan Pemantauan Langsung dari Ruang ke Ruang
Batubara (Humas). MAN Batubara kembali menyelenggarakan Ujian Semester Ganjil Tahun Ajaran 2025/2026 dengan menerapkan sistem Computer Based Test (CBT) yang dikerjakan melalui gawai pribadi milik masing-masing siswa, Rabu (26/11). Pelaksanaan berbasis digital ini bukan hal baru bagi peserta didik MAN Batubara, sebab metode CBT telah menjadi model evaluasi yang rutin digunakan pada sejumlah ujian sebelumnya, seperti penilaian tengah semester dan try out berbasis aplikasi. Dengan demikian, para siswa sudah cukup terbiasa dan mahir mengoperasikan platform ujian yang digunakan madrasah. Sejak pagi hari, suasana lingkungan madrasah tampak lebih tertib dan kondusif. Siswa-siswi dari kelas X, XI, hingga XII tampak hadir lebih awal untuk memastikan gawai mereka siap digunakan, mulai dari baterai yang terisi penuh hingga koneksi internet yang stabil. Panitia ujian dan tim teknis juga terlihat sigap melakukan pengecekan terakhir di setiap ruang ujian untuk memastikan seluruh fasilitas pendukung, seperti WiFi dan access point berfungsi tanpa kendala. Untuk menghindari kepadatan di ruang ujian dan menjaga kenyamanan siswa dalam mengerjakan soal, MAN Batubara menerapkan sistem dua sesi. Sesi pertama dilaksanakan pada pagi hari dengan jumlah peserta sekitar separuh dari total keseluruhan siswa, sementara sesi kedua digelar setelah waktu istirahat. Pembagian dua sesi ini telah diatur sedemikian rupa agar distribusi peserta merata, pengawasan berjalan maksimal, serta kualitas jaringan tetap stabil. Saat pelaksanaan berlangsung, para siswa terlihat fokus mengerjakan soal melalui layar gawai mereka masing-masing. Sistem CBT memungkinkan setiap siswa masuk ke akun pribadi melalui aplikasi atau situs resmi ujian, kemudian mengerjakan soal dengan waktu yang telah ditentukan. Penggunaan gawai pribadi dinilai lebih fleksibel dan efektif, karena siswa dapat mengerjakan ujian dengan perangkat yang sudah familiar bagi mereka. Hal ini turut mengurangi potensi kendala teknis yang biasanya muncul saat menggunakan perangkat komputer bersama. Di tengah jalannya ujian, Kepala MAN Batubara Erwin Parlindungan Nst, S.Ag.,MM melakukan pemantauan langsung ke seluruh ruang ujian. Dengan menyusuri setiap kelas, Erwin memastikan pelaksanaan berjalan lancar dan tertib, mulai dari kesiapan fasilitas, disiplin siswa, hingga peran guru pengawas dalam mengawasi jalannya ujian. Kehadiran Kamad ke ruangan-ruangan tidak hanya menjadi bentuk pengawasan, tetapi juga memberikan motivasi moral bagi siswa agar tetap tenang dan percaya diri. Dalam kesempatan tersebut, Erwin menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya terhadap seluruh pihak yang terlibat. Ia menegaskan bahwa pelaksanaan ujian berbasis CBT telah menjadi bagian dari komitmen madrasah untuk menghadirkan proses evaluasi yang lebih modern, cepat, dan akuntabel. “Pelaksanaan CBT ini sudah beberapa kali kita jalankan, sehingga anak-anak sudah terbiasa dan tidak canggung lagi. Alhamdulillah hari ini semuanya berjalan lancar, jaringan stabil, dan siswa terlihat sangat serius mengerjakan soal. Semoga seluruh rangkaian ujian semester dapat berlangsung dengan baik hingga selesai,” ujar Erwin saat meninjau salah satu ruang ujian. Beliau juga menyampaikan terima kasih kepada guru pengawas dan panitia yang telah bekerja ekstra dalam mempersiapkan seluruh kebutuhan teknis dan administratif demi kelancaran pelaksanaan. Ia berharap sistem digital seperti CBT dapat terus dikembangkan sebagai bagian dari transformasi madrasah menuju model pembelajaran yang lebih maju dan adaptif terhadap teknologi. Dengan pengawasan ketat, persiapan matang, serta pengalaman siswa yang sudah terbiasa menggunakan sistem digital, pelaksanaan Ujian Semester Ganjil di MAN Batubara tahun ini diharapkan dapat menghasilkan evaluasi yang objektif, transparan, dan mencerminkan capaian pembelajaran siswa secara maksimal. Ujian dijadwalkan berlangsung beberapa hari ke depan, dengan harapan seluruh siswa dapat menyelesaikan rangkaian tes dengan lancar dan memperoleh hasil terbaik. (MI)
