Batubara (Humas). Madrasah Aliyah Negeri Batubara menggelar peringatan Hari Guru Nasional yang ke 80 tahun 2025 dengan penuh kemeriahan dan suasana kekeluargaan. Selain upacara, MAN Batubara meerayakan Hari Guru ini dengan berbagai pertunjukan seni dari Sanggar Tari MAN Batubara serta penampilan kreatif siswa dari setiap angkatan. Acara yang berlangsung di halaman madrasah itu menjadi momentum istimewa bagi seluruh warga MAN Batubara untuk menunjukkan apresiasi mendalam kepada para pendidik, Selasa (25/11). Sejak pagi, halaman madrasah telah dipadati oleh guru dan siswa yang antusias mengikuti rangkaian kegiatan. Kepala MAN Batubara Erwin Parlindungan Nst, S.Ag.,MM., dalam sambutannya menegaskan pentingnya Hari Guru sebagai momentum untuk menghormati peran besar pendidik dalam membentuk karakter dan masa depan bangsa. “Guru adalah pelita yang tak pernah padam, bahkan ketika menghadapi tantangan zaman. Hari ini kita berkumpul bukan hanya untuk merayakan, tetapi untuk menghargai perjuangan dan ketulusan para pendidik yang setiap hari hadir membimbing anak-anak kita,” ujarnya. Beliau juga menambahkan bahwa kegiatan seperti ini penting untuk menumbuhkan rasa hormat siswa terhadap guru sekaligus membuka ruang kreativitas bagi peserta didik. “Saya sangat bangga melihat antusiasme siswa hari ini. Kreativitas yang ditampilkan menjadi bukti bahwa madrasah bukan hanya tempat belajar ilmu, tetapi juga tempat berproses, berkarya, dan bertumbuh.” Sambutan tersebut disambut tepuk tangan meriah dari para siswa dan guru yang hadir. Rangkaian acara dibuka oleh penampilan Sanggar Tari MAN Batubara. Dengan balutan kostum tradisional dan koreografi yang telah dipersiapkan secara matang, para penari menampilkan kolaborasi tarian Nusantara yang memukau seluruh hadirin. Gerakan yang kompak dan penuh energi mendapatkan sambutan meriah berupa tepuk tangan panjang dari para guru dan siswa. Setelah penampilan pembuka, acara dilanjutkan dengan penampilan dari masing-masing angkatan dengan menampilkan drama musikal dengan alur cerita menyentuh dan dengan tema penghormatan kepada guru. Setiap angkatan membawa warna dan kekhasannya, menciptakan suasana yang meriah dan penuh kebersamaan. Salah satu sesi yang paling ditunggu adalah pengumuman guru terbaik MAN Batubara. Penghargaan ini diberikan kepada guru-guru yang dinilai memiliki dedikasi tinggi, inspiratif, serta berkontribusi besar terhadap perkembangan peserta didik dan madrasah. Nama-nama guru terbaik diumumkan secara resmi oleh panitia, dan seluruh siswa memberikan tepuk tangan apresiasi ketika para guru tersebut maju ke panggung. Kepala MAN Batubara kemudian menyerahkan hadiah dan cendera mata secara langsung kepada para guru terpilih sebagai bentuk penghargaan atas kerja keras dan pengabdian mereka selama ini. Momen itu menjadi salah satu yang paling haru dalam acara tersebut. Beberapa siswa tampak ikut bertepuk tangan sambil meneriakkan nama guru favorit mereka sebagai bentuk dukungan dan rasa bangga. Acara ditutup dengan foto bersama antara guru dan siswa, disusul dengan lantunan lagu “Hymne Guru” yang dinyanyikan bersama. Suasana hangat dan penuh rasa hormat menyelimuti seluruh peserta hingga acara berakhir. Peringatan Hari Guru tahun ini kembali menegaskan bahwa hubungan antara guru dan siswa di MAN Batubara bukan hanya sebatas proses belajar mengajar, melainkan ikatan kekeluargaan yang saling mendukung dan menginspirasi.(MI)
Kepala MAN Batubara Hadiri Pembinaan ASN yang Dipimpin Menteri Agama di Kanwil Sumut
Batubara (Humas). Kepala MAN Batubara Erwin Parlindungan Nst, S.Ag.,MM menghadiri kegiatan Pembinaan Aparatur Sipil Negara yang dipimpin langsung oleh Menteri Agama Republik Indonesia Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA di Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara, Senin (24/11). Acara ini menjadi salah satu agenda penting dalam rangka memperkuat tata kelola birokrasi, meneguhkan integritas, serta memastikan peningkatan kualitas layanan di seluruh satuan kerja Kementerian Agama. Kegiatan tersebut diikuti oleh ratusan ASN dari berbagai kabupaten/kota, terdiri dari kepala madrasah, pejabat eselon, kepala KUA, pengawas, dan perwakilan pegawai madrasah maupun satker lainnya di lingkungan Kanwil Kemenag Sumut. Suasana antusias tampak sejak pagi ketika para peserta memadati aula utama Kanwil, menandai besarnya atensi terhadap kehadiran Menteri Agama. Menteri