Meriah! MAN Batubara Gelar Peringatan Hari Guru Penuh Kreativitas dan Apresiasi
Batubara (Humas). Madrasah Aliyah Negeri Batubara menggelar peringatan Hari Guru Nasional yang ke 80 tahun 2025 dengan penuh kemeriahan dan suasana kekeluargaan. Selain upacara, MAN Batubara meerayakan Hari Guru ini dengan berbagai pertunjukan seni dari Sanggar Tari MAN Batubara serta penampilan kreatif siswa dari setiap angkatan. Acara yang berlangsung di halaman madrasah itu menjadi momentum istimewa bagi seluruh warga MAN Batubara untuk menunjukkan apresiasi mendalam kepada para pendidik, Selasa (25/11). Sejak pagi, halaman madrasah telah dipadati oleh guru dan siswa yang antusias mengikuti rangkaian kegiatan. Kepala MAN Batubara Erwin Parlindungan Nst, S.Ag.,MM., dalam sambutannya menegaskan pentingnya Hari Guru sebagai momentum untuk menghormati peran besar pendidik dalam membentuk karakter dan masa depan bangsa. “Guru adalah pelita yang tak pernah padam, bahkan ketika menghadapi tantangan zaman. Hari ini kita berkumpul bukan hanya untuk merayakan, tetapi untuk menghargai perjuangan dan ketulusan para pendidik yang setiap hari hadir membimbing anak-anak kita,” ujarnya. Beliau juga menambahkan bahwa kegiatan seperti ini penting untuk menumbuhkan rasa hormat siswa terhadap guru sekaligus membuka ruang kreativitas bagi peserta didik. “Saya sangat bangga melihat antusiasme siswa hari ini. Kreativitas yang ditampilkan menjadi bukti bahwa madrasah bukan hanya tempat belajar ilmu, tetapi juga tempat berproses, berkarya, dan bertumbuh.” Sambutan tersebut disambut tepuk tangan meriah dari para siswa dan guru yang hadir. Rangkaian acara dibuka oleh penampilan Sanggar Tari MAN Batubara. Dengan balutan kostum tradisional dan koreografi yang telah dipersiapkan secara matang, para penari menampilkan kolaborasi tarian Nusantara yang memukau seluruh hadirin. Gerakan yang kompak dan penuh energi mendapatkan sambutan meriah berupa tepuk tangan panjang dari para guru dan siswa. Setelah penampilan pembuka, acara dilanjutkan dengan penampilan dari masing-masing angkatan dengan menampilkan drama musikal dengan alur cerita menyentuh dan dengan tema penghormatan kepada guru. Setiap angkatan membawa warna dan kekhasannya, menciptakan suasana yang meriah dan penuh kebersamaan. Salah satu sesi yang paling ditunggu adalah pengumuman guru terbaik MAN Batubara. Penghargaan ini diberikan kepada guru-guru yang dinilai memiliki dedikasi tinggi, inspiratif, serta berkontribusi besar terhadap perkembangan peserta didik dan madrasah. Nama-nama guru terbaik diumumkan secara resmi oleh panitia, dan seluruh siswa memberikan tepuk tangan apresiasi ketika para guru tersebut maju ke panggung. Kepala MAN Batubara kemudian menyerahkan hadiah dan cendera mata secara langsung kepada para guru terpilih sebagai bentuk penghargaan atas kerja keras dan pengabdian mereka selama ini. Momen itu menjadi salah satu yang paling haru dalam acara tersebut. Beberapa siswa tampak ikut bertepuk tangan sambil meneriakkan nama guru favorit mereka sebagai bentuk dukungan dan rasa bangga. Acara ditutup dengan foto bersama antara guru dan siswa, disusul dengan lantunan lagu “Hymne Guru” yang dinyanyikan bersama. Suasana hangat dan penuh rasa hormat menyelimuti seluruh peserta hingga acara berakhir. Peringatan Hari Guru tahun ini kembali menegaskan bahwa hubungan antara guru dan siswa di MAN Batubara bukan hanya sebatas proses belajar mengajar, melainkan ikatan kekeluargaan yang saling mendukung dan menginspirasi.(MI)