Agama Republik Indonesia Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA saat menyampaikan pembinaan menekankan pentingnya transformasi birokrasi yang berorientasi pada pelayanan publik berkualitas. Beliau menggaris bawahi bahwa ASN Kementerian Agama harus tampil sebagai figur teladan yang menjunjung tinggi integritas, etika bernegara, serta mampu menjadi representasi nilai-nilai moderasi beragama di tengah masyarakat yang terus berkembang. “Kementerian Agama RI berbeda dengan Kementerian lain. Ekspektasi masyarakat terhadap kinerja Kementerian Agama RI sangat tinggi karena setiap sendi kehidupan masyarakat bertumpu pada Kementerian Agama. Kita seperti kain putih. Terkena noda sedikit saja, maka akan kentara terlihat noda tersebut. Kalau Kementerian lain berwarna hijau, biru, merah, dan lainnya, maka kita berwarna putih. Maka dari itu, mari kita jaga institusi ini dengan kiprah kita yang memprioritaskan pelayanan masyarakat,” ujar Prof. Nasaruddin. Menag juga mengatakan setiap ASN harus memaknai filosofi Ikhlas Beramal dalam kehidupan sehari-hari dan kemudian diterapkan dalam kinerja. Lebih lanjut, dalam sambutannya, Kepala Kanwil Kemenag Sumatera Utara H. Ahmad Qosbi, S.Ag, MM mengatakan pertemuan dengan Menteri Agama RI sebagai langkah terdepan untuk mentransformasikan Jati Diri Kementerian Agama. “Sesuai tema kita kali ini yaitu Transformasi Jati Diri Kementerian Agama: Mengukuhkan Nilai Cinta dan Kerukunan Semesta Sebagai Fondasi Utama Sukses Asta Protas Menuju Indonesia Emas 2045. Semoga dengan kehadiran Bapak Menteri Agama RI, kita semakin kompak, semakin kokoh, dan semakin erat dalam mewujudkan hal tersebut,” ucapnya. Qasbi juga mengatakan bahwa pembinaan ini merupakan momentum berharga bagi seluruh ASN untuk melakukan refleksi, evaluasi, serta penguatan komitmen terhadap tugas dan fungsi masing-masing. Ia juga mengapresiasi kehadiran Menteri Agama yang menunjukkan perhatian serius terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan Kemenag. Kepala MAN Batubara Erwin Parlindungan Nst, S.Ag.,MM yang turut hadir dalam kegiatan tersebut mengungkapkan bahwa pembinaan ini memberikan banyak wawasan baru serta dorongan moral bagi para pimpinan madrasah. Menurutnya, apa yang disampaikan Menteri Agama sangat relevan dengan kondisi pendidikan madrasah saat ini yang dituntut untuk terus beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa melepaskan nilai-nilai dasar keagamaan. “Kami merasa sangat terinspirasi dengan arahan Menteri Agama. Pesan beliau mengenai komitmen, integritas, dan kualitas pelayanan menjadi pengingat bagi kami untuk terus melakukan perbaikan, baik dalam manajemen madrasah maupun dalam membina para guru dan tenaga kependidikan,” ujar Kepala MAN Batubara seusai kegiatan. Erwin juga menambahkan bahwa pembinaan seperti ini diperlukan secara berkala untuk memperkuat mentalitas dan etos kerja ASN di lingkungan Kemenag, khususnya madrasah yang menjadi garda depan dalam menanamkan pendidikan agama yang moderat dan berkarakter. Dengan adanya pembinaan langsung dari Menteri Agama, diharapkan seluruh ASN, termasuk jajaran madrasah, semakin memperkuat komitmen profesionalisme dan etos kerja. (MI)
MAN Batubara Meriahkan Hari Guru Nasional dengan Perlombaan yang Didedikasikan untuk Guru
Batubara (Humas). Suasana penuh kehangatan dan keceriaan mewarnai lingkungan Madrasah Aliyah Negeri Batubara saat madrasah tersebut menggelar rangkaian perlombaan khusus untuk para guru dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional yang jatuh pada 25 November. Tidak seperti tahun sebelumnya yang melibatkan siswa sebagai peserta lomba, pada peringatan kali ini MAN Batubara memberikan ruang istimewa bagi seluruh guru untuk tampil, berpartisipasi, dan merayakan momen penghargaan atas dedikasi mereka, Sabtu (22/11). Sejak pagi, para guru sudah berkumpul di halaman madrasah dengan penuh antusias. Panitia yang terdiri dari siswa OSIM dan tim kesiswaan telah menyiapkan panggung, perlengkapan, serta susunan acara dengan rapi. Kepala MAN Batubara Erwin Parlindungan Nst, S.Ag.,MM membuka kegiatan dengan sambutan yang hangat, menekankan bahwa perlombaan khusus ini merupakan bentuk penghormatan terhadap para pendidik yang selama ini menjadi ujung tombak kemajuan madrasah. “Hari ini bukan hanya tentang seremonial, tetapi tentang memberikan ruang bagi para guru untuk bersenang-senang dan menikmati hari mereka,” ucap Erwin dalam sambutannya. Serangkaian perlombaan yang telah dipersiapkan oleh panitia meliputi lomba futsal, volly, karoeke sambung lagu, lomba pipet berkelompok, sarung air, karton estafet, junjung botol, lari sarung, dan lomba memancing emosi mengundang tawa dan mencairkan suasana. Lomba karaoke menjadi salah satu momen paling ditunggu, di mana para guru menunjukkan bakat terpendam mereka melalui suara merdu dan aksi panggung yang menghibur seluruh penonton. Sorak sorai siswa yang menjadi pendukung membuat suasana semakin meriah. Lomba karton estafet juga menambah keseruan acara. Para guru dibagi menjadi beberapa tim dan ditantang untuk menyelesaikan berbagai rintangan unik yang memerlukan kekompakan dan kelincahan. Momen-momen lucu tak terhindarkan karena permainan yang dirancang untuk menciptakan interaksi hangat antar guru. Tidak kalah seru, lomba lari sarung juga berhasil mengundang tawa. Para guru terlihat antusisas dan seluruhnya terlihat berkeinginan untuk menang. Selain bersifat hiburan, kegiatan ini juga menjadi ruang bagi para siswa untuk menunjukkan rasa hormat mereka. Beberapa siswa memberikan persembahan bunga dan ucapan terima kasih kepada guru favorit mereka. Ada pula sesi pembacaan puisi persembahan OSIM yang membuat banyak guru tampak terharu mendengarnya. Menurut panitia, kegiatan ini sengaja dirancang untuk memberikan suasana baru dalam peringatan Hari Guru Nasional di MAN Batubara. “Kami ingin guru bukan hanya menjadi penyelenggara, tetapi juga menjadi pusat acara. Mereka pantas mendapatkan hari yang benar-benar mereka nikmati,” ujar pengurus OSIM. Meskipun dikemas sederhana, rangkaian kegiatan ini meninggalkan kesan mendalam dan mempererat hubungan antara guru dan siswa. MAN Batubara berharap kegiatan seperti ini dapat terus menjadi tradisi tahunan yang tidak hanya merayakan Hari Guru Nasional, tetapi juga memperkuat kebersamaan dan ikatan kekeluargaan di lingkungan madrasah. (MI)
MAN Batubara Gelar Pemilihan OSIM dengan Satu Pasangan Calon
Batubara (Humas). Madrasah Aliyah Negeri Batubara tengah melangsungkan proses pemilihan Ketua dan Wakil Ketua Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM) untuk periode terbaru, Rabu (19/11). Kegiatan demokrasi internal ini menjadi perhatian seluruh warga madrasah karena tahun ini menghadirkan suasana berbeda, pasangan calon yang maju dalam pemilihan merupakan calon tunggal, tanpa adanya pasangan lain sebagai kompetitor. Proses pemilihan yang digelar di lapangan utama madrasah berlangsung dengan tertib dan penuh antusiasme. Sejak pagi, para siswa dari berbagai jenjang tampak menunggu di kelas masing-masing menanti giliran memberikan suara. Pihak panitia, yang terdiri dari Pembina OSIM serta anggota MPK, menyiapkan proses pemilihan secara sistematis mulai dari daftar hadir, bilik suara, hingga kotak suara yang dijaga ketat untuk memastikan jalannya pemilihan tetap transparan dan akuntabel. Meski acara digelar sejak pagi, proses belajar mengajar tetap berjalan seperti biasanya. Kepala MAN Batubara Erwin Parlindungan Nst, S.Ag.,MM dalam sambutannya menekankan bahwa proses pemilihan OSIM bukan sekadar kegiatan rutin tahunan, tetapi juga sarana pendidikan karakter yang sangat penting. “Melalui proses ini, siswa belajar berdemokrasi, memahami tanggung jawab sosial, dan menumbuhkan keberanian menyampaikan pendapat. Walaupun tahun ini hanya ada satu pasangan calon, nilai pendidikannya tetap tidak berkurang,” ujarnya. Dengan penuh khidmat, Kepala Madrasah maju ke bilik suara, disusul para WKM dan beberapa guru pendamping. Tindakan itu sekaligus menjadi simbol bahwa proses demokrasi ini berjalan terbuka, jujur, dan dapat dipertanggungjawabkan. Erwin juga menambahkan bahwa langkah Kepala Madrasah dan para WKM memberikan suara lebih awal dimaksudkan untuk mendorong keterlibatan siswa. “Kami ingin menunjukkan bahwa seluruh pihak di madrasah turut berpartisipasi dalam proses ini. Keteladanan adalah salah satu bentuk pendidikan terbaik,” tambahnya. Keunikan pemilihan tahun ini terletak pada fakta bahwa hanya satu pasangan kandidat yang resmi mendaftar. Meski demikian, pihak panitia menegaskan bahwa seluruh mekanisme tetap dijalankan seperti pemilihan pada umumnya. Para siswa tetap memiliki kebebasan memilih untuk mendukung atau tidak mendukung calon tunggal tersebut. Situasi ini memberikan dinamika tersendiri bagi siswa MAN Batubara, karena mereka tetap diberikan ruang untuk