Kepala MAN Batubara Hadiri Pembinaan ASN yang Dipimpin Menteri Agama di Kanwil Sumut
Batubara (Humas). Kepala MAN Batubara Erwin Parlindungan Nst, S.Ag.,MM menghadiri kegiatan Pembinaan Aparatur Sipil Negara yang dipimpin langsung oleh Menteri Agama Republik Indonesia Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA di Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara, Senin (24/11). Acara ini menjadi salah satu agenda penting dalam rangka memperkuat tata kelola birokrasi, meneguhkan integritas, serta memastikan peningkatan kualitas layanan di seluruh satuan kerja Kementerian Agama. Kegiatan tersebut diikuti oleh ratusan ASN dari berbagai kabupaten/kota, terdiri dari kepala madrasah, pejabat eselon, kepala KUA, pengawas, dan perwakilan pegawai madrasah maupun satker lainnya di lingkungan Kanwil Kemenag Sumut. Suasana antusias tampak sejak pagi ketika para peserta memadati aula utama Kanwil, menandai besarnya atensi terhadap kehadiran Menteri Agama. Menteri Agama Republik Indonesia Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA saat menyampaikan pembinaan menekankan pentingnya transformasi birokrasi yang berorientasi pada pelayanan publik berkualitas. Beliau menggaris bawahi bahwa ASN Kementerian Agama harus tampil sebagai figur teladan yang menjunjung tinggi integritas, etika bernegara, serta mampu menjadi representasi nilai-nilai moderasi beragama di tengah masyarakat yang terus berkembang. “Kementerian Agama RI berbeda dengan Kementerian lain. Ekspektasi masyarakat terhadap kinerja Kementerian Agama RI sangat tinggi karena setiap sendi kehidupan masyarakat bertumpu pada Kementerian Agama. Kita seperti kain putih. Terkena noda sedikit saja, maka akan kentara terlihat noda tersebut. Kalau Kementerian lain berwarna hijau, biru, merah, dan lainnya, maka kita berwarna putih. Maka dari itu, mari kita jaga institusi ini dengan kiprah kita yang memprioritaskan pelayanan masyarakat,” ujar Prof. Nasaruddin. Menag juga mengatakan setiap ASN harus memaknai filosofi Ikhlas Beramal dalam kehidupan sehari-hari dan kemudian diterapkan dalam kinerja. Lebih lanjut, dalam sambutannya, Kepala Kanwil Kemenag Sumatera Utara H. Ahmad Qosbi, S.Ag, MM mengatakan pertemuan dengan Menteri Agama RI sebagai langkah terdepan untuk mentransformasikan Jati Diri Kementerian Agama. “Sesuai tema kita kali ini yaitu Transformasi Jati Diri Kementerian Agama: Mengukuhkan Nilai Cinta dan Kerukunan Semesta Sebagai Fondasi Utama Sukses Asta Protas Menuju Indonesia Emas 2045. Semoga dengan kehadiran Bapak Menteri Agama RI, kita semakin kompak, semakin kokoh, dan semakin erat dalam mewujudkan hal tersebut,” ucapnya. Qasbi juga mengatakan bahwa pembinaan ini merupakan momentum berharga bagi seluruh ASN untuk melakukan refleksi, evaluasi, serta penguatan komitmen terhadap tugas dan fungsi masing-masing. Ia juga mengapresiasi kehadiran Menteri Agama yang menunjukkan perhatian serius terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan Kemenag. Kepala MAN Batubara Erwin Parlindungan Nst, S.Ag.,MM yang turut hadir dalam kegiatan tersebut mengungkapkan bahwa pembinaan ini memberikan banyak wawasan baru serta