menilai kelayakan calon melalui visi, misi, dan program kerja yang telah disampaikan dalam sesi kampanye dan pemaparan gagasan beberapa hari sebelumnya. Para guru dan pembina OSIM menilai, adanya calon tunggal bukanlah penghambat, tetapi justru menjadi tantangan bagi kandidat untuk menunjukkan kesungguhan dan kesiapan dalam menjalankan roda organisasi. Mereka harus mampu meyakinkan siswa bahwa amanah yang diemban nanti dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab, integritas, serta semangat kepemimpinan yang positif. Sebelumnya, pasangan calon tunggal telah menyampaikan visi, misi, serta program kerja mereka dalam sesi kampanye dan dialog terbuka. Para siswa diberikan kesempatan untuk bertanya, menilai, dan memahami komitmen yang ditawarkan kandidat. Meski tidak memiliki lawan dalam pemilihan, pasangan calon tersebut tetap dituntut untuk meyakinkan seluruh siswa bahwa mereka adalah sosok yang layak dan siap memimpin OSIM selama satu periode ke depan. Suasana pemilihan berjalan kondusif hingga akhir. Setiap siswa yang selesai memberikan suara tampak antusias membicarakan harapan mereka terhadap kepemimpinan OSIM ke depan. Banyak dari mereka berharap agar pengurus terpilih mampu membawa perubahan positif di lingkungan madrasah, menciptakan program-program kreatif, serta menjadi teladan dalam disiplin dan akhlak. Diketahui perhitungan suara akan dilaksanakan dan diumumkan di hari yang sama di hadapan saksi dan perwakilan siswa pukul 13.00 WIB. Terlepas dari hasil formal yang akan disampaikan, proses pemilihan OSIM tahun ini menandai komitmen MAN Batubara dalam menanamkan nilai demokrasi sekaligus memperkuat budaya organisasi di kalangan siswa. (MI)
Peringati Hari Pahlawan, MAN Batubara Teguhkan Semangat Nasionalisme dan Cinta Tanah Air
Batubara (Humas). Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan Nasional yang jatuh setiap tanggal 10 November, Madrasah Aliyah Negeri Batubara menggelar upacara bendera dengan khidmat di halaman madrasah pada Senin (10/11/2025). Seluruh guru, tenaga kependidikan, dan peserta didik turut hadir mengenakan seragam rapi, menandakan penghormatan mendalam terhadap jasa para pahlawan yang telah berjuang demi kemerdekaan bangsa Indonesia. Upacara dimulai pukul 07.30 WIB dengan penuh ketertiban. Bertindak sebagai pembina upacara, Kepala MAN Batubara Erwin Parlindungan Nst.,S.Ag.,MM yang diwakili oleh WKM Kesiswaan M. Asrul Toni Marpaung SH, menyampaikan amanat yang sarat makna tentang pentingnya meneladani semangat juang para pahlawan. Dalam pidatonya, Toni menegaskan bahwa Hari Pahlawan bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum refleksi bagi generasi muda untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air dan tanggung jawab terhadap kemajuan bangsa. “Perjuangan para pahlawan dahulu bukanlah hal yang mudah. Mereka berkorban jiwa dan raga demi kemerdekaan yang hari ini kita nikmati. Tugas kita sebagai generasi penerus adalah mengisi kemerdekaan dengan karya, semangat belajar, dan perilaku yang membawa manfaat bagi sesama,” ujarnya di hadapan peserta upacara. Suasana haru dan penuh kebanggaan menyelimuti jalannya upacara. Ketika lagu kebangsaan Indonesia Raya berkumandang, seluruh peserta berdiri tegap dengan sikap hormat, menyatukan hati dalam semangat nasionalisme. Pembacaan pesan-pesan pahlawan nasional dan mengheningkan cipta yang dipimpin langsung oleh pembina upacara menjadi momen penuh makna, mengingatkan seluruh peserta pada perjuangan luar biasa para pahlawan yang telah gugur di medan laga. Melalui pelaksanaan upacara Hari Pahlawan ini, MAN Batubara berupaya menanamkan nilai-nilai perjuangan, semangat pantang menyerah, dan rasa nasionalisme yang kuat kepada seluruh warga madrasah. Semangat kepahlawanan diharapkan tidak hanya berhenti pada upacara simbolik, tetapi terus hidup dalam perilaku, semangat belajar, dan kepedulian sosial di lingkungan madrasah maupun masyarakat. Peringatan Hari Pahlawan tahun ini menjadi momen reflektif bagi keluarga besar MAN Batubara untuk kembali meneguhkan semangat nasionalisme dan jiwa pengabdian. Nilai-nilai perjuangan yang diwariskan para pahlawan diharapkan mampu menjadi energi positif bagi seluruh warga madrasah dalam menjalankan tugas, belajar, dan berbakti untuk kemajuan bangsa. Dengan semangat Hari Pahlawan, MAN Batubara berkomitmen untuk terus menumbuhkan karakter siswa yang berjiwa patriotik, mandiri, dan berintegritas. Melalui pendidikan yang berlandaskan nilai-nilai keagamaan dan kebangsaan, MAN Batubara bertekad mencetak generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat dalam moral dan cinta tanah air. (MI)
MAN Batubara Laksanakan Tes Kemampuan Akademik (TKA), Tim Kanwil Kemenag Sumut Lakukan Pemantauan Langsung
Batubara (Humas). Madrasah Aliyah Negeri Batubara melaksanakan Tes Kemampuan Akademik (TKA) bagi seluruh peserta didik, sebagai bagian dari program evaluasi capaian belajar dan peningkatan mutu pendidikan di lingkungan madrasah. Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin (03/11) dan berlangsung tertib, kondusif, serta sesuai dengan pedoman yang telah ditetapkan oleh Kementerian Agama. Pelaksanaan TKA di MAN Batubara turut mendapat perhatian dari Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara, yang menurunkan tim perwakilannya yaitu Staf Kasi Kurikulum Kanwil Kemenag Sumut Rahmad Jamil, S.Ag.,M.Pd untuk melakukan kunjungan dan pemantauan langsung ke lokasi. Tim Kanwil hadir untuk memastikan proses pelaksanaan berjalan sesuai prosedur, tanpa mengganggu konsentrasi siswa yang sedang mengikuti ujian. Kehadiran Rahmad Jamil disambut oleh Kepala MAN Batubara Erwin Parlindungan Nst, S.Ag.,MM., didampingi para wakil kepala madrasah dan panitia pelaksana. Dalam sambutannya, Erwin menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi atas perhatian serta dukungan dari Kanwil Kemenag Sumut terhadap pelaksanaan kegiatan akademik di madrasah. “Kami sangat mengapresiasi kehadiran tim dari Kanwil Kemenag Sumut yang datang memantau pelaksanaan TKA hari ini. Kunjungan ini menjadi bentuk dukungan moral bagi kami untuk terus menjaga kualitas dan integritas pelaksanaan ujian di MAN Batubara,” ujar Erwin. TKA di MAN Batubara diikuti oleh seluruh siswa kelas XII dengan materi yang meliputi mata pelajaran umum dan pilihan. Tes ini bertujuan untuk mengukur kemampuan akademik siswa secara objektif dan menjadi dasar bagi madrasah dalam melakukan pembinaan ke depan. Sementara itu, Staf Kasi Kurikulum Kanwil Kemenag Sumut Rahmad Jamil, S.Ag.,M.Pd menyampaikan apresiasi terhadap kesiapan panitia dan suasana pelaksanaan ujian yang berlangsung tertib. Jamil hanya melakukan pemantauan dari luar ruang ujian, memastikan seluruh proses berjalan sesuai jadwal dan standar pelaksanaan. “Kami melihat pelaksanaan TKA di MAN Batubara berjalan dengan baik dan tertib. Para pengawas serta panitia tampak bekerja profesional. Kami menghargai kebijakan madrasah yang menjaga agar peserta ujian tetap fokus tanpa gangguan,” ujarnya. Setelah kegiatan pemantauan, Jamil juga melakukan dialog singkat dengan pihak madrasah terkait teknis pelaksanaan serta kesiapan sarana dan prasarana pendukung. Mereka memberikan beberapa catatan positif dan dorongan agar MAN Batubara terus berinovasi dalam meningkatkan mutu akademik dan tata kelola pendidikan. Kegiatan TKA ini diharapkan menjadi momentum bagi seluruh warga madrasah untuk memperkuat komitmen dalam menciptakan proses belajar yang berkualitas, berintegritas, dan berorientasi pada peningkatan prestasi peserta didik. “Kami akan terus berupaya menjadikan MAN Batubara sebagai madrasah yang unggul, berdaya saing, dan berkarakter Islami,” tutup Kepala MAN Batubara. (MI)
Hari Terakhir Simulasi TKA MAN Batubara Berlangsung Tertib dan Lancar, Bukti Kesiapan Siswa Menghadapi Tantangan Akademik
Batubara (Humas). Madrasah Aliyah Negeri Batubara kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan mutu pendidikan dan kesiapan peserta didik menghadapi ujian akhir serta seleksi perguruan tinggi. Pada Kamis (30/10), seluruh siswa kelas XII melaksanakan simulasi Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang memasuki hari ketiga pelaksanaan. Kegiatan tersebut berlangsung dengan tertib, lancar, dan tanpa kendala berarti. Simulasi TKA ini menjadi bagian penting dari program persiapan akademik yang telah dijadwalkan oleh pihak madrasah. Kegiatan berlangsung di ruang laboratorium komputer serta beberapa ruang kelas yang telah disiapkan dengan fasilitas memadai. Demi mengoptimalkan pelaksanaan, simulasi dibagi ke dalam tiga sesi, yaitu sesi pertama pada pukul 08.00–10.00 WIB, sesi kedua pada pukul 10.00–12.00 WIB, dan sesi ketiga pada pukul 13.30–15.30 WIB. Pembagian sesi ini dimaksudkan agar seluruh siswa dapat mengikuti kegiatan dengan lebih nyaman dan tetap menjaga kondusivitas lingkungan belajar. Kepala MAN Batubara Erwin Parlindungan Nst, S.Ag.,MM menyampaikan rasa syukurnya atas kelancaran pelaksanaan simulasi hingga hari terakhir. Erwin menuturkan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk mengukur kemampuan akademik siswa, tetapi juga sebagai ajang latihan mental agar mereka terbiasa dengan sistem ujian berbasis komputer. “Alhamdulillah, pelaksanaan simulasi TKA sampai di hari ketiga ini berjalan sangat baik dan tanpa kendala. Seluruh perangkat komputer berfungsi dengan baik, jaringan stabil, dan para siswa tampak semakin terbiasa dengan pola ujian berbasis digital. Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi bekal berharga bagi mereka untuk menghadapi ujian sesungguhnya nanti,” ujarnya. Lebih lanjut, Kepala MAN Batubara tersebut juga menegaskan bahwa, MAN Batubara senantiasa berupaya menciptakan lingkungan belajar yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, salah satunya melalui kegiatan seperti simulasi TKA ini. Menurutnya, kemampuan siswa untuk menyesuaikan diri dengan sistem ujian digital menjadi salah satu keterampilan penting di era pendidikan modern. Sementara itu, Mhd. Ardiyansyah, S.Pd.I guru sekaligus proktor pelaksanaan simulasi TKA yang turut memantau pelaksanaan kegiatan menjelaskan bahwa, simulasi ini juga memiliki fungsi evaluatif. Melalui hasil simulasi, guru dapat menilai sejauh mana kesiapan siswa dalam memahami materi dan mengerjakan soal dengan strategi yang tepat. “Kami berharap para siswa tidak hanya menjadikan simulasi ini sebagai latihan teknis, tetapi juga sebagai sarana refleksi untuk memperbaiki cara belajar mereka. Dari hasil simulasi ini, guru dan siswa bisa bersama-sama menentukan langkah yang lebih efektif menjelang ujian akhir maupun seleksi perguruan tinggi,” ungkapnya. Salah satu peserta, Lutfi, siswi kelas 12 IPA, mengaku senang dan terbantu dengan pelaksanaan simulasi yang teratur serta suasana yang mendukung. “Alhamdulillah, selama pelaksanaan tidak ada kendala. Soalnya memang menantang, tapi dengan latihan seperti ini kami jadi lebih siap dan tidak gugup lagi. Pembagian sesi juga membuat ruangan terasa lebih tenang,” ujarnya penuh antusias. Dengan terselenggaranya simulasi TKA hingga hari terakhir tanpa kendala, MAN Batubara berhasil menunjukkan kesiapan dan keseriusan dalam membimbing peserta didiknya menuju jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya mengasah kemampuan akademik siswa, tetapi juga membentuk sikap disiplin, tanggung jawab, dan ketangguhan dalam menghadapi tantangan dunia pendidikan di masa mendatang. (MI)
Peringati Hari Sumpah Pemuda ke-97, MAN Batubara Teguhkan Semangat Persatuan dan Kebangsaan
Batubara (Humas). Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-97, Madrasah Aliyah Negeri Batubara menyelenggarakan upacara bendera yang berlangsung dengan khidmat dan tertib di lapangan utama madrasah, pada Selasa (28/10/2025). Kegiatan ini diikuti oleh seluruh guru, tenaga kependidikan, serta peserta didik sebagai bentuk penghormatan terhadap semangat juang para pemuda Indonesia yang telah mempersatukan bangsa melalui ikrar Sumpah Pemuda tahun 1928. Upacara dimulai pukul 07.30 WIB dengan prosesi pengibaran bendera merah putih oleh pasukan pengibar bendera MAN Batubara, diiringi lagu Kebangsaan Indonesia Raya yang dinyanyikan bersama-sama oleh seluruh peserta upacara. Bertindak sebagai pembina upacara, Kepala MAN Batubara Erwin Parlindungan Nst, S.Ag.MM yang dalam kesempatan ini diwakili oleh WKM Kesiswaan M. Asrul Toni Marpaung, SH., dalam amanatnya menekankan bahwa Sumpah Pemuda bukan hanya sekadar peringatan sejarah, tetapi juga momentum untuk meneguhkan tekad generasi muda dalam menjaga persatuan dan berkontribusi positif bagi kemajuan bangsa. “Pemuda adalah penerus dan penentu masa depan bangsa. Semangat Sumpah Pemuda harus terus kita jaga dan amalkan melalui kerja nyata, kedisiplinan, serta tanggung jawab dalam belajar dan berkarya. Jadilah generasi yang berilmu, berakhlak, dan berjiwa nasionalis,” ujarnya. Toni juga mengingatkan pentingnya memanfaatkan kemajuan teknologi secara bijak, serta menghindari perpecahan yang dapat timbul dari perbedaan pandangan di era digital saat ini. Menurutnya, semangat persatuan harus terus dijaga oleh para siswa sebagai bentuk cinta kepada tanah air. Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan teks Sumpah Pemuda oleh perwakilan OSIM. Salah satu siswa peserta upacara Fawzi, menyampaikan kesan dan pesannya usai kegiatan. “Upacara hari ini memberikan kami semangat baru untuk terus mencintai Indonesia. Kami sadar bahwa sebagai generasi muda, kami memiliki tanggung jawab untuk menjaga persatuan dan terus berprestasi agar dapat mengharumkan nama madrasah serta bangsa,” ungkapnya. Kegiatan berjalan dengan tertib hingga akhir dan ditutup dengan doa. Setelah upacara, seluruh peserta melakukan sesi foto bersama sebagai bentuk kebersamaan dan simbol semangat juang pemuda yang tidak pernah padam. Melalui peringatan Hari Sumpah Pemuda tahun ini, keluarga besar MAN Batubara berharap agar semangat perjuangan dan nilai-nilai persatuan dapat terus tertanam di hati setiap siswa. Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum bagi seluruh civitas akademika MAN Batubara untuk memperkuat karakter kebangsaan, menumbuhkan rasa cinta tanah air, serta menanamkan nilai tanggung jawab sosial di kalangan peserta didik. “Kami ingin siswa MAN Batubara tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki jiwa nasionalisme dan kepedulian sosial yang tinggi,” tutup Toni. Dengan terselenggaranya upacara ini, MAN Batubara menegaskan komitmennya dalam membentuk generasi muda yang cerdas, berakhlak, dan berintegritas tinggi, serta generasi yang siap melanjutkan cita-cita para pendiri bangsa menuju Indonesia yang maju, berdaulat, dan bermartabat. (MI)
Spirit Hari Santri, MAN Batubara Kukuhkan Nilai Keislaman Lewat Istighosah dan Doa Bersama
Batubara (Humas). Dalam rangka menyambut momentum Hari Santri Nasional tahun 2025, keluarga besar Madrasah Aliyah Negeri Batubara menggelar kegiatan doa bersama dan istighosah yang berlangsung penuh khidmat di aula madrasah, Selasa (21/10). Kegiatan ini diikuti oleh seluruh dewan guru, tenaga kependidikan, dan peserta didik dari berbagai tingkatan kelas dengan penuh antusias dan semangat keislaman. Kenakan seragam islami, kegiatan dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh salah seorang siswa, disusul dengan dzikir bersama, shalawat, dan istighosah yang dipimpin oleh Ustad Zainal Arifin guru. Lantunan doa dan dzikir menggema di seluruh area madrasah, menciptakan atmosfer yang menyejukkan dan menyentuh hati. Kepala MAN Batubara Erwin Parlindungan Nst, S.Ag.,MM dalam sambutannya menyampaikan bahwa, kegiatan doa bersama dan istighosah ini bukan sekadar seremoni keagamaan, melainkan momentum penting untuk mempertebal keimanan dan menumbuhkan kesadaran spiritual di kalangan peserta didik. Menurutnya, Hari Santri Nasional merupakan kesempatan bagi seluruh warga madrasah untuk mengenang jasa dan perjuangan para santri terdahulu yang turut berkontribusi besar dalam perjuangan kemerdekaan dan pembangunan bangsa. “Peringatan Hari Santri menjadi refleksi bagi kita semua, terutama bagi para siswa madrasah, bahwa santri bukan hanya identik dengan mereka yang berada di pesantren, tetapi juga seluruh pelajar yang meneladani nilai-nilai kesederhanaan, keikhlasan, dan perjuangan dalam menuntut ilmu. Melalui doa bersama ini, kita berharap agar semangat perjuangan santri terus hidup dalam diri setiap peserta didik MAN Batubara,” ujarnya. Erwin juga menambahkan bahwa istighosah merupakan tradisi yang memiliki makna mendalam, sebagai bentuk permohonan kepada Allah SWT agar senantiasa memberikan keberkahan, keselamatan, dan kekuatan dalam menjalani aktivitas pendidikan di madrasah. “Kita berdoa agar madrasah ini terus menjadi tempat yang melahirkan generasi berilmu, berakhlak mulia, serta cinta terhadap tanah air,” tambahnya. Suasana haru dan khusyuk semakin terasa ketika seluruh peserta bersama-sama menundukkan kepala, memanjatkan doa bagi para ulama, pejuang, dan santri yang telah berjasa bagi agama dan bangsa. Doa juga dipanjatkan untuk kemajuan dunia pendidikan Islam, khususnya bagi keberhasilan para siswa MAN Batubara dalam menuntut ilmu dan meraih prestasi. Kegiatan tersebut juga menjadi ajang mempererat tali silaturahmi antara seluruh warga madrasah. Para guru dan siswa tampak berbaur tanpa sekat, saling bersapa dengan penuh keakraban. Salah satu siswa kelas XI Fauzi, mengungkapkan rasa bangganya bisa ikut dalam kegiatan ini. Menurutnya, istighosah menjadi pengalaman berharga yang memperkuat rasa cinta terhadap tradisi keislaman dan kebangsaan. “Kami merasa bangga bisa menjadi bagian dari generasi santri madrasah. Doa bersama ini membuat kami lebih memahami bahwa perjuangan santri tidak berhenti di masa lalu, tetapi terus berlanjut melalui semangat belajar dan pengabdian,” ujarnya penuh semangat. Kegiatan doa bersama dan istighosah ini diakhiri dengan pembacaan doa penutup dan bersalam-salaman antar guru dan siswa sebagai simbol keakraban serta harapan agar seluruh warga madrasah senantiasa dalam lindungan Allah SWT. Dengan terselenggaranya kegiatan ini, MAN Batubara berharap dapat memperkuat jati diri madrasah sebagai lembaga pendidikan yang tidak hanya berfokus pada kecerdasan intelektual, tetapi juga pembinaan spiritual dan moral bagi seluruh peserta didik. (MI)