dorongan moral bagi para pimpinan madrasah. Menurutnya, apa yang disampaikan Menteri Agama sangat relevan dengan kondisi pendidikan madrasah saat ini yang dituntut untuk terus beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa melepaskan nilai-nilai dasar keagamaan. “Kami merasa sangat terinspirasi dengan arahan Menteri Agama. Pesan beliau mengenai komitmen, integritas, dan kualitas pelayanan menjadi pengingat bagi kami untuk terus melakukan perbaikan, baik dalam manajemen madrasah maupun dalam membina para guru dan tenaga kependidikan,” ujar Kepala MAN Batubara seusai kegiatan. Erwin juga menambahkan bahwa pembinaan seperti ini diperlukan secara berkala untuk memperkuat mentalitas dan etos kerja ASN di lingkungan Kemenag, khususnya madrasah yang menjadi garda depan dalam menanamkan pendidikan agama yang moderat dan berkarakter. Dengan adanya pembinaan langsung dari Menteri Agama, diharapkan seluruh ASN, termasuk jajaran madrasah, semakin memperkuat komitmen profesionalisme dan etos kerja. (MI)
MAN Batubara Meriahkan Hari Guru Nasional dengan Perlombaan yang Didedikasikan untuk Guru
Batubara (Humas). Suasana penuh kehangatan dan keceriaan mewarnai lingkungan Madrasah Aliyah Negeri Batubara saat madrasah tersebut menggelar rangkaian perlombaan khusus untuk para guru dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional yang jatuh pada 25 November. Tidak seperti tahun sebelumnya yang melibatkan siswa sebagai peserta lomba, pada peringatan kali ini MAN Batubara memberikan ruang istimewa bagi seluruh guru untuk tampil, berpartisipasi, dan merayakan momen penghargaan atas dedikasi mereka, Sabtu (22/11). Sejak pagi, para guru sudah berkumpul di halaman madrasah dengan penuh antusias. Panitia yang terdiri dari siswa OSIM dan tim kesiswaan telah menyiapkan panggung, perlengkapan, serta susunan acara dengan rapi. Kepala MAN Batubara Erwin Parlindungan Nst, S.Ag.,MM membuka kegiatan dengan sambutan yang hangat, menekankan bahwa perlombaan khusus ini merupakan bentuk penghormatan terhadap para pendidik yang selama ini menjadi ujung tombak kemajuan madrasah. “Hari ini bukan hanya tentang seremonial, tetapi tentang memberikan ruang bagi para guru untuk bersenang-senang dan menikmati hari mereka,” ucap Erwin dalam sambutannya. Serangkaian perlombaan yang telah dipersiapkan oleh panitia meliputi lomba futsal, volly, karoeke sambung lagu, lomba pipet berkelompok, sarung air, karton estafet, junjung botol, lari sarung, dan lomba memancing emosi mengundang tawa dan mencairkan suasana. Lomba karaoke menjadi salah satu momen paling ditunggu, di mana para guru menunjukkan bakat terpendam mereka melalui suara merdu dan aksi panggung yang menghibur seluruh penonton. Sorak sorai siswa yang menjadi pendukung membuat suasana semakin meriah. Lomba karton estafet juga menambah keseruan acara. Para guru dibagi menjadi beberapa tim dan ditantang untuk menyelesaikan berbagai rintangan unik yang memerlukan kekompakan dan kelincahan. Momen-momen lucu tak terhindarkan karena permainan yang dirancang untuk menciptakan interaksi hangat antar guru. Tidak kalah seru, lomba lari sarung juga berhasil mengundang tawa. Para guru terlihat antusisas dan seluruhnya terlihat berkeinginan untuk menang. Selain bersifat hiburan, kegiatan ini juga menjadi ruang bagi para siswa untuk menunjukkan rasa hormat mereka. Beberapa siswa memberikan persembahan bunga dan ucapan terima kasih kepada guru favorit mereka. Ada pula sesi pembacaan puisi persembahan OSIM yang membuat banyak guru tampak terharu mendengarnya. Menurut panitia, kegiatan ini sengaja dirancang