Ukur Kesiapan Akademik Siswa Hadapi Ujian Akhir dan Seleksi PTN, MAN Batubara Laksanakan Try Out TKA Serentak
Batubara (Humas). Madrasah Aliyah Negeri Batubara menggelar pelaksanaan Try Out Tes Kemampuan Akademik (TKA) bagi seluruh siswa kelas XII sebagai bagian dari program persiapan menghadapi Ujian Madrasah serta seleksi masuk perguruan tinggi negeri. Kegiatan try out ini akan dilaksanakan selama tiga hari dimulai pada hari Senin (20/10/2025), dan dilaksanakan secara serentak di ruang-ruang kelas dengan pengawasan langsung dari panitia dan guru pengawas. Diikuti oleh seluruh siswa/i jurusan IPA, IPS, dan Keagamaan, pelaksanaan try out TKA berjalan dengan tertib dan terstruktur. Diketahui, sebelumnya panitia telah melakukan persiapan teknis mulai dari pembagian ruang ujian, penyusunan jadwal, hingga pendistribusian naskah soal. Materi yang diujikan mencakup mata pelajaran Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, serta mata pelajaran pilihan. Kepala MAN Batubara Erwin Parlindungan Nst, S.Ag.,MM dalam kunjungannya ke ruang ujian, menyapa dan memotivasi siswa/i untuk terus semangat dan bersungguh-sungguh dalam menjawab seluruh soal yang disajikan. Erwin juga menyampaikan bahwa, pelaksanaan try out ini merupakan langkah strategis madrasah dalam meningkatkan kesiapan akademik peserta didik. Try out tidak hanya berfungsi sebagai bentuk latihan, tetapi juga sebagai alat ukur kemampuan siswa dalam menghadapi ujian akhir dan seleksi masuk perguruan tinggi. “Try out ini kami laksanakan sebagai bentuk evaluasi awal terhadap kesiapan siswa kelas XII. Melalui kegiatan ini, kami ingin mengetahui sejauh mana pemahaman mereka terhadap materi pelajaran, sekaligus melatih kedisiplinan dan konsentrasi dalam situasi ujian sesungguhnya,” ujarnya. Wakil Kepala Bidang Kurikulum Muhammad, S.Ag.,MM menambahkan bahwa, hasil try out akan menjadi dasar bagi madrasah dalam merancang program pembinaan akademik lanjutan. Selain aspek akademik, pelaksanaan try out juga dimaksudkan untuk menanamkan nilai-nilai kejujuran dan tanggung jawab kepada peserta didik. “Setelah proses ujian selesai, panitia akan melakukan koreksi dan analisis hasil. Dari situ kita dapat melihat peta kemampuan siswa, baik secara individu maupun per kelas. Data tersebut akan digunakan sebagai bahan pembinaan dan pengayaan materi bagi siswa menjelang ujian madrasah dan seleksi perguruan tinggi,” jelasnya. Selama ujian berlangsung, guru pengawas memastikan seluruh proses berjalan sesuai tata tertib dan standar pelaksanaan ujian. Suasana ruang ujian pun terpantau tenang dan kondusif. Salah satu siswa kelas XII jurusan IPA Putri Zahra Nasution mengaku bahwa, pelaksanaan try out menjadi pengalaman penting untuk mengukur kesiapan pribadi dalam menghadapi ujian sebenarnya. “Try out ini membantu kami membiasakan diri dengan tipe soal dan tekanan waktu. Kalau hasilnya belum memuaskan, itu jadi motivasi untuk belajar lebih giat,” ujarnya Madrasah berkomitmen menjadikan kegiatan try out sebagai bagian dari proses pembelajaran yang terencana dan berkesinambungan. Melalui kegiatan ini, diharapkan para siswa dapat mempersiapkan diri dengan lebih matang, baik secara akademik maupun mental, sehingga mampu meraih hasil terbaik pada ujian mendatang. Kegiatan try out TKA MAN Batubara dijadwalkan berlangsung selama beberapa hari sesuai jumlah mata pelajaran yang diujikan. Setelah proses analisis hasil ujian selesai, pihak madrasah akan melaksanakan program pembinaan intensif bagi siswa yang memerlukan penguatan materi. Dengan dukungan penuh dari tenaga pendidik dan komitmen siswa dalam belajar, MAN Batubara berharap pelaksanaan try out ini dapat menjadi pijakan penting dalam meningkatkan kualitas hasil ujian akhir serta memperbesar peluang kelulusan siswa ke perguruan tinggi negeri. (MI)