untuk memberikan suasana baru dalam peringatan Hari Guru Nasional di MAN Batubara. “Kami ingin guru bukan hanya menjadi penyelenggara, tetapi juga menjadi pusat acara. Mereka pantas mendapatkan hari yang benar-benar mereka nikmati,” ujar pengurus OSIM. Meskipun dikemas sederhana, rangkaian kegiatan ini meninggalkan kesan mendalam dan mempererat hubungan antara guru dan siswa. MAN Batubara berharap kegiatan seperti ini dapat terus menjadi tradisi tahunan yang tidak hanya merayakan Hari Guru Nasional, tetapi juga memperkuat kebersamaan dan ikatan kekeluargaan di lingkungan madrasah. (MI)
MAN Batubara Gelar Pemilihan OSIM dengan Satu Pasangan Calon
Batubara (Humas). Madrasah Aliyah Negeri Batubara tengah melangsungkan proses pemilihan Ketua dan Wakil Ketua Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM) untuk periode terbaru, Rabu (19/11). Kegiatan demokrasi internal ini menjadi perhatian seluruh warga madrasah karena tahun ini menghadirkan suasana berbeda, pasangan calon yang maju dalam pemilihan merupakan calon tunggal, tanpa adanya pasangan lain sebagai kompetitor. Proses pemilihan yang digelar di lapangan utama madrasah berlangsung dengan tertib dan penuh antusiasme. Sejak pagi, para siswa dari berbagai jenjang tampak menunggu di kelas masing-masing menanti giliran memberikan suara. Pihak panitia, yang terdiri dari Pembina OSIM serta anggota MPK, menyiapkan proses pemilihan secara sistematis mulai dari daftar hadir, bilik suara, hingga kotak suara yang dijaga ketat untuk memastikan jalannya pemilihan tetap transparan dan akuntabel. Meski acara digelar sejak pagi, proses belajar mengajar tetap berjalan seperti biasanya. Kepala MAN Batubara Erwin Parlindungan Nst, S.Ag.,MM dalam sambutannya menekankan bahwa proses pemilihan OSIM bukan sekadar kegiatan rutin tahunan, tetapi juga sarana pendidikan karakter yang sangat penting. “Melalui proses ini, siswa belajar berdemokrasi, memahami tanggung jawab sosial, dan menumbuhkan keberanian menyampaikan pendapat. Walaupun tahun ini hanya ada satu pasangan calon, nilai pendidikannya tetap tidak berkurang,” ujarnya. Dengan penuh khidmat, Kepala Madrasah maju ke bilik suara, disusul para WKM dan beberapa guru pendamping. Tindakan itu sekaligus menjadi simbol bahwa proses demokrasi ini berjalan terbuka, jujur, dan dapat dipertanggungjawabkan. Erwin juga menambahkan bahwa langkah Kepala Madrasah dan para WKM memberikan suara lebih awal dimaksudkan untuk mendorong keterlibatan siswa. “Kami ingin menunjukkan bahwa seluruh pihak di madrasah turut berpartisipasi dalam proses ini. Keteladanan adalah salah satu bentuk pendidikan terbaik,” tambahnya. Keunikan pemilihan tahun ini terletak pada fakta bahwa hanya satu pasangan kandidat yang resmi mendaftar. Meski demikian, pihak panitia menegaskan bahwa seluruh mekanisme tetap dijalankan seperti pemilihan pada umumnya. Para siswa tetap memiliki kebebasan memilih untuk mendukung atau tidak mendukung calon tunggal tersebut. Situasi ini memberikan dinamika tersendiri bagi siswa MAN Batubara, karena mereka tetap diberikan ruang untuk menilai kelayakan calon melalui visi, misi, dan program kerja yang telah disampaikan dalam sesi kampanye dan pemaparan gagasan beberapa hari sebelumnya. Para guru dan pembina OSIM menilai, adanya calon tunggal bukanlah penghambat, tetapi justru menjadi tantangan bagi kandidat untuk menunjukkan kesungguhan dan kesiapan dalam menjalankan roda organisasi. Mereka harus mampu meyakinkan siswa bahwa amanah yang diemban nanti dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab, integritas, serta semangat kepemimpinan yang positif. Sebelumnya, pasangan calon tunggal telah menyampaikan visi, misi, serta program kerja mereka dalam sesi kampanye dan dialog terbuka. Para siswa diberikan kesempatan untuk bertanya, menilai, dan memahami komitmen yang ditawarkan kandidat. Meski tidak memiliki lawan dalam pemilihan, pasangan calon tersebut tetap dituntut untuk meyakinkan seluruh siswa bahwa mereka adalah sosok yang layak dan siap memimpin OSIM selama satu periode ke depan. Suasana pemilihan berjalan kondusif hingga akhir. Setiap siswa yang selesai memberikan suara tampak antusias membicarakan harapan mereka terhadap kepemimpinan OSIM ke depan. Banyak dari mereka berharap agar pengurus terpilih mampu membawa perubahan positif di lingkungan madrasah, menciptakan program-program kreatif, serta menjadi teladan dalam disiplin dan akhlak. Diketahui perhitungan suara akan dilaksanakan dan diumumkan di hari yang sama di hadapan saksi dan perwakilan siswa pukul 13.00 WIB. Terlepas dari hasil formal yang akan disampaikan, proses pemilihan OSIM tahun ini menandai komitmen MAN Batubara dalam menanamkan nilai demokrasi sekaligus memperkuat budaya organisasi di kalangan siswa. (MI)
Peringati Hari Pahlawan, MAN Batubara Teguhkan Semangat Nasionalisme dan Cinta Tanah Air
Batubara (Humas). Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan Nasional yang jatuh setiap tanggal 10 November, Madrasah Aliyah Negeri Batubara menggelar upacara bendera dengan khidmat di halaman madrasah pada Senin (10/11/2025). Seluruh guru, tenaga kependidikan, dan peserta didik turut hadir mengenakan seragam rapi, menandakan penghormatan mendalam terhadap jasa para pahlawan yang telah berjuang demi kemerdekaan bangsa Indonesia. Upacara dimulai pukul 07.30 WIB dengan penuh ketertiban. Bertindak sebagai pembina upacara, Kepala MAN Batubara Erwin Parlindungan Nst.,S.Ag.,MM yang diwakili oleh WKM Kesiswaan M. Asrul Toni Marpaung SH, menyampaikan amanat yang sarat makna tentang pentingnya meneladani semangat juang para pahlawan. Dalam pidatonya, Toni menegaskan bahwa Hari Pahlawan bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum refleksi bagi generasi muda untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air dan tanggung jawab terhadap kemajuan bangsa. “Perjuangan para pahlawan dahulu bukanlah hal yang mudah. Mereka berkorban jiwa dan raga demi kemerdekaan yang hari ini kita nikmati. Tugas kita sebagai generasi penerus adalah mengisi kemerdekaan dengan karya, semangat belajar, dan perilaku yang membawa manfaat bagi sesama,” ujarnya di hadapan peserta upacara. Suasana haru dan penuh kebanggaan menyelimuti jalannya upacara. Ketika lagu kebangsaan Indonesia Raya berkumandang, seluruh peserta berdiri tegap dengan sikap hormat, menyatukan hati dalam semangat nasionalisme. Pembacaan pesan-pesan pahlawan nasional dan mengheningkan cipta yang dipimpin langsung oleh pembina upacara menjadi momen penuh makna, mengingatkan seluruh peserta pada perjuangan luar biasa para pahlawan yang telah gugur di medan laga. Melalui pelaksanaan upacara Hari Pahlawan ini, MAN Batubara berupaya menanamkan nilai-nilai perjuangan, semangat pantang menyerah, dan rasa nasionalisme yang kuat kepada seluruh warga madrasah. Semangat kepahlawanan diharapkan tidak hanya berhenti pada upacara simbolik, tetapi terus hidup dalam perilaku, semangat belajar, dan kepedulian sosial di lingkungan madrasah maupun masyarakat. Peringatan Hari Pahlawan tahun ini menjadi momen reflektif bagi keluarga besar MAN Batubara untuk kembali meneguhkan semangat nasionalisme dan jiwa pengabdian. Nilai-nilai perjuangan yang diwariskan para pahlawan diharapkan mampu menjadi energi positif bagi seluruh warga madrasah dalam menjalankan tugas, belajar, dan berbakti untuk kemajuan bangsa. Dengan semangat Hari Pahlawan, MAN Batubara berkomitmen untuk terus menumbuhkan karakter siswa yang berjiwa patriotik, mandiri, dan berintegritas. Melalui pendidikan yang berlandaskan nilai-nilai keagamaan dan kebangsaan, MAN Batubara bertekad mencetak generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat dalam moral dan cinta tanah air. (MI)
MAN Batubara Laksanakan Tes Kemampuan Akademik (TKA), Tim Kanwil Kemenag Sumut Lakukan Pemantauan Langsung
Batubara (Humas). Madrasah Aliyah Negeri Batubara melaksanakan Tes Kemampuan Akademik (TKA) bagi seluruh peserta didik, sebagai bagian dari program evaluasi capaian belajar dan peningkatan mutu pendidikan di lingkungan madrasah. Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin (03/11) dan berlangsung tertib, kondusif, serta sesuai dengan pedoman yang telah ditetapkan oleh Kementerian Agama. Pelaksanaan TKA di MAN Batubara turut mendapat perhatian dari Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara, yang menurunkan tim perwakilannya yaitu Staf Kasi Kurikulum Kanwil Kemenag Sumut Rahmad Jamil, S.Ag.,M.Pd untuk melakukan kunjungan dan pemantauan langsung ke lokasi. Tim Kanwil hadir untuk memastikan proses pelaksanaan berjalan sesuai prosedur, tanpa mengganggu konsentrasi siswa yang sedang mengikuti ujian. Kehadiran Rahmad Jamil disambut oleh Kepala MAN Batubara Erwin Parlindungan Nst, S.Ag.,MM., didampingi para wakil kepala madrasah dan panitia pelaksana. Dalam sambutannya, Erwin menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi atas perhatian serta dukungan dari Kanwil Kemenag Sumut terhadap pelaksanaan kegiatan akademik di madrasah. “Kami sangat mengapresiasi kehadiran tim dari Kanwil Kemenag Sumut yang datang memantau pelaksanaan TKA hari ini. Kunjungan ini menjadi bentuk dukungan moral bagi kami untuk terus menjaga kualitas dan integritas pelaksanaan ujian di MAN Batubara,” ujar Erwin. TKA di MAN Batubara diikuti oleh seluruh siswa kelas XII dengan materi yang meliputi mata pelajaran umum dan pilihan. Tes ini bertujuan untuk mengukur kemampuan akademik siswa secara objektif dan menjadi dasar bagi madrasah dalam melakukan pembinaan ke depan. Sementara itu, Staf Kasi Kurikulum Kanwil Kemenag Sumut Rahmad Jamil, S.Ag.,M.Pd menyampaikan apresiasi terhadap kesiapan panitia dan suasana pelaksanaan ujian yang berlangsung tertib. Jamil hanya melakukan pemantauan dari luar ruang ujian, memastikan seluruh proses berjalan sesuai jadwal dan standar pelaksanaan. “Kami melihat pelaksanaan TKA di MAN Batubara berjalan dengan baik dan tertib. Para pengawas serta panitia tampak bekerja profesional. Kami menghargai kebijakan madrasah yang menjaga agar peserta ujian tetap fokus tanpa gangguan,” ujarnya. Setelah kegiatan pemantauan, Jamil juga melakukan dialog singkat dengan pihak madrasah terkait teknis pelaksanaan serta kesiapan sarana dan prasarana pendukung. Mereka memberikan beberapa catatan positif dan dorongan agar MAN Batubara terus berinovasi dalam meningkatkan mutu akademik dan tata kelola pendidikan. Kegiatan TKA ini diharapkan menjadi momentum bagi seluruh warga madrasah untuk memperkuat komitmen dalam menciptakan proses belajar yang berkualitas, berintegritas, dan berorientasi pada peningkatan prestasi peserta didik. “Kami akan terus berupaya menjadikan MAN Batubara sebagai madrasah yang unggul, berdaya saing, dan berkarakter Islami,” tutup Kepala MAN Batubara